Jumat, 10 April 2026

Terkini Nasional

Perdebatan Bipang Ambawang yang Dipromosikan Jokowi: Mendag Minta Maaf, Ngabalin Nilai Tak Salah

Minggu, 9 Mei 2021 16:02 WIB
Tribunnews.com

TRIBUN-VIDEO.COM - Pernyataan Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang mempromosikan sejumlah kuliner khas daerah Indonesia, menuai polemik karena menyebut bipang (babi panggang) Ambawang.

Diketahui, bipang Ambawang merupakan kuliner khas dari Kalimantan Barat.

"Untuk Bapak, Ibu, dan Saudara-saudara yang rindu kuliner khas daerah atau yang biasanya mudik membawa oleh-oleh, tidak perlu ragu untuk memesannya secara online," kata Jokowi dalam video yang dilihat Tribunnews.com, Sabtu (8/5/2021).

"Yang rindu makan gudeg Jogja, bandeng Semarang, siomay Bandung, empek-empek Palembang, bipang Ambawang dari Kalimantan, dan lain-lainnya tinggal pesan, dan makanan kesukaan akan diantar sampai ke rumah," imbuhnya.

Terkait pernyataan tersebut, Menteri Perdagangan, Muhammad Lutfi, meminta maaf karena telah menimbulkan kesalahpahaman.

Ia mengatakan tak ada maksud apapun dalam pernyataan Jokowi yang mempromosikan sejumlah kuliner khas nusantara.

"Meskipun demikian, kami dari Kemendag selaku penanggungjawab dari acara tersebut, sekali lagi memastikan tidak ada maksud apapun dari pernyataan Bapak Presiden."

"Kami mohon maaf sebesar-besarnya bila terjadi kesalahpahaman," ujar Lutfi dalam pernyataannya yang disiarkan YouTube Kementerian Perdagangan, Sabtu.

Meski Lutfi telah meminta maaf atas polemik yang muncul, ia mendapat kritikan dari politisi PDI-P, Mufti Anam.

Mufti menilai seharusnya promosi khas kuliner Indonesia yang menyebut bipang Ambawang, tak dikaitkan dengan konteks mudik.

Menurutnya, akan lebih tepat jika promosi itu terkait Hari Bangga Buatan Indonesia (HBBI).

Baca: Mendag Minta Maaf Video Promosi Kuliner Jokowi soal Bipang Ambawang yang Picu Kesalahpahaman

“Presiden Jokowi adalah pecinta kuliner lokal, pecinta UMKM. Tapi tentu beliau tidak hafal nama puluhan ribu jenis kuliner di tanah air."

"Mendag Lutfi mestinya paham kalau mau bikin gerakan seperti itu, jangan malah bekerja tidak teliti sehingga membuat Pak Jokowi terpojok,” tutur Mufti dalam pernyataan yang diterima Tribunnews.com, Sabtu.

Lebih lanjut, Mufti menilai evaluasi menyeluruh perlu dilakukan terhadap kinerja Kementerian Pemandangan.

Ia pun mempertanyakan langkah teknis sebelum video promosi kuliner khas nusantara tersebut ditayangkan.

Ngabalin Menilai Tak Ada yang Salah

Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Presiden (KSP), Ali Mochtar Ngabalin, menilai pernyataan Presiden Jokowi soal kuliner nusantara tak ada yang salah.

Mengutip Tribunnews.com, Ngabalin mengungkapkan pernyataan yang diberikan Jokowi adalah bagian dari acara Kementerian Perdagangan dalam rangka mempromosikan kuliner khas Indonesia.

"Acara ini adalah acara yang digelar oleh Departemen Perdagangan dalam rangka mempromosikan, kan kita cinta pada produk-produk nusantara kita," ujarnya dalam program Sapa Indonesia Malam, dikutip dari YouTube Kompas TV, Sabtu (8/5/2021).

"Jadi memang kalau bicara soal lebaran, orang mengidentikkan dengan pulang kampungnya orang Islam," lanjut dia.

Ia pun meminta agar masyarakat menyikapi insiden ini secara tenang.

Ngabalin juga menegaskan, pada libur Hari Raya Idulfitri mendatang, tak hanya umat Muslim yang berlibur.

Sebagai informasi, bertepatan dengan Lebaran, yakni tanggal 13 Mei 2021, umat Kristiani juga merayakan kenaikan Isa Al Masih.

Karena itu, Ngabalin menilai pernyataan Jokowi tak salah.

"Kalau dilihat dari orang mulai berlibur, kan bukan orang Islam yang hanya menggunakan waktu liburnya."(*)

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Polemik Bipang Ambawang yang Dipromosikan Jokowi: Mendag Kena Sentil hingga Ngabalin Nilai Tak Salah

# Bipang Ambawang # Jokowi # babi panggang # Kalimantan Barat # Kementerian Perdagangan

Editor: fajri digit sholikhawan
Sumber: Tribunnews.com

Video TERKINI

© 2026 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved