Senin, 8 Juni 2026

Terkini Nasional

Malinau Diterjang Banjir Terparah, Hunian Rusak Parah, Ratusan Keluarga Terdampak

Senin, 17 Mei 2021 22:41 WIB
Tribun Kaltara

TRIBUN-VIDEO.COM, MALINAU - Sejak pagi tadi, air mulai surut hampir di seluruh wilayah yang terdampak bencana banjir di Kabupaten Malinau.

Data BPBD Malinau, sejumlah kecamatan yang terdampak bencana banjir diantaranya Kecamatan Malinau Utara, Malinau Barat, Malinau Kota, Mentarang dan Mentarang Hulu.

Data sementara, sekira 16 desa yang tersebar di sejumlah daerah kecamatan Kabupaten Malinau.

Ratusan keluarga terdampak bencana banjir besar tersebut.

Bupati Malinau, Wempi W Mawa menuturkan, bencana banjir yang terjadi kemarin merupakan banjir terbesar sejak kurun waktu 20 tahun terakhir.

"Dalam kurun waktu 20 tahun terakhir, ini merupakan banjir terbesar yang terjadi di Kabupaten Malinau," ujarnya, Senin (17/5/2021).

Menurut Wempi W Mawa, satu-satunya cara mengurangi jumlah kerugian akibat banjir adalah dengan membangun permukiman di wilayah dataran tinggi.

Hindari membangun rumah dan tempat tinggal di wilayah pesisir sungai.

Hal ini disebutnya sebagai langkah tepat mitigasi banjir.

Baca: 4 Nagari Terdampak Banjir di Rahul Tapan, Camat: Binjai Tapan dan Kampung Tengah Tapan Paling Parah

"Hindari membangun di wilayah pesisir sungai. Bangunlah rumah di daerah dataran tinggi. Ini adalah langkah tepat mengurangi risiko banjir," katanya.

Kemarin, Bupati bersama pejabat FKPD Malinau memantau permukiman warga terdampak banjir di pesisir Sungai Mentarang.

Meliputi 6 titik banjir yang tersebar di 5 desa, diantaranya Desa Paking, Long Bisai, Harapan Maju, Gafid dan Pulau Sapi.

Saat menyalurkan perbekalan makanan dan obat-obatan kepada korban banjir, Wempi W Maw menyampaikan kepada masyarakat terkait langkah pemerintah daerah untuk meringankan beban yang diderita korban.

Menurutnya, kunjungan rombongannya tepat pada hari terjadinya banjir tersebut untuk melihat kondisi dan wilayah masyarakat terdampak banjir.

"Kami turun ke daerah-daerah terdampak banjir untuk melihat secara riil kondisi di lapangan. Sekaligus menyalurkan sembako.

Nanti kita akan utus tim khusus untuk mendata langsung kisaran angka kerugian akibat bencana ini. Warga kami minta bersabar, kami akan berusaha semampu kami," ungkapnya.

Sementara itu, Warga Desa Harapan Maju, Makmun mencerirakan sejak dirinya tinggal di wilayah tersebut, baru kali ini banjir besar menerjang permukiman penduduk.

Menurut informasi, banjir besar pernah terjadi pada sekira tahun 1997.

Banjir merendam permukiman warga hingga ke langit-langit rumah.

"Selama saya di sini, kurang lebih 18 tahunan, itu belum pernah ada banjir sebesar ini. Katanya terakhir tahun 1997," ungkapnya.

Makmun sekeluarga kehilangan tempat tinggal karena rumahnya rusak dihempas hunian lain yang hanyut terseret arus sungai.

Di Kecamatan Mentarang, bencana banjir melanda sepanjang wilayah masyarakat di pesisir sungai.

Meliputi Desa Pulau Sapi, Long Bisai, Harapan Maju, Gafid dan Paking.

Hingga saat ini kondisi dikabarkan telah pulih di daerah tersebut.

Warga meminta agar pemerintah daerah dapat meringankan beban yang dihadapi korban.

Khususnya bagi mereka yang kehilangan rumah akibat rusak dan hanyut diterjang banjir.(Mohammad Supri)

# banjir # Malinau # Kaltara

Editor: fajri digit sholikhawan
Sumber: Tribun Kaltara

Tags
   #banjir   #Malinau   #Kaltara

Video TERKINI

© 2026 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved