Yandex

Terkini Daerah

Hilal Tak Tampak, Hari Ini Tetap Puasa, Wali Kota Tarakan: "Panasi Buras Kembali!"

Rabu, 12 Mei 2021 11:32 WIB
Tribun Kaltara

TRIBUN-VIDEO.COM, TARAKAN - Pemantauan hilal penetapan 1 Syawal 1442 Hijriah dilaksanakan serentak di masing-masing wilayah di seluruh Indonesia. Tak terkecuali pula di Kota Tarakan.

Pemantauan hilal digelar Kantor Kemenag RI Kota Tarakan dan turut pula dihadiri langsung Wali Kota Tarakan, dr. Khairul, M.Kes, Selasa (11/5/2021).

Pemantauan hilal dilakukan di Taman Berlabuh Kota Tarakan, saat matahari terbenam.

Rukyatul hilal sendiri dikatakan Wali Kota Tarakan, dr.Khairul, M.Kes, bagian dari tata cara sunnah Rasulullah SAW. Jika tak bisa melihat titik derajat hilal maka digenapkan menjadi 30 hari pelaksanaan ibadah puasa.

"Sehingga apapun itu, karena bagian ritual pemerintah maka harus dilakukan," beber dr. Khairul, M.Kes.

Ia melanjutkan, pelaksanaan rukyatul hilal di hari ke-29 hari ini belum berbuah hasil. Sehingga lusa baru bisa melaksanakan Idulfitri.

"Kemungkinan buras yang sudah dibungkus ini mau tidak mau dipanasi kembali," urai Wali Kota Tarakan yang dikenal hobi berguyon ini.

Ia melanjutkan, rukyatul hilal ini menandakan Ramadan akan segera pergi. Dan sebentar lagi akan dilaksanakan hari kemenangan umat Islam yakni pelaksanaan 1 Syawal Idulfitri 1442 Hijriah.

"Saya atas nama pribadi memohon maaf kepada semuanya. Kepada masyarakat, dalam pergaulan kurang berkenan. Mudahan kita semua masih bisa bertemu di Ramadan berikutnya," harapnya.

Sementara itu di lokasi yang sama, dikatakan Kepala Kantor Kemenag RI, H.Shaberah, sama seperti tahun-tahun sebelumnya, pemantauan hilal kali ini kembali terhalang oleh awan tebal yang berlokasi di bagian barat Tarakan.

Sehingga, lanjut H. Shaberah, kemungkinan untuk melihat hilal sangat kecil.

Baca: Mudik Lebaran di Wilayah Provinsi Kaltara Diperbolehkan, Begini Penjelasan DInas Perhubungan

Baca: Tak Hanya Pembatasan Arus Mudik, Dirlantas Polda Kaltara Juga Awasi Pengunjung Objek Wisata

"Alasannya, sesuai laporan BMKG Kota Tarakan, mines lima derajat. Sementara kalau dia di bawah dua derajat saja sudah sulit terlihat hilalnya," ungkap H. Shaberah.

Namun ini adalah tugas rutin yang harus dilaksanakan Kemenag Tarakan. Harus rukyat dan wajib dilaksanakan seluruh kantor Kemenag di daerah.

"Siapa tahu ada yang berhasil melihat hilalnya. Kalau ada keajaiban hari ini walaupun mines lima derajat, besok sudah bisa lebaran," urainya bercanda.

Lebih lanjut ia membeberkan, keputusan pelaksanaan Idulfitri esok hari diserahkan sepenuhnya dari hasil sidang isbat di Kemenag RI hari ini.

Jika memang tidak ada instruksi dari pemerintah pusat maka puasa umat Islam dibulatkan menjadi 30 hari.

Artinya esok hari pada Rabu (12/5/2021) masih harus menjalankan puasa. Barulah pada Kamis (13/5/2021) pelaksanaan salat Idulfitri 1442 Hijriah.

"Artinya pelaksanaan Idulfitrinya bersamaan dan mudahan bisa lebih meriah kalau salatnya bersama-sama," urai H. Shaberah.

Lebih lanjut dikatakan H. Shaberah, rukyatul hilal 1 Syawal 1442 Hijriah ini sesuai instruksi Dirjen Bimas Islam Kemenag RI.

Ia melanjutkan berdasarkan paparan dari BMKG Tarakan, perhitungan hilal melihat saat matahari mulai terbenam perkiraan berkisar antara mines lima derajat. Adapun perkiraan esok hari pada saat matahari terbenam yaitu lima derajat.

Pemantaun hilal di Tarakan dihadiri perwakilan BMKG Kota Tarakan, Ketua MUI Tarakan, sejumlah ketua Ormas Islam, pengurus cabang NU, Muhammadiyah, Wahdah Islamiah dan organisasi Islam lainnya. Kegiatan rukyatul hilal hari ini dirangkai buka dan salat Magrib bersama.(*)

# Wali Kota Tarakan # Hilal # Kemenag # Kota Tarakan

Editor: Aprilia Saraswati
Video Editor: Andheka Malestha
Sumber: Tribun Kaltara
Tags
   #Kota Tarakan   #Kemenag   #Hilal   #Wali Kota Tarakan
VIDEO TERKAIT
KOMENTAR

Video TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved