Yandex

TRIBUNNEWS UPDATE

Resmi, Pemerintah Tetapkan Biaya Vaksinasi Gotong Royong Rp500 Ribu bagi Pekerja Swasta

Selasa, 11 Mei 2021 02:07 WIB
Kompas.com

TRIBUN-VIDEO.COM - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian sekaligus Ketua Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPC-PEN) Airlangga Hartarto mengumumkan pemerintah telah menetapkan biaya vaksinasi gotong royong.

Ia menyebutkan vaksinasi gotong royong akan dibanderol dengan harga Rp500.000 untuk satu kali suntik.

Airlangga pun berharap, vaksinasi gotong royong terhadap para karyawan perusahaan dapat dimulai secepatnya.

Hal ini disampaikan Airlangga seusai rapat terbatas bersama presiden dan sejumlah menteri di Istana Kepresidenan, Senin (10/5/2021).

Ia menjelaskan, biaya vaksinasi gotong royong sebesar Rp500 ribu dengan rincian harga vaksin Sinopharm senilai Rp375 ribu dan biaya penyuntikan Rp 125 ribu.

"Sudah ditetapkan harga vaksin Rp375.000 per dosis dan penyuntikan Rp 125.000, sehingga totalnya Rp500.000," kata Airlangga usai rapat terbatas bersama presiden dan sejumlah menteri di Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (10/5/2021).

Airlangga mengungkapkan, saat ini sudah tersedia 500.000 dosis vaksin Sinopharm di Indonesia yang nantinya digunakan untuk vaksinasi gotong royong.

Jumlah itu baru sebagian kecil lantaran pemerintah telah menyepakati kerja sama pengadaan vaksin Sinopharm sebanyak 7,5 juta dosis.

Selain Sinopharm, dalam mekanisme vaksinasi ini pemerintah juga menyiapkan 5 juta dosis vaksin Cansaino.

Baca: Menlu Retno sebut Indonesia Telah Amankan Vaksin Covid-19 Sebanyak 75,9 Juta

Sebelumnya, vaksin Sinopharm telah dinyatakan aman oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).

"Dan tentunya vaksin gotong royong ini diharapkan sudah bisa dilaksanakan nanti di akhir bulan Mei ini," kata Airlangga.

"Kemudian ini juga sudah memperoleh sertifikasi baik dari Badan POM maupun dari MUI (Majelis Ulama Indonesia)," katanya.

Pada 29 April 2021, BPOM juga menerbitkan izin penggunaan darurat atau emergency use authorization (EUA) vaksin Sinopharm.

Kepala BPOM Penny K Lukito mengatakan, berdasar hasil dari uji klinik yang dilakukan di Uni Emirat Arab ditemukan bahwa vaksin Sinopharm memiliki efikasi 78 persen.

"Studi klinik fase III yang dilakukan di Uni Emirat Arab dengan subyek sekitar 42.000 relawan menunjukkan efikasi vaksin sebesar 78 persen," kata Penny dalam konferensi pers secara virtual, Jumat (30/4/2021).

Selain itu, Penny mengatakan, kejadian ikutan pasca-imunisasi (KIPI) yang ditimbulkan dari vaksin Sinopharm bersifat ringan.

Diantaranya yakni seperti bengkak, kemerahan, sakit kepala, diare, nyeri otot, atau batuk.

"Jadi dari aspek keamanan adalah baik kategorinya, dapat ditoleransi dengan baik," kata dia.

Penny juga menjelaskan, vaksin Sinopharm bisa diberikan kepada kelompok usia dewasa, mulai 18 tahun hingga lansia. Dengan penyuntikan dua dosis berjarak 21-28 hari.

"Untuk membentuk antibodi yang memberikan kekebalan untuk melawan virus corona dan mencegah Covid-19, pada orang dewasa di atas 18 tahun dengan pemberian dua dosis pada durasi 21 sampai dengan 28 hari," ujar Penny. (Tribun-video.com/Kompas.com)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul Biaya Vaksinasi Gotong Royong Ditetapkan Rp 500.000 Sekali Suntik

# TRIBUNNEWS UPDATE # Vaksinasi Gotong Royong # Covid-19 # Airlangga Hartarto # Menteri Koordinator Bidang Perekonomian

Editor: Alfin Wahyu Yulianto
Sumber: Kompas.com
VIDEO TERKAIT
KOMENTAR

Video TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved