Yandex

TRIBUNNEWS UPDATE

Pengakuan Eks Tentara Israel Pilih Membelot dan Bela Palestina, Ungkap Bobrok Komandan Militernya

Selasa, 18 Mei 2021 09:26 WIB
Tribunnews.com

TRIBUN-VIDEO.COM - Mantan pilot Angkatan Udara Israel membagikan kisahnya, memilih membelot dari Israel dan memutuskan untuk mendukung Palestina.

Ia juga membuat pengakuan bagaimana kejamnya komandan militer Israel hingga bertubi-tubi menyerang Palestina.

Akibat pembelotan itu, sang tentara langsung diberhentikan dan dipecat dari angkatan udara Israel.

Dikutip dari Tribunnews.com, sosok bernama Yonatan Shapira ini diketahui diberhentikan dari pilot AU pada tahun 2003 silam.

Setelah memutuskan untuk mendukung Palestina, Shapira juga melakukan kampanye untuk tidak patuh pada perintah melakukan penyerangan terhadap Palestina.

Akibat kampanyenya itu, ia dan 27 pilot militer lainnya kemudian dipecat.

Tak hanya itu, setelah dipecat, Shapira juga diberhentikan dari semua pekerjaan akibat aksi pro Palestina.

Kini Shapira memilih untuk pindah ke Norwegia dan melanjutkan hidup di sana.

Saat ditanyai, Shapira menuturkan ia semula tak sadar bahwa masuk tentara Israel ia akan menjadi 'organisasi teroris'.

Ia baru sadar ketika angkatan udara Israel kemudian meneror jutaan warga Palestina.

Baca: Pemuda Palestina Tewas Dibunuh Polisi Israel setelah Tabrak Empat Petugas, Seorang Reporter Diserang

Baca: Pengakuan Pembuat Video Tiktok Hina Palestina, Lihat Tampangnya saat Minta Maaf: Harusnya Israel

"Saya menyadari selama Intifada kedua apa yang dilakukan Angkatan Udara Israel dan militer Israel adalah kejahatan perang, meneror populasi jutaan orang Palestina," katanya.

Setelah menyadari hal itu, ia lantas mengajak beberapa rekannya tak patuh pada perintah sang komandan.

"Ketika saya menyadari itu, saya memutuskan untuk tidak hanya pergi tetapi untuk mengajak pilot lain secara terbuka untuk menolak mengambil bagian di dalam kejahatan ini," katanya.

Shapira juga mengaku, banyak anak anak di Israel yang dibesarkan dalam militer yang kuat.

Mereka bahkan dikirim melempar rudal dan bom di pusat kota Palestina.

"Sebagai seorang anak di Israel, Anda dibesarkan dalam pendidikan militeristik Zionis yang sangat kuat. Anda hampir tidak tahu apa-apa tentang Palestina."

"Mereka dikirim untuk melempar rudal dan bom di pusat kota Palestina. Pada titik tertentu, saya menyadari bahwa ini adalah tindakan terorisme," katanya.

Shapira juga menjelaskan, kebijakan Israel pada Palestina adalah sebuah kejahatan perang.

Mantan tentara Israel itu mengatakan jika dia ingin melindungi, maka dia memilih berada di samping Palestina.

"Saya dipecat dari semua perusahaan tempat saya bekerja di Israel dan itu juga sulit bagi saya, karena saya mendukung perjuangan Palestina dan karena saya memberikan ceramah di seluruh dunia karena saya adalah bagian dari Boycott, Divestment and Sanctions (BDS)," ungkapnya.

(Tribun-Video.com)

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Eks Tentara Israel Bela Palestina: Pemerintah Israel dan Komandan Militer adalah Penjahat Perang

# Norwegia  # Palestina # Israel # Angkatan Udara

Editor: Aprilia Saraswati
Reporter: Nila
Video Editor: Gianta Firmandimas Adya Mahendra
Sumber: Tribunnews.com
Tags
   #Israel   #Palestina   #Angkatan Udara   #Norwegia
VIDEO TERKAIT
KOMENTAR

Video TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved