Yandex

LIVE UPDATE

LIVE UPDATE: Kronologi Mobil VW Kuning Terobos Pos Penyekatan di Prambanan

Senin, 10 Mei 2021 22:42 WIB
Tribun Video

TRIBUN-VIDEO.COM - Motif pengemudi mobil VW berwarna kuning yang menerobos pos penyekatan Pramabanan terungkap, Senin (10/5/2021).

Kapolresta Klaten AKBP Edy Suranta S. mengungkapkan, pelaku yang masih berusia 16 tahun ini ketakutan lantaran hendak diperiksa oleh petugas.

Insiden tersebut terjadi sekira pukul 16.20 WIB. Edy mengungkapkan, saat itu pelaku melaju dari arah Yogyakarta menuju Klaten, Sabtu (8/5/2021).

Pelaku sempat bersembunyi di balik kendaraan besar lainnya.

Petugas yang sudah berjaga di Pos Prambanan sudah mengincar mobil VW Kuning tersebut lantaran pelat nomornya berasal dari luar Klaten.

"Mobil sengaja bersembunyi dibalik kendaraan lainnya. Tujuannya agar terhindar dari pemeriksaan di Pos Penyekatan Prambanan," ungkap Edy di Mapolresta Klaten, Senin (10/5/2021).

Diketahui, pelat nomor mobil kuning tersebut B 2138 STB.

Mobil VW kuning ini juga sempat menolak untuk dihentikan oleh petugas.

Berdasarkan konferensi pers yang digelar di Mapolres Klaten, Edy mengungkapkan petugas langsung sigap mencegat dan menepikan mobil kuning tersebut.

Petugas lantas menanyai terkait kelengkapan surat kendaraan dan surat jalan untuk pemudik.

Edy menjelaskan, saat petugas belum sempat selesai menanyakan surat-surat, pengemudi langsung tancap gas.

Akibatnya, seorang petugas terserempet dan mengalami luka ringan.

Petugas langsung sigap mengejar pengemudi mobil VW kuning tersebut.

Kurang lebih sekira 1 kilometer dari pos Prambanan, mobil VW beserta pengemudinya berhasil diamankan oleh petugas.

Edy mengungkapkan, pengemudi tersebut diketahui Berinisial A berusia 16 tahun.

A juga masih pelajar kelas II di sebuah SMA Negeri di Klaten.

Dalam pengakuan pelaku, A takut lantaran hendak diperiksa oleh pihak kepolisian.

A diketahui juga belum memiliki Surat Izin Mengemudi (SIM).

Edy mengungkapkan, pihaknya sudah memanggil orangtua pelaku terkait insiden tersebut.

"Pelaku tidak memiliki SIM, sehingga kita lakukan penilangan," ujar Edy, Senin (10/5/2021).

Pelaku terancam Pasal 212 KUHP dan Pasal 335 KUHP dengan ancaman hukuman 1 tahun penjara.

(Tribun-Video.com/Firda Ananda)

Editor: Radifan Setiawan
Reporter: Nila
Videografer: fajri digit sholikhawan
Video Editor: Radifan Setiawan
Sumber: Tribun Video
VIDEO TERKAIT
KOMENTAR

Video TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved