Yandex

HOT TOPIC

Rentetan Serangan Israel di Gaza, Hujan Roket di Langit Palestina hingga Komandan Senior Hamas Tewas

Kamis, 13 Mei 2021 22:06 WIB
Tribunnews.com
Editor: Dita Dwi Puspitasari | Reporter: Fina RakhmatulMaula | Video Production: Sekar Manik Pranita

TRIBUN-VIDEO.COM - Malam Idul Fitri yang seharusnya penuh kedamaian dan sukacita menjadi mencekam di Gaza.

Tak ada malam yang semarak, belanja dan restoran yang ramai pada malam terakhir Ramadan umumnya.

Jalanan Kota Gaza menyerupai kota hantu, orang-orang berkerumun di dalam ruangan.

Langit Gaza pun menjadi gelap, dengan pilar asap yang memenuhi langit akibat dari serangan udara sepanjang hari.

Rentetan serangan udaran yang dilancaran oleh Israel di Jalur Gaza, sejak matahari terbit pada Rabu (12/Mei/2021)

Pejabat Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dan Mesir mengatakan bahwa upaya gencatan senjata sedang dilakukan, tetapi tidak ada tanda-tanda kemajuan.

Letusan kekerasan yang terjadi hingga saat ini dimulai sebulan lalu di Yerusalem.

Saling Berbalas Dan Picu Pertempuran

Polisi Israel selama bulan suci Ramadhan melakukan tindakan keras, setelah ancaman penggusuran puluhan keluarga Palestina oleh pemukim Yahudi memicu protes dan bentrokan dengan polisi.

Titik fokusnya adalah Masjid Al-Aqsa, yang dibangun di atas kompleks puncak bukit yang dihormati oleh orang Yahudi dan Muslim.

Di lokasi itu Polisi Israel menembakkan gas air mata dan granat, ke arah pengunjuk rasa yang melemparkan kursi dan batu ke arah mereka.

Kemudian, pada Senin 10 Mei 2021, Hamas, yang mengaku membela Yerusalem, meluncurkan rentetan roket dari Gaza, hingga memicu pertempuran beberapa hari terakhir.

Pemimpin faksi Ismail Haniyeh menyatakan, Israel sendiri yang memulai masalah dengan membuat ketegangan di Yerusalem.
Faksi tersebut mengeklaim sudah meluncurkan 210 roket ke arah Tel Aviv dan sejumlah daerah pinggiran lainnya.

Warga pun berhamburan untuk menyelamatkan diri ke bangunan anti-serangan udara.

Seperti dilansir AFP dan Channel News Asia, Selasa (11/5/2021), setidaknya 20 orang tewas.

Termasuk sembilan anak-anak dan seorang komandan senior Hamas, serta 65 lainnya terluka, kata pihak berwenang Gaza.

Israel Janji, Hamas Akan Bayar Mahal

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu memperingatkan Hamas telah melewati "garis merah" dengan mengarahkan rudal ke arah Yerusalem dan negara Yahudi akan "merespons dengan kekuatan".

Ia menyebut bahwa Hamas akan "membayar mahal" di tengah konflik yang makin memanas di Gaza.

"Negeri Zionis" tersebut telah menghancurkan bangunan yang diyakini digunakan oleh faksi Palestina, Hamas. Pada selasa 11 Mei 2021

Dikutip dari Tribun-Bali.com, Netanyahu menyatakan saat ini mereka mendapat tantangan yang berat.

"Hamas dan Islam Jihad akan membayar dengan sangat mahal atas segala sikap bermusuhan mereka," ancam Netanyahu.

Konflik ini merupakan yang terpanas dari kedua kubu sejak 2014, seperti diberitakan Sky News Rabu (12/4/2021).

Hal ini, mendorong kekhawatiran internasional bahwa situasinya dapat meningkat menjadi di luar kendali.

Tewasnya Senior Hamas

Israel mengatakan jet-jetnya telah menyerang dan menewaskan beberapa pemimpin intelijen Hamas pada awal hari Rabu.

Serangan lain menargetkan situs peluncuran roket, kantor Hamas dan rumah para pemimpin Hamas.

Hal itu adalah serangan terberat antara Israel dan Hamas sejak perang 2014 di Gaza.

Serangan tersebut menewaskan sebanyak 10 tokoh militer senior Hamas dan menjatuhkan sepasang menara bertingkat tinggi yang menampung fasilitas Hamas dalam serangkaian serangan udara.

Hamas membenarkan tewasnya tujuh militan, dan mengakui bahwa seorang komandan tertinggi dan beberapa anggota lainnya tewas.

Sementara, Israel melaporkan, tujuh orang tewas, empat orang yang tewas diantaranya pada Rabu (12/5/2021).

Korban termasuk seorang tentara yang terbunuh oleh rudal anti-tank dan seorang anak berusia 6 tahun yang terkena serangan roket.

Baca: Gaza Bak Kota Hantu setelah Dibombardir 24 Jam, 1.500 Roket Hiasi Langit Malam Idul Fitri

Dikecam PBB

Militer Israel mengatakan, militan Hamas telah menembakkan sekitar 1.500 roket hanya dalam tiga hari.

Jumlah tersebut merupakan sepertiga jumlah yang ditembakkan selama seluruh perang 2014.

Israel, dalam periode yang sama, telah menyerang lebih dari 350 sasaran di Gaza.

Sebuah wilayah kecil di mana 2 juta warga Palestina tinggal di bawah blokade Israel-Mesir, sejak Hamas mengambil alih kekuasaan pada tahun 2007.

Kepala PBB Antonio Guterres mengutuk peluncuran roket tanpa pandang bulu dari daerah sipil di Gaza menuju pusat populasi Israel.

Akan tetapi, ia juga mendesak Israel untuk menunjukkan pengendalian maksimum.

Sementara itu, AP melaporkan Menteri Luar Negeri AS Antony J Blinken menelepon Netanyahu untuk mendukung hak Israel untuk membela diri.

Dia mengatakan telah mengirim seorang diplomat senior ke kawasan itu untuk mencoba meredakan ketegangan.

Momen Idul Fitri, yang seharusnya penuh kedamaian berubah mencekam di Gaza.

Pilar asap penuhi langit Gaza akibat serangan udara sepanjang hari.

Rentetan serangan udara yang dilancarkan Israel sejak rabu pagi hingga kini, kian memanas.

Taktik Israel serang gedung bertingkat, hingga targetkan anggota senior militer hamas.

PPB mengutuk peluncuran roket dari arah Gaza.

Namun, juga desak Israel untuk lakukan mengendalikan. (*)

Baca berita terkait lainnya

Sumber: Tribunnews.com
Tags
   #Israel   #Palestina   #Hamas   #roket   #PBB   #Yahudi   #Gaza
VIDEO TERKAIT
KOMENTAR

Video TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved