Yandex

Gak Ruwet Gak Ribet

Apa Itu Badai Sitokin? Kondisi Raditya Oloan sebelum Meninggal Dunia

Jumat, 7 Mei 2021 22:20 WIB
Tribun Jatim.com

TRIBUN-VIDEO.COM - Suami Joanna Alexandra dikabarkan meninggal dunia setelah berjuang melawan Covid-19 dan dinyatakan negatif, pada Kamis (6/5/2021) pukul 18.13 WIB.

Dikutip dari Tribun Jatim, badai sitokin atau cytokine strom dialami Raditya Oloan sebelum wafat.

Lantas, apa itu badai sitokin?

Badai sitokin bisa dialami oleh pasien penderita Covid-19.

Kondisi itulah yang disebut-sebut dapat menyebabkan kematian pada pasien Covid-19.

Penanggungjawab logistik dan Perbekalan Farmasi RSUP Dr. Kariadi Semarang, Mahirsyah Wellyan TWH., S.Si., Apt., Msc., sempat menjelaskan badai sitokin atau cytokine strom merupakan reaksi berlebih sistem kekebalan tubuh.

Adapun, ketika SARS-CoV-2 memasuki tubuh, sel-sel darah putih akan merespons dengan memproduksi sitokin.

Untuk dipahami, sitokin adalah protein yang dihasilkan sistem kekebalan tubuh untuk melakukan berbagai fungsi penting dalam penanda sinyal sel.

Sitokin tersebut lalu bergerak menuju jaringan yang terinfeksi dan berkaitan dengan reseptor sel tersebut untuk memicu reaksi peradangan.

Tak hanya itu, Mahirsyah juga menjelaskan bahwa pada kasus Covid-19, sitokin bergerak menuju jaringan paru-paru untuk melindunginya dari serangan SARS-CoV-2.

Ia mengatakan, sitokin normalnya hanya berfungsi sebentar dan akan berhenti saat respons kekebalan tubuh tiba di daerah infeksi.

Pada kondisi badai sitokin, sitokin terus mengirim sinyal sehingga sel-sel kekebalan tubuh terus berdatangan dan bereaksi di luar kendali.

Bahkan, paru-paru pun bisa mengalami peradangan parah karena sistem kekebalan tubuh berusaha keras membunuh virus.

Namun, peradangan pada paru-paru itu sayangnya bisa terus terjadi meski infeksi sudah selesai.

Selama peradangan, sistem imun juga melepas molekul bersifat racun bagi virus dan jaringan paru-paru.

Tanpa penanganan yang tepat, fungsi paru-paru pasien dapat menurun hingga membuat pasien sulit bernapas.

Kondisi inilah yang kemudian bisa membuat pasien Covid-19 akhirnya meninggal dunia atau tak bisa bertahan.

Tak hanya itu, ia menerangkan, interleukin-6 merupakan salah satu jenis sitokin yang terlibat pada proses inflamasi dan kanker.

Untuk pengobatan, obat anti-interleukin-6, seperti Tocilizumab dan Sarilumab telah digunakan pada uji klinis pasien Covid-19.

Selain itu, vitamin C juga perlu diberikan kepada pasien Covid-19 karena bersifat antioksidan sehingga diduga dapat mengurangi keparahan badai sitokin.

Jadi, badai sitokin ini tergantung pada daya tahan tubuh atau sistem kekebalan tubuh dalam melawan virus yang masuk.

Apabila daya tahan tubuh kuat, virus yang masuk bisa dikalahkan dan pasien Covid-19 bisa sembuh.

(*)

Artikel ini telah tayang di TribunJatim.com dengan judul Apa itu Badai Sitokin? Kondisi Raditya, Suami Joanna Alexandra sebelum Wafat, 'Sel-sel Berdatangan'

Editor: Radifan Setiawan
Reporter: Rusintha Mahayusanty N
Video Editor: Radifan Setiawan
Sumber: Tribun Jatim.com
VIDEO TERKAIT
KOMENTAR

Video TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved