Yandex

TRIBUNNEWS UPDATE

Pengakuan Perekam Video Aksi Debt Collector Serang TNI dan Rampas Mobil, Ungkap Kejadian Sebenarnya

Senin, 10 Mei 2021 13:41 WIB
Kompas TV

TRIBUN-VIDEO.COM - Seorang saksi mata mengungkapkan kronologi mobil yang dikendarainya dihadang oleh sejumlah debt collector.

Sosok bernama Anas ini membuat klarifikasi dan menjelaskan bagaimana kejadian yang sebenarnya terjadi dalam kasus yang viral di media sosial ini.

Diketahui, saat kejadian, Anas hendak menjemput saudaranya yang tengah sakit di sebuah rumah sakit.

Saat kejadian, Anas mengaku dihadang oleh sejumlah debt collector dan langsung dianiaya, dalam perjalanannya menuju rumah sakit.

"Saya mau klarifikasi kejadian sebenarnya yang ada di video viral. Jadi pada saat saya dan keluarga ingin menjemput om dan tante saya yang sedang sakit. Pada saat perjalanan ke rumah sakit, kita di jalan dihadang oleh debt collector dan mobil kami langsung dipukul," ujar Anas.

Baca: 11 Debt Collector yang Aniaya TNI saat Antar Warga Sakit Ditangkap, 1 Orang Masih Buron

Anas menuturkan, saat itu ia ditolong oleh warga sekitar dan diminta menuju ke Kelurahan Semper.

Anas menjelaskan, saat itu ia bertemu dengan anggota Babinsa Kelurahan Semper Timur, Serda Nurhadi.

Saat bertemu, Serda Nurhadi lantas bermaksud membantu mengantarkan Anas dan keluarga menuju rumah sakit.

"Kami ditolong oleh warga sekitar dan diarahkan untuk ke Kelurahan Semper Timur dan di sana saya ditolong oleh Babinsa dan agar saya merasa aman perjalanan ke rumah sakit, saya minta tolong Babinsa untuk membawa mobil saya agar kami dan keluarga merasa aman," lanjutnya.

Anas menjelaskan, setelah dibantu Babinsa, rombongan mereka langsung melanjutkan perjalanan.

Namun rupanya, sejumlah debt collector itu tetap mengejar dan menghadang mobil korban.

"Saat melanjutkan perjalanan, kami dihadang lagi oleh debt collector, dan di sana terjadilah perebutan kunci antara saya dan mereka," jelas Annas.

Hingga akhirnya Serda Nurhadi mengarahkan mobil ke Polres Jakarta Utara agar kondisinya kembali kondusif.

"Pada saat itu, saya ditengahkan diarahkan lagi untuk ke Polres Jakarta utara, agar menyelesaikan di sana," katanya.

Anas lantas menjelaskan bahwa tujuannya memviralkan video tersebut agar aksi premanisme tidak terulang lagi.

Ia juga mengucapkan terimakasih atas bantuan yang diberikan Serda Nurhadi.

"Babinsa ini bisa melindungi dan menolong kita dari aksi premanisme yang membahayakan keselamatan," jelas Annas.

Seperti diketahui bahwa pihak kepolisian Metro Jakarta Utara berhasil menangkap debt collector yang mengadang dan melakukan tindakan tak pantas pada anggota Babinsa di Jakarta Utara.

Baca: Detik-detik 10 Orang Debt Collector Kepung Seorang Anggota TNI yang Akan Antar Orang Sakit

Total ada 11 orang debt collector yang ditangkap dalam aksi arogan ini.

11 debt collector ini ditangkap pada Minggu (9/5/2021) sekira pukul 15.00 WIB.

Dalam penangkapan ini, pihak kepolisian menyita sejumlah barang bukti.

Di antaranya adalah empat video yang viral, ponsel Iphone 6s, tujuh baju, celana, dan helm yang dipakai para tersangka.

Kemudian tiga buah motor, visum korban, mobil mobilio yang hendak dirampas, dan surat kuasa penaarikan mobil.

Dari interogasi kepolisian, mereka yang ada dalam video viral tersebut yakni DS, HL, HL, GL, JT, GT, dan YA.

(Tribun-Video.com/ KompasTV)

Artikel ini telah tayang di KompasTV dengan judul 'Pengakuan Saksi yang Mobilnya Hampir Dirampas Debt Collector'

Baca berita terkait lainnya

Editor: Dita Dwi Puspitasari
Reporter: Nila
Video Editor: Muhamad RisqiMei
Sumber: Kompas TV
VIDEO TERKAIT
KOMENTAR

Video TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved