Hot Topic
Barisan Relawan Jokowi yang Dapat 'Kursi' di BUMN, dari Abdee Slank hingga Fadjroel Rachman
TRIBUN-VIDEO. COM - Pengangkatan sejumlah relawan pendukung masa kampanye Presiden Joko Widodo dan Maruf Amin sebagai komisaris di perusahaan milik negara atau BUMN masih terus berlanjut.
Menteri BUMN Erick Thohir masih terus menambah daftar jajaran politikus, hingga relawan dalam tim sukses Jokowi-Maruf saat Pilpres menjadi komisaris di perusahaan negara.
Diangkatnya musisi Abdee Negara dari band Slank (Abdee Slank) sebagai komisaris independen PT Telkom Indonesia menambah panjang daftar pendukung Presiden Joko Widodo dalam pemilihan presiden yang kini menduduki kursi komisaris BUMN.
Baca: Pendukung Jokowi, Abdee Slank Jadi Komisaris BUMN Telkom, Apa Kompetensinya?
Praktik memberi jatah komisaris bagi pendukung Jokowi memang sudah berkali-kali menuai kritik.
Akan tetapi, pemberian jatah masih terus dilakukan oleh pemerintah.
Dikutip dari Kompas.com, pengamat kebijakan publik dari Universitas Trisakti Trubus Rahadiansyah bahkan menilai, pengangkatan musisi Abdee "Slank" merupakan bagian dari praktik bagi-bagi kue untuk pendukung Presiden Joko Widodo selama masa kampanye.
Trubus berpendapat, pembagian jatah komisaris bagi pendukung atau relawan Jokowi semestinya dihentikan.
Sebab, menurut Trubus, praktik tersebut bisa menjadi contoh buruk yang dapat terulang pada pemilihan presiden berikutnya.
Padahal, seorang komisaris semestinya dipilih untuk mendorong kinerja perusahaan agar mencapai target-target yang ditetapkan.
Berikut sejumlah nama pendukung Jokowi yang kini menjabat sebagai komisaris di perusahaan pelat merah.
Baca: Abdee Slank Dapat Dukungan dari Mantan Istri seusai Diangkat Jadi Komisaris PT Telkom
Fajdroel Rachman
Fajdroel yang sempat dikenal sebagai salah satu aktivits reformasi merupakan salah satu tokoh yang mendukung pasangan Joko Widodo dan Jusuf Kalla pada Pemilihan Presiden 2014.
Pada September 2015, Fadjroel diangkat sebagai Komisaris Utama PT Adhi Karya Tbk sebagaimana keputusan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) Adhi Karya.
Saat itu, Fadjroel mengaku berterima kasih atas kepercayaan yang diberikan. Dengan kemampuan yang dia miliki, ia mengaku siap membantu mengembangkan sektor infrastruktur.
"PT Adhi Karya ini kan pekerjaannya adalah membangun infrastruktur yang selama ini (menjadi) obsesi Pak Jokowi. Kiranya, saya mohon doa juga agar saya bisa menyelesaikan tugas ini," ujar Fadjroel.
Pada pemerintahan periode kedua Jokowi, Fadjroel dipercaya menjadi juru bicara presiden.
Pada Juni 2020, Fadjroel pun dicopot dari jabatan Komisaris Utama Adhi Karya dan dipindahkan untuk menjadi komisaris di BUMN konstruksi lainnya, PT Waskita Karya.
Baca: Dari Gitaris Kini Jadi Komisaris, Abdee Slank Tambah Daftar Pendukung Jokowi yang Dapat Jabatan
Andi Gani Nena Wea
Mantan Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) Andi Gani Nena Wea diangkat menjadi Komisaris Utama PT Pembangunan Perusahaan (Persero) Tbk berdasarkan RUPS tahun 2016.
Andi Gani merupakan anak ketiga dari almarhum Jacob Nuwa Wea, Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi pemerintahan Presiden Megawati Soekarnoputri.
Saat kontestasi Pilpres 2019, Andi Gani ikut aktif terjun dalam penggalangan massa buruh pada beberapa acara kampanye dan menjadi Ketua Umum Relawan Buruh Sahabat Jokowi.
Diberitakan Harian Kompas, 15 Juli 2019, sarjana hukum jebolan Universitas Atmajaya Yogyakarta ini ikut menggerakkan massa buruh di acara Visi Indonesia 2019-2024 di Sentul International Convention Center, Bogor.
Andi Gani kembali dipilih menjadi Komut PT PP berdasarkan RUPS yang berlansung pada Selasa (25/5/2021) lalu.
"Saya bersyukur atas amanah besar yang diberikan kembali pada saya," kata Andi Gani.
Baca: Erick Thohir Angkat Abdee Slank jadi Komisaris Independen hingga Bambang Brodjonegoro Komut Telkom
Lukman Edy
Mantan Sekretaris Jenderal Parati Kebangkitan Bangsa (PKB) Lukman Edy diangkat menjadi Wakil Komisaris Utama PT Hutama Karya, PKB merupakan salah satu partai pengusung Jokowi dalam Pilpres 2014 dan 2019.
Lukman pun menduduki posisi sebagai Direktur Saksi Tim Kampanye Nasional Jokowi-Ma'ruf Amin dalam Pilpres 2019 lalu.
Sebelumnya, Lukman pernah menjabat sebagai Menteri Pembangunan Daerah Tertinggal pada 2006-2009 di era pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono.
Ia juga pernah menjadi anggota DPR periode 2009-2014 dan 2014-2019 dari daerah pemilihan Riau.
Kristia Budiyarto
Kristia Budiyarto merupakan pegiatn media sosial yang dikenal sebagai pemilik akun Twitter @kangdede78, akun Twitter-nya telah bercentang biru dan memiliki lebih dari 99.000 pengikut.
Ia diangkat menjadi komisaris independen di PT Pelni (Persero) pada November 2020 lalu.
Saat kontestasi Pilpres 2019, peranan Kang Dede sebagai pegiat media sosial yang mendukung Jokowi bisa dibilang cukup siginifikan.
Sebagaimana dilihat dari riwayat cuitannya di Twitter, ia cukup aktif untuk menyosialisasikan program pemerintah atau petahana maupun meng-counter berbagai isu negatif yang menyerang Presiden Jokowi.
Ia bahkan mengorganisasi Tim Pemenangan Jokowi-Ma'ruf untuk berperang di udara alias di media sosial.
Baca: Apa Itu Holding BUMN Pangan yang akan Dibentuk Erick Thohir?
Irma Suryani Chaniago
Politikus Partai Nasdem Irma Suryani Chaniago diangkat menjadi ditunjuk sebagai komisaris independen PT Pelindo I pada April 2020 lalu.
Pada kontestasi Pilpres 2019, Irma merupakan salah satu Juru Bicara TKN Jokowi-Ma'ruf Amin.
Ia juga menjabat sebagai anggota Komisi IX DPR periode 2014-2019, tetapi ia gagal kembali melaju ke DPR karena kalah suara pada Pemilu 2019.
Setelah diangkat menjadi komisaris, Irma mengundurkan diri dari posisi ketua bidang tenaga kerja dan transmigrasi dalam kepengurusan DPP Partai Nasdem tahun 2019-2024.
"Saya sebagai pendiri kan tidak mungkin mundur. Jadi selama saya menjabat sebagai komisaris, saya nonaktif dari partai dan pengurus partai, karena itu syarat dari BUMN dan kami patuh pada syarat tersebut," kata Irma saat dihubungi, Selasa (22/4/2020).
Baca: Dari Gitaris Kini Jadi Komisaris, Abdee Slank Tambah Daftar Pendukung Jokowi yang Dapat Jabatan
Abdee Slank
Terbaru, gitaris Slank, Abdi Negara Nurdin yang akrab disapa Abdee Negara diangkat menjadi komisaris independan PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk pada Juamt (28/5/2021).
Abdee bersama personel band lainnya termasuk musisi yang menjadi pendukung Jokowi sejak Pilpres 2014.
Saat itu, Slank sering tampil dalam acara kampanye Jokowi.
Bahkan, Jokowi pernah mendatangi langsung markas Slank di Gang Potlot.
Abdee pun sempat terang-terangan menyatakan dukungannya untuk mantan Gubernur DKI Jakarta itu karena ia percaya Jokowi dapat mengubah Indonesia menjadi lebih baik.
"Mereka figur baru yang memiliki approach untuk membawa perubahan ya," kata Abdee
Pada Pilpres 2019, Abdee kembali turun gunung untuk memenangkan pasangan Jokowi-Ma'ruf Amin dan menyatakan dukungan yang kedua kalinya untuk Jokowi.
Ia juga ikut meramaikan konser "Konser Putih Bersatu Menuju Kemenangan Indonesia Maju Bersama Gerakan #BarengJokowi" pada 13 April 2019.
Penunjukkan Abdee Negara sebagai Komisaris Telkom dipertanyakan oleh pengamat kebijakan publik Universitas Trisakti, Trubus Rahadiansyah.
Menurut Trubus, Abdee dinilai tidak memiliki latar belakang yang sesuai dengan profil perusahaan telekomunikasi itu.
Pengangkatan ini juga dinilai tidak ada urgensinya dan tidak sesuai situasi yang ada.
Padahal, Telkom disebut Trubus memiliki sejumlah tantangan untuk memenuhi harapan public khususnya di tengah pandemic Covid-19.
Selain enam nama di atas, masih ada sejumlah nama pendukung Jokowi yang mendapat kepercayaan duduk di kursi komisaris BUMN, belum lagi yang dipercaya menjadi komisaris di anak atau cucu perusahaan BUMN.
Baca: Erick Thohir Angkat Abdee Slank jadi Komisaris Independen hingga Bambang Brodjonegoro Komut Telkom
Meski berkali-kali dikritik, praktik memberi jatah komisaris bagi pendukung Jokowi masih terus terjadi.
Aksi bagi-bagi 'kue' ini sebagian besar terjadi di periode kedua Jokowi memimpin negeri ini.
Mulai dari jajaran politikus, relawan, hingga tim sukses Jokowi-Maruf saat Pilpres kini menduduki posisi di perusahaan negara.
Banyak pihak menilai bahwa mereka yang ditunjuk untuk masuk dalam jajaran pimpinan perusahaan BUMN tak sesuai kompetensi hingga tak berpengalanan di bidangnya. (*)
Baca juga berita terkait di sini
# Jokowi # Fadjroel Rachman # BUMN # komisaris # Abdee # Erick Thohir
Reporter: Fransisca Krisdianutami Mawaski
Video Production: Bhima Taragana
Sumber: Tribun Video
Terkini Nasional
Pihak Rismon Sianipar Komentari Laporan JK: Biarkan Dulu, kan Tidak Segampang Itu Membuat LP
6 hari lalu
Terkini Nasional
Geram Dituduh Danai Ijazah Palsu Jokowi, JK Seret Rismon ke Polisi: Bawa Bukti Video Tuduhan
7 hari lalu
Terkini Nasional
Respons Pihak Rismon Dipolisikan Jusuf Kalla terkait Tuduh JK Danai Roy Suryo di Kasus Ijazah Jokowi
7 hari lalu
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.