Yandex

Travel

Fakta Burayot, Kue Tradisional Garut yang Sering Disajikan saat Lebaran

Rabu, 12 Mei 2021 09:02 WIB
TribunTravel.com

TRIBUN-VIDEO.COM - Bagi kamu yang tinggal di Garut pasti tidak asing dengan burayot.

Burayot merupakan satu kuliner tradisional khas Garut.

Burayot banyak ditemukan di kawasan Leles, Kadungora, dan Wanaraja.

Rasanya yang manis dan gurih membuat burayot disukai banyak orang.

Burayot atau ngaburayot dalam bahasa Sunda memiliki arti yaitu bergelantungan.

Burayot terbuat dari gula merah, minyak kelapa, kacang tanah, dan beras merah.

Proses pembuatannya pun tidak sulit, pertama-tama, tumbuk beras merah menjadi tepung beras.

Gula merah terlebih dahulu dicairkan.

Sementara kacang merah digoreng tanpa minyak atau dalam bahasa Sunda di-sangrai.

Setelah itu kacang ditumbuk sampai halus.

Kacang merah dan tepung beras yang sudah halus kemudian dimasukan kedalam cairan gula merah yang sudah dicairkan dan didinginkan.

Kemudian bahan ini dibuat adonan dengan cara diaduk sampai tercampur rata lalu dicetak untuk kemudian digoreng menggunakan wajan.

Setelah matang kemudian ditiriskan.

Saat ditiriskan dari wajan, makanan ini harus diangkat dengan menggunakan penusuk bambu.

Karena sifatnya yang lembek itulah ketika diangkat menggunakan penusuk bambu maka akan terlihat ngaburayot atau bergelantung.

Dari situlah makanan ini disebut Burayot.

Menjelang Lebaran biasanya kue ini di produksi di tiap Rumah untuk di konsumsi sendiri di saat Lebaran tiba.

Ada juga yang di produksi khusus untuk di jual dengan jumlah produksi yang cukup besar, biasanya memenuhi pesanan menjelang Lebaran. (*)

Artikel ini telah tayang di TribunTravel.com dengan judul Fakta Burayot, Kue Tradisional Garut yang Sering Disajikan Saat Lebaran

Editor: Tri Hantoro
Video Editor: Ignatius Agustha Kurniawan
Sumber: TribunTravel.com
Tags
   #burayot   #kue tradisional   #Garut
VIDEO TERKAIT
KOMENTAR

Video TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved