Yandex

Terkini Daerah

Inilah Sosok Dukun Penghasut Orangtua untuk Merukiah Anaknya, Pelaku Sering Tawarkan 'Ilmu' ke Warga

Jumat, 21 Mei 2021 08:51 WIB
Tribun Jabar
Editor: Panji Anggoro Putro | Video Production: Danang Risdinato

TRIBUN-VIDEO.COM - Terungkap sudah sosok dukun H yang menghasut pasangan suami istri di Temanggung untuk membunuh anaknya yang baru 7 tahun.

Bocah berinisial A itu dibenamkan ke bak mandi berulang kali oleh kedua orangtuanya serta dukun tersebut untuk menjalani ritual ruwatan .

Nahas, sang bocah perempuan itu tewas.

Baca: Kades di NTT Berusaha Tutupi Kasus Korupsi dengan Minta Bantuan Dukun, Berharap Tak Ketauan

Ironisnya, jasad sang bocah dibiarkan tergeletak di kamar tidurnya selama 4 bulan terakhir sehingga saat ditemukan warga, tinggal tulang dengan kulit sudah mengering.

Jasad A (7) tahun sebelumnya ditemukan warga tergeletak di atas ranjang dalam kondisi tersisa hanya kulit dan tulang pada Minggu (16/5/2021) malam.

Polisi menyebut, mayat korban sengaja disimpan orangtuanya sejak 4 bulan yang lalu, sebagai bagian dari ritual ruwat.

Dukun H yang dikenal sebagai orang pintar menyarankan sang bocah diruwat agar tidak nakal.

Setelah meninggal, mayat korban sengaja disimpan orangtuanya sejak 4 bulan yang lalu, sebagai bagian dari ritual ruwatan .

Polisi menyebut, mayat korban sengaja disimpan orangtuanya sejak 4 bulan yang lalu, sebagai bagian dari ritual ruwatan .

Polres Temanggung pun terus mendalami kasus dugaan pembunuhan terhadap bocah A.

Baca: Pemuda di Ogan Komering Ilir Bunuh Tetangga karena Racun Rumput, Tusukkan Sajam ke Korban 2 Kali

Polisi telah memeriksa empat orang dalam kasus tewasnya bocah perempuan tersebut.

Mereka adalah ayah korban (M), ibu korban (S) dan tetangga korban (H dan B).

Hasil pemeriksaan sementara polisi, orangtua bocah itu terpengaruh bujukan dukun H.

Beroperasi Lima Tahun

Dua dukun, H dan B yang menyebabkan bocah A (7) meninggal dunia ternyata sudah lima tahun beroperasi.

Keterangan tersebut disampaikan oleh Sugeng, kepala Desa Bejen, Temanggung, Jawa Tengah.

Setiap saat H dan B berkeliling menawarkan jasa ilmu perdukunannya itu ke masyarakat Bejen.

Namun, berdasarkan pengakuan Sugeng tidak ada yang percaya, karena kemampuan H dan B belum terbukti sama sekali di mata masyarakat Bejen.

"Ini kejadian luar biasa buat kami.

"Orangtua korban ini kan sebenarnya juga sama-sama korban."

"Memang dua orang H dan B ini yang bertanggung jawab atas kematian A," katanya, kepada Tribun Jogja, Rabu (19/5/2021)

Ia menambahkan, H dan B sudah membuka praktik perdukunan sekitar lima tahun.

"Sudah lima tahun mereka menjalankan praktik dukun. Ya hanya pengen kondang saja, diakui masyarakat. Tapi ya gitu, gak ada masyarakat yang percaya," tambahnya.

Baca: Penampakan Dukun dan Orangtua yang Bunuh Bocah dan Membiarkan Jasadnya Mengering di Temanggung

Ia pun mengetahui jika B dan H telah mempelajari ilmu perdukunan untuk mendapat pengakuan dari masyarakat.

Adanya kejadian ini, Sugeng selaku kepala desa mengimbau kepada masyarakat untuk tetap berhati-hati dan selalu waspada apabila ada kejanggalan dilingkungan sekitar.

"Saya mengimbau masyarakat supaya hati-hati, baik itu dengan praktik supranatural atau sejenisnya. Karena dunia penipuan sedang marak sekali, dan kami sangat terpukul atas kejadian ini," pungkasnya. (*)

Baca juga berita terkait di sini

Artikel ini telah tayang di TribunJabar.id dengan judul Ini Dia Sosok Dukun yang Hasut Suami Istri Bunuh Anaknya untuk Ritual Ruwat, Dikira Kerasukan

# dukun # Temanggung # ruwatan # Polres Temanggung # pembunuhan

Sumber: Tribun Jabar
Tags
   #dukun   #Temanggung   #ruwatan   #Polres Temanggung   #pembunuhan

VIDEO TERKAIT
KOMENTAR

Video TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved