Yandex

Tribunnews Update

Ternyata Bohong, Suami Istri yang Jalan Kaki dari Gombong ke Bandung Bukan Mudik tapi Cari Uang

Selasa, 11 Mei 2021 02:11 WIB
Tribunnews.com

TRIBUN-VIDEO.COM - Kisah pasangan suami istri yang mengaku mudik dengan berjalan kaki, viral di media sosial.

Keduanya mengaku pulang dengan berjalan kaki dari Gombong, Jawa Tengah ke Bandung karena imbas PHK di tempat kerjanya.

Namun belakangan diketahui bahwa pasangan ini sudah setahun hidup di jalanan.

Kisah mudik berjalan kaki ini dialami oleh Masitoh Ainun (36) dan juga sang suami Dani Rahmat (39) yang belakangan menjadi perbincangan banyak pihak.

Dikutip dari Tribunnews.com, pasangan suami istri yang membawa dua balita ini mengaku hendak ke Bandung, ke kampung halamannya.

Pada Sabtu (8/5/2021), pasangan ini diketahui telah sampai di Cangkuang Kabuppaten Bandung.

Keluarga tersebut kini berada di Desa Pananjung Kecamatan Cangkuang untuk menjalani karantina.

Masitoh mengaku, ia sebenarnya tidak ingin mudik.

Hanya saja, ia dan anaknya sengaja melakukan perjalanan untuk mencari uang dan menghidupi keluarga.

Baca: Satu Keluarga Mudik Jalan Kaki dari Gombong ke Bandung, Pakai Sandal Jepit dan Gendong Dua Balita

Diungkapkan Masitoh, mereka memang hidup di jalan dan terkadang ada yang memberikan makan.

Namun jika tidak ada yang memberi makan, mereka akan terus melakukan perjalanan.

"Mesin jahit diambil bos, jadi bingung kerjaan enggak ada. Yang ngajak hidup di jalan, saya. Kami turun ke jalan yang penting ada buat makan. Ada yang ngasih kami terima, enggak ada yang ngasih, kami jalan," ujar Masitoh

Menurut Masitoh, sekitar seminggu lalu, mereka kembali melakukan perjalanan.

Dijelaskan Masitoh, mereka memang sudah beberapa kali melakukan perjalanan.

Ia mengaku pernah menempuh perjalanan Purwakarta-Bandung.

Dari Purwakarta, ia juga pernah menuju Cikarang dan mulai di Cikarang, keempatnya berjalan kaki menuju Cikampek, Kawarang, Subang dan Indramayu.

"Kami dari sini (Cangkuang) ke Cimindi naik angkot. Dari Cimindi naik kereta api ke Purwakarta. Purwakarta-Bandung, ongkosnya cuma Rp 7 ribu. Lalu dari Purwakarta ke Cikarang. Mulai dari Cikarang, kami jalan (kaki)," kata Masitoh.

Saat di Indramayu, Masitoh mengaku mendapatkan tumpangan dari sebuah bus hingga tiba di Tegal.

Baca: Ibu Bongkar Sosok Dani dan Masitoh yang Mengarang Cerita Mudik Jalan Kaki Gombong-Bandung

Dari Tegal, keempatnya kemudian menempuh perjalanan hingga Gombong, Jawa Tengah.

Sampai akhirnya, dari Gombong, mereka hendak kembali ke Bandung.

"Jadi muter, pergi dari utara, pulang lintas selatan," katanya.

Perjalanan tersebut, diakui Masitoh sudah dilakukannya selama 1 tahun belakangan.

"Setahun sebenarnya kami sudah keliling Jawa Tengah, Jawa Timur, Jawa Barat. Cuma tidak hanya sambil diam, tapi sambil cari kerja. Tapi itu memang yang namannya cari kerja susah," katanya.

Masitoh bahkan menganggap perjalanannya itu adalah jalan-jalan gratis.

Ia biasanya tidur di pom bensin, kadang tidur di masjid dan tempat lain untuk berteduh dan beristirahat.

Kalau tidur ada pom bensin, ya pom bensin, ada di masjid. Kan di Jawa (masjid) tak dikunci," tuturnya.Masitoh mengatakan, dia masih berstatus sebagai warga Lubuk Pakam, Medan, Sumatera Utara.

Namun kartu identitasnya hilang karena tasnya dicuri orang saat berada di Cimahi, begitu juga dengan kartu identitas suaminya.

Baca: Kisah Keluarga Dani Mudik Jalan Kaki dari Gombong ke Bandung, Bawa Anak dan Hanya Pakai Sandal Jepit

Diungkapkan Masitoh, viralnya kisah mereka juga didengar oleh keluarga di Medan.

Masitoh juga berencana kembali ke Medan, jika tidak lagi ada penyekatan.

"Setelah enggak ada penyekatan lagi, insyaallah, kami balik ke Medan. Mau ngurusin orang tua di sana," ucapnya.

(Tribun-Video.com)

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul TERUNGKAP, Masitoh dan Dani Bukan Mudik dari Gombong-Bandung Tapi Sengaja Jalan Kaki untuk Cari Uang

# Gombong # Bandung # TRIBUNNEWS UPDATE # jalan kaki

Editor: Alfin Wahyu Yulianto
Sumber: Tribunnews.com
Tags
   #TRIBUNNEWS UPDATE   #jalan kaki   #Gombong   #Bandung
VIDEO TERKAIT
KOMENTAR

Video TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved