Gak Ruwet Gak Ribet

Apa Itu Ephedra? Bahan Obat Covid-19 Lianhua Qingwen asal China yang Disetop BPOM

Rabu, 26 Mei 2021 17:34 WIB
Kompas.com

TRIBUN-VIDEO.COM - Rekomendasi produk asal China yaitu Lianhua Qingwen Capsules (LQC) yang akan masuk ke Indonesia via jalur donasi, dicabut oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).

Dikutip dari Kompas.com, berdasarkan kajian BPOM, LQC donasi tidak menahan laju keparahan Covid-19, tidak menurunkan angka kematian, dan tidak mempercepat perubahan hasil swab test.

Produk ini mengandung bahan ephedra yang masuk dalam negative list bahan obat tradisional berdasarkan ketentuan BPOM No: HK.00.05.41.1384 Tahun 2005 tentang Kriteria dan Tata Laksana Pendaftaran Obat Tradisional, Obat Herbal Terstandar, dan Fitofarmaka.

Lantas, apa itu Ephedra?

Ketua Umum Perkumpulan Dokter Pengembang Obat Tradisional dan Jamu Indonesia (PDPOTJI), dokter Inggrid Tania mengatakan, ephedra adalah nama tanaman obat dengan nama ilmiah Ephedra sinica. Sebagian besar ephedra tumbuh di China dan Rusia. Di China, ephedra dikenal dengan nama ma huang.

"Dalam dunia medis, tanaman (ephedra) ini umumnya dipakai pada pengobatan tradisional China. Karena memang sudah berabad-abad lamanya Ephedra sinica ini dipakai (di China)," kata Inggrid kepada Kompas.com, Selasa (25/5/2021).

Dikatakan Inggrid, Ephedra sinica mengeluarkan senyawa yang bernama efedrina atau efedrin.

"Nah, efedrin ini dulu pernah dipakai dalam dunia medis modern," imbuh Inggrid.

"Dalam dunia medis moden itu yang dipakai efedrinnya. Kalau dalam traditional Chinese medicine itu Ephedra sinica-nya."

Namun, saat ini senyawa efedrin sudah tidak dipakai dalam dunia medis modern karena banyak efek samping yang ditimbulkan.

Maka dari itu, banyak negara yang melarang penggunaan tanaman penghasil efedrin, yakni Ephedra sinica.

Indonesia, Malaysia, dan Amerika Serikat adalah beberapa negara yang memasukkan Ephedra sebagai negative list, artinya dilarang dipakai dalam obat tradisional.

Ephedra sangat berbahaya, dikarenakan bersifat simpatomimetik.

Menurut Inggrid, simpatomimetik dapat meningkatkan tekanan darah dan meningkatkan denyut jantung.

Akibatnya, obat dengan kandungan efedrin tidak dapat digunakan dalam jangka panjang.

Selain itu, banyak orang tidak menyadari bahwa dirinya memiliki penyakit jantung.

Dijelaskan Inggrid, ketika orang yang tidak mengetahui dirinya menderita penyakit jantung kemudian diberi obat dengan kandungan ephedra, maka akan memicu serangan jantung atau membuat irama jantung menjadi tidak teratur (aritmia) yang berujung pada kematian.

Selain meningkatkan tekanan darah dan denyut jantung, ephedra juga bisa memicu kejang.
Sehingga, obat yang mengandung ephedra atau senyawa efedrin tidak boleh digunakan penderita epilepsi.

Meski mengonsumsi ephedra dalam dosis kecil ataupun dengan dosis yang benar, tetap saja dapat menimbulkan efek samping.

Terutama pada orang-orang yang memiliki penyakit kardiovaskuler yang berhubungan dengan jantung dan pembuluh darah.

Sementara itu, di China, obat ini dipakai untuk menangani Covid-19 ringan yang disertai gejala batuk, pilek, sakit tenggorokan, dan sedikit sesak napas.

Akan tetapi, menurut Inggrid, Lianhua Qingwen ini dapat diganti dengan obat alternatif lainnya.(*)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul Apa Itu Ephedra , Bahan Obat China Covid-19 Lianhua Qingwen Donasi yang Disetop BPOM ?

Editor: Radifan Setiawan
Reporter: Falza Fuadina
Video Production: Radifan Setiawan
Sumber: Kompas.com

KOMENTAR

Video TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved