Sabtu, 25 April 2026

HOT TOPIC

Jebolnya Pos Kedungwaringin, Ribuan Pemudik Lawan Arus hingga Ada Provokator yang Tantang Polisi

Selasa, 11 Mei 2021 22:06 WIB
Tribunnews.com

TRIBUN-VIDEO.COM - Ribuan pemudik kembali lolos di Pos Penyekatan Kedungwaringin, Bekasi, Jawa Barat, Selasa (11/5/2021) dini hari.

Para pemudik yang didominasi pemotor bisa melewati pos penyekatan menuju Karawang sekitar pukul 02.20 WIB.

Sejumlah pemudik yang menggunakan motor sempat menggeber-geber motor saat melintasi pos penyekatan.

Para pemotor terlihat dari berbagai daerah di luar Jakarta. Adapun pelat motor yang terpantau, yaitu B, F, G, D, E, dan T.

Kejadian serupa juga terjadi pada Minggu (9/5/2021) malam.

Ribuan pemudik yang mengendarai sepeda motor menjebol barikade penyekatan di Jalur Pantura Kedungwaringin.

Laporan Warta Kota, jumlah sepeda motor yang membeludak membuat kemacetan parah.

Petugas gabungan yang berjaga tampak kewalahan dengan berjubelnya para pemudik yang memadati dua jalur.

Paksa Lawan Arus, Buat Kemacetan

Warta Kota melaporkan, banyaknya sepeda motor yang memadati area penyekatan di Keduwaringin menimbulkan kemacetan parah di daerah tersebut.

Situasi semrawut karena kemacetan itu membuat kendaraan lain tidak bergerak sepanjang 5 kilometer.

Selain jumlah kendaraan, pemicu kemacetan lainnya adalah sejumlah pengendara motor yang nekat melawan arus demi menghindari pos penyekatan.

Alhasil, para pemudik memadati dua jalur di pos penyekatan tersebut.

Blokade jalan Petugas semakin kesulitan untuk meminta kendaraan putar balik lantaran banyak pengendara motor yang berani menentang.

Dalam laporan Kompas TV, tampak polisi dengan tegas meminta pengemudi motor yang datang dari arah Bekasi menuju Karawang untuk putar arah.

Namun, para pemudik itu tidak terima dihalau oleh petugas.

Bahkan, para pengendara motor itu membuat blokade jalan arah Bekasi.

Kondisi tersebut memperparah kemacetan di lokasi dan petugas semakin kesulitan menangani pemudik.

Sehingga, banyak pengendara motor yang langsung tancap gas dan menerobos penjagaan saat petugas terlihat kewalahan.

Cemas situasi semakin parah, polisi pun membuka barikade penyekatan sehingga pemudik dapat melewati pos tersebut.

"Guna mengurai kemacetan, kami membuka pos penyekatan," kata Kapolres Metro Bekasi Kombes Hendra Gunawan.

"Ini karena terlalu padat, antrean juga sudah hampir sekitar 5 Km lebih, baik antrean motor maupun mobil, jadi kita buka sementara," lanjutnya.

4 Provokator Ditangkap

Kesemrawutan di Pos Kedungwaringin tersebut diduga karena ada sejumlah pemudik yang menjadi provokator.

Empat pemudik diamankan petugas lantaran diduga menjadi provokator penerobos penyekatan.

Hal tersebut menimbulkan keributan di antara petugas dan pemudik.

Dalam tayangan Kompas TV, terlihat petugas beradu mulut dengan terduga provokator.

Sorak sorak hingga teriakan dari pemudik membuat petugas mengamankan sejumlah orang yang menjadi provokator dan menantang petugas itu.

"Kamu ini jangan teriak-teriak, kamu provokator. Bawa-bawa," kata perwira polisi di lokasi.

Sementara itu, ada pemudik lain yang mencoba menolong pihak yang tertangkap.

Ada pula terduga provokator yang melawan polisi saat coba diamankan.

Kasatlantas Polres Metro Bekasi, AKBP Ojo Ruslani menjelaskan mereka dibawa ke Posko Penyekatan guna dilakukan pendataan serta pembinaan.

"Kita balikan lagi, didata jika kedapatan melakukan hal serupa bakal dilakukan penindakan," kata Ojo.

Pos Penyekatan dan Personel Ditambah

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Yusri Yunus menegaskan, pihaknya menambah pos penyekatan sebagai respons dari kesemrawutan di Kedungwaringin.

Selain itu, petugas di pos juga akan ditambah.

"Jadi tiap masuk tiap tiga kilometer nanti ada penyekatan atau per lima kilometer ada penyekatan," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Yusri Yunus, Senin.

"Disekat, disekat, disekat sampai dengan kembali semua. Ini yang akan kami upayakan. Ini teknis kami, cara bertindak kami di lapangan," imbuhnya.

Yusri berharap, kejadian seperti di pos penyekatan di Kedungwaringin tidak terulang lagi seiring dengan diterapkannya kebijakan baru tersebut.

"Jadi sekali lagi kami ingatkan kepada masyarakat yang masih memaksa mudik untuk stop, berhenti sudah. Tidak usah. Kejadian kemarin cukup yang terakhir," ucapnya lagi.

Jumlah petugas yang berjaga di pos penyekatan pemudik di Kedungwaringin juga telah ditambah sebanyak 150 orang.

Petugas yang berjaga, kata Hendra, terdiri dari Polri,TNI, Satpol PP, dan petugas Dinas Perhubungan.

Kapolres Metro Bekasi Kombes Hendra Gunawan menjelaskan, sekarang terdapat dua pos penyekatan yang di Kedungwaringin.

Satu pos untuk kendaraan roda dua dan satu untuk kendaraan roda empat.

"Yang pertama, titik penyekatan di saat ini kami berdiri di posko penyekatan Kedungwaringin, nanti kami sortir kendaraan bermotor roda dua di sini. Nanti motor kami alihkan menggunakan lajur sebelah kanan, paling kanan, sehingga mudah disortir," kata Hendra.

"Kemudian roda empat kami akan lakukan sortir di sekat pertama, di jembatan, taman, putaran Mareleng, nanti kami sekat roda empat," imbuhnya.

"Belum Sadar Pentingnya Larangan"

Tak hanya sekali, ribuan pemudik yang mengendarai sepeda motor berhasil menerobos barikade penyekatan di Jalur Pantura Kedungwariwingin, perbatasan Kabupaten Bekasi-Karawang.

Situasi tersebut membuat petugas gabungan dari kepolisian, TNI, Satpol PP, dan Dinas Perhubungan (Dishub) berjumlah 175 orang di lokasi penyekatan pun kewalahan.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus menyatakan hal ini karena masyarakat belum sadar arti penting larangan mudik yang ditetapkan pemerintah.

"Saya tekankan lagi bahwa masyarakat-masyarakat yang tadi malam itu melakukan (penerobosan penyekat), itu masyarakat yang memang belum menyadari arti penting daripada kebijakan pemerintah," kata Yusri

Yusri berujar, larangan mudik ini dikeluarkan pemerintah agar tidak terjadi penyebaran Covid 19 di daerah.

"Kasihan, kita punya keluarga, ini yang harus dipahami dan disadari," jelas Yusri.

"Kenapa keluar kebijakan tentang larangan mudik? Ini upaya pemerintah untuk menghindari terjadinya penularan," tegasnya.

Kesemrawutan pos penyekatan Kedungwaringin menuai sorotan.

Ribuan pemudik kembali menjebol barikade demi pulang ke kampung halaman.

Membludaknya jumlah pemudik itu membuat sejumlah petugas gabungan kewalahan.

Masyarakat dirasa belum sadar arti penting larangan mudik yang ditetapkan.

Lalu siapa yang akan disalahkan, bila larangan yang sejatinya untuk cegah penularan justru dilanggar? (*)

Editor: Radifan Setiawan
Reporter: Fina RakhmatulMaula
Sumber: Tribunnews.com

Video TERKINI

© 2026 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved