Yandex

virus corona

Tsunami Covid-19 di India, Tiap Hari 1.631 Orang Meninggal Dunia, Doni Monardo Tegaskan Jangan Mudik

Selasa, 11 Mei 2021 10:44 WIB
Tribun Kaltara

TRIBUN-VIDEO.COM, TARAKAN - Tsunami Covid-19 di India, tiap hari 1.631 orang meninggal dunia, Doni Monardo tegaskan jangan mudik.

Berkaca pada kasus India yang mengalami tren peningkatan kasus sejak April 2021, Ketua Tim Satgas Percepatan Penanganan Covid-19, Doni Monardo menegaskan agar warga menunda melakukan perjalanan mudik Idulfitri 1442 Hijriah tahun ini.

Dikatakan Doni Monardo, larangan itu tidak bisa dianggap sepele masyarakat Indonesia.

Ia membeberkan, kenaikan kasus konfirmasi positif Covid-19 di India harus menjadi pembelajaran bagi pemerintah Indonesia.

India dikatakan Doni Monardo, sempat mengalami penurunan kasus alias melandai di akhir Januari dan awal Februari 2021 lalu.

Kasus aktif terkonfirmasi di India bahkan berada jauh dari kasus aktif di Indonesia.

Lalu tren kenaikan kasus mulai terlihat sejak memasuki pertengahan Februari 2021.

Namun angka tersebut kembali mengalami penurunan. Dan jumlah kenaikan positif bulan April akhirnya meningkat 19 kali lipat dibandingkan Februari 2021.

Bahkan per 30 April 2021, puncak penambahan kasus tertinggi mencapai 401.993 kasus dalam waktu satu hari.

Ini dibeberkan Doni Monardo dalam momen pertemuan dan briefing Peserta Fellowship Jurnalis Perubahan Perilaku (FJPP) Angkatan 3 Tahun 2021, Senin (10/5/2021).

Dilanjutkan Doni Monardo, jumlah kematian bulanan di India meningkat hingga 18 kali lipat dari Februari 2021 menuju April 2021.

Rata-rata penambahan kasus harian mencapai 231.000 dan rata-rata kematian harian mencapai 1.631 kasus di April 2021.

Adapun sebab kenaikan kasus yang sempat melandai kembali melonjak tajam, karena pemerintah melonggarkan kegiatan keagamaan, politik, olahraga, pesta.

"Sehingga tak menunggu satu bulan, bahkan hanya hitung seminggu kasus meningkat pesat dan telah eksponensial. Ini juga sulit dikontrol dan dihentikan," beber Doni.

Untuk itulah, menindaklanjuti instruksi Presiden Joko Widodo, yang paling penting harus dilakukan saat ini adalah pembatasan pergerakan.

Agar tidak saling menulari virus lanjut Doni, masih ada tersisa dua hari lagi waktu untuk berpikir lebih realitstis bagi masyarakat untuk mau mengurungkan niatnya melakukan mudik.

"Semua bisa dilakukan virtual. Ini untuk menghindari pertemuan fisik adalah langkah strategis," beber Doni.

Ia melanjutkan Covid-19 ini ditulari manusia dan bukan hewan. Agar tidak saling menulari kepada orang lain, maka mobilitas masyarakat harus dikurangi.

"Jadi sekali lagi kita butuh kerja keras," cetusnya.

Ia melanjutkan lagi, bagaimanapun sanksi ditegakkan, jika pelaku perjalanan nekat pulang kampung (mudik) akan tetap sulit membendung angka Covid-19.

"Padahal ini justru membahayakan orang tua di kampung halaman. Maka narasinya adalah peniadaan mudik. Warga diharapkan bisa bersabar. Ini untuk mengurangi kasus aktif," ujarnya.

Namun demikian lanjutnya lagi, masih 7 persen atau sekitar 18,9 juta warga tetap nekat mudik. Angka ini dari adanya penambahan pergerakan keluar daerah di masa pengetatan sebelum 6-17 Mei larangan mudik berlaku.

Doni kembali memberikan gambaran, jika semisal masyarakat tetap nekat mudik. Maka sangat berpotensi kasus terulang. Dimana para dokter dan perawat akan bekerja lebih keras lagi melayani pasien. Dan di antara mereka banyak yang gugur karena kelelahan melayani pasien di rumah sakit.

"Kita tidak ingin kasus itu terulang. Tugas kita hanya kurangi niat. Karena pemerintah sudah bekerja keras, maka masyarakat harus mendukung. Ini demi bisa melandaikan dan mengendalikan kasus Covid-19," pungkasnya. (*)

Artikel ini telah tayang di TribunKaltara.com dengan judul Tsunami Covid-19 di India, Tiap Hari 1.631 Orang Meninggal Dunia, Doni Monardo Tegaskan Jangan Mudik

Editor: Tri Hantoro
Video Editor: Andheka Malestha
Sumber: Tribun Kaltara
Tags
   #pandemi Covid-19   #India   #Doni Monardo
VIDEO TERKAIT
KOMENTAR

Video TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved