Rabu, 21 Januari 2026

APA ITU

Apa Itu Fenomena Super Blood Moon?

Senin, 24 Mei 2021 22:24 WIB
Kompas.com

TRIBUN-VIDEO.COM - Fenomena gerhana bulan "paling super" atau yang dikenal Super Blood Moon tahun ini akan terjadi pada tanggal 26 Mei 2021 mendatang.

Super Blood Moon terjadi bertepatan dengan Hari Raya Waisak.

Nah, apa itu super moon?

Dikutip dari Kompas.com, Bulan mengelilingi bumi dalam orbit elips. Setiap bulan, bulan akan melewati titik terdekat dengan bumi dan titik terjauh dari bumi.

Ketika bulan berada pada titik terdekat dengan bumi, ia disebut super moon karena tampak sangat besar dan sangat cerah.

Pengamat di berbagai wilayah di dunia bisa melihat super moon sepanjang malam, jika langit sedang cerah.

Seperti bulan purnama, super moon terbit di timur sekitar matahari terbenam dan terbenam di barat sekitar matahari terbit.

Gerhana bulan total biasanya berlangsung selama 15 menit. Oleh sebab itu, penting untuk mengetahui fasenya agar tidak melewatkan fenomena yang langka ini.

Gerhana bulan total akan terlihat dekat bulan terbenam di benua barat Amerika Serikat dan Kanada, Meksiko, sebagian Amerika Tengah dan Ekuador, Peru Barat, Chili, dan Argentina Selatan.

Jika gerhana bulan total tidak terlihat, fenomena ini masih bisa dilihat dari Studio Visualisasi Ilmiah milik NASA.

Lalu, mengapa bulan bisa berwarna merah saat gerhana?

Warna merupakan salah satu cara otak manusia untuk menafsirkan variasi sifat fisik cahaya.
Sifat yang sama menyebabkan setiap warna cahaya berperilaku berbeda saat melewati zat seperti udara.

Sinar matahari melengkung dan berhamburan saat melewati atmosfer bumi. Di udara, warna-warna di ujung biru dan ungu pelangi tersebar lebih luas daripada warna-warna seperti merah dan oranye.

Cahaya biru yang tersebar luas mewarnai langit ketika matahari berada di atas kepala atau ketika pagi hari sangat cerah.

Cahaya yang lebih merah bergerak di jalur yang lebih lurus di udara, kita hanya melihatnnya tersebar di seluruh lanngit di sekitar matahari terbit dan terbenam.

Selama gerhana bulan, sebagian cahaya pagi dan sore yang tersaring akan menembus atmosfer bumi dan akhirnya mencapai permukaan bulan.

Gerhana bulan tampak merah-oranye yang tersisa dari semua matahari terbenam dan matahari terbit yang terjadi di seluruh dunia pada saat itu.

Semakin banyak debu atau awan di atmosfer bumi, maka gerhana bulan pun akan tampak semakin merah.

Sementara itu, dilansir dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), gerhana bulan total pada 26 Mei 2021 mendatang akan mengalami fase-fase berikut ini:

1. Fase P1

Fase awal gerhana bulan dimulai pada pukul 15.46.12 WIB, 16.46.12 WITA, dan 17.46.12 WIT.

Pada fase ini, gerhana bulan melintas memotong Papua bagian tengah sehingga Provinsi Papua dapat menyaksikan seluruh proses terjadinya gerhana bulan total.

2. Fase U1

Fase gerhana bulan sebagian dimulai pukul 16.44.38 WIB, 17.44.38 WITA, dan 18.44.38 WIT.

Pada fase ini, gerhana bulan melintas memotong Pulau Sulawesi dan Nusa Tenggara sehingga kedua wilayah tersebut dapat menyaksikan fenomena ini.

3. Fase U2

Fase gerhana bulan total dimulai pada pukul 18.09.21 WIB, 19.09.21 WITA, dan 20.09.21 WIT.

Pada fase ini, gerhana bulan total melintas memotong Provinsi Riau dan Sumatera Barat sehingga seluruh pengamat di Indonesia dapat menyaksikan fase ini, kecuali sebagian wilayah Riau, Sumatera Barat, Sumatera Utara, dan Aceh.

4. Fase puncak

Fase puncak gerhana bulan total terjadi pada pukul 18.18.43 WIB, 19.18.43 WITA, dan 20.18.43 WIT.

Fase ini dapat disaksikan di seluruh wilayah Indonesia, kecuali sebagian kecil wilayah di Riau, sebagian Sumatera Barat, Sumatera Utara, dan Aceh.

5. Fase U3

Fase gerhana bulan total berakhir pada pukul 18.28.05 WIB, 19.28.05 WITA, dan 20.28.05 WIT.

Fase ini melintas membelah Sumatera Utara dan masih bisa disaksikan di seluruh wilayah Indonesia, kecuali sebagian wilayah Sumatera Utara dan Aceh.

6. Fase U4

Fase gerhana bulan sebagian berakhir pada pukul 19.52.48 WIB, 20.52.48 WITA, dan 21.52.48 WIT. Fase ini masih bisa disaksikan di seluruh wilayah Indonesia.

7. Fase P4

Fase gerhana bulan berakhir pada pukul 20.51.14 WIB, 21.51.14 WITA, dan 20.51.14 WIT. Fase ini masih bisa disaksikan di seluruh wilayah Indonesia.

Seluruh proses gerhana pada 26 Mei 2021, sejak fase P1 hingga fase P4, akan berlangsung selama 5 jam, 5 menit, 2 detik.

Sedangkan proses gerhana bulan total, sejak fase U2 hingga fase U3, akan berlangsung selama 18 menit 44 detik.(Kompas.com/Lulu Lukyani)

# Super Blood Moon # super moon # Supermoon # bulan # Gerhana Bulan Total 26 Mei 2021 # Gerhana Bulan Total\

Baca berita lainnya terkait Super Blood Moon

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul Kenapa Gerhana Bulan Total Berwarna Merah?

Reporter: Falza Fuadina
Sumber: Kompas.com

Video TERKINI

© 2026 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved