Yandex

Terkini Daerah

Warga Budha Gelar Patroli Keamanan Salat Ied di Banjarnegara

Jumat, 14 Mei 2021 16:41 WIB
Tribun Jateng

TRIBUN-VIDEO.COM, BANJARNEGARA - Suasana salat Idulfitri di Desa Aribaya, Kecamatan Pagentan, Banjarnegara, terasa lebih tenang, Kamis (13/5/2021).

Sekitar 30 orang berseragam rompi abu-abu berjaga saat mereka khusyuk menjalankan salat.

Ada yang bersiaga di masjid dan lapangan, tempat umat Islam menjalankan salat.

Sebagian lain berpatroli berkeliling desa untuk memantau kondisi lingkungan.

Mereka adalah warga nonmuslim yang tergabung dalam Satgas Keluarga Buddhayana Indonesia (KBI) Wihara Metta Mandala dari Dukuh Pringamba, Desa Aribaya.

"Pengamanan kami lakukan di lokasi salat serta di pemukiman warga," kata Haryono, Pengurus Wihara Metta Mandala Dusun Pringamba Desa Aribaya, Kecamatan Pagentan, Kamis.

Haryono mengungkapkan, pengamanan dilakukan lantaran pencurian kerap terjadi saat umat Islam fokus menjalankan salat Id di masjid atau lapangan.

"Sebelumnya, rumah sering dimasuki pencuri sehingga warga kurang tenang menjalankan salat Id," katanya.

Atas keprihatinan itu, komunitas umat Budha ini pun sepakat membentuk Satgas. Ada 35 relawan yang bergabung untuk mengamankan desa dan tempat pelaksanaan ibadah salat Id.

Mereka dibagi dalam empat tim yang berkeliling ke empat dusun yang ada, untuk memantau situasi keamanan lingkungan.

Mereka menyisir lingkungan rumah-rumah umat Muslim untuk memastikan tempat tinggal saudaranya itu aman dari segala gangguan.

"Kami keliling, pantau di pekarangan, kebun, terutama tempat-tempat yang rawan," katanya.

Aksi kepedulian Umat Budha ini ternyata disambut positif umat Islam.

Mereka kemudian menyediakan tempat-tempat istirahat bagi para relawan dari agama lain itu. Termasuk, hidangan atau makanan untuk dinikmati relawan di sela menjalankan tugas kemanusiaan.

"Kami ingin memberikan rasa aman bagi umat Islam sehingga mereka tenang dalam menjalankan ibadah," katanya.

Haryono mengatakan, kegiatan sosial semacam ini rutin dilakukan.

Bahkan, bukan hanya saat perayaan Idulfitri, mereka juga membantu umat Muslim di desa tersebut di perayaan hari-hari besar keagamaan lain.

Haryono mengatakan, pihaknya menyadari keberagaman adalah keniscayaan.

Karenanya, perbedaan tak pernah menjadi sumber permasalahan. Mereka saling menghormati dan tolong menolong untuk urusan kemanusiaan atau sosial.

Hal sama juga ditunjukkan umat Islam saat umat Budha di desanya merayakan hari besar keagamaan, khususnya Waisak.

Umat Islam di desanya banyak membantu persiapan acara, mulai tempat pelaksanaan hingga pendirian panggung untuk perayaan.

"Kalau umat Islam merasa aman, kami juga senang. Kami, selaku umat, selalu bersatu dalam kegiatan kemanusiaan sehingga tidak ada konflik, tidak ada perpecahan," katanya.

Tokoh Agama Islam Desa Aribaya Ahmad Muhidin mengaku bersyukur dan berterima kasih kepada umat Budha yang membantu mengamankan lingkungan saat warga Islam fokus menjalankan ibadah salat Idulfitri.

Ia memuji kepedulian warga Budha di Desa Aribaya yang telah ikhlas mencurahkan tenaga, pikiran, hingga harta untuk membantu umat Islam yang tengah merayakan Lebaran.

Di hari yang fitri tersebut, ia mewakili umat Islam di desanya, meminta maaf kepada umat Budha jika dalam keseharian ada kekhilafan atau kekurangan yang tidak berkenan di hati.

"Untuk hubungan sesama manusia, saya mewakili umat Muslim, jika dalam setahun ini ada perkataan atau perilaku yang kurang berkenan, mohon maaf sebesar-besarnya," kata Muhidin. (*)

Artikel ini telah tayang di TribunBanyumas.com dengan judul Indahnya Toleransi di Aribaya Banjarnegara, Warga Budha Gelar Patroli Keamanan saat Muslim Salat Id

Editor: Radifan Setiawan
Sumber: Tribun Jateng
VIDEO TERKAIT
KOMENTAR

Video TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved