Senin, 27 April 2026

Travel

Viral di TikTok, Pria Ini Ungkap Susahnya Membuang Sampah di Kutub Selatan

Jumat, 7 Mei 2021 16:01 WIB
TribunTravel.com

TRIBUN-VIDEO.COM - Membuang sampah mungkin bisa dilakukan dengan mudah di kawasan perkotaan.

Namun jika kamu tinggal di Antartika yang gelap selama 6 bulan dalam setahun dan suhu bisa mencapai minus 21 derajat celcius, itu menjadi sebuah 'ekspedisi mini'.

Dalam video TikTok yang diposting oleh Josiah Horneman dengan akun @joespinstheglobe, memperlihatkan proses pembuangan sampah di Antartika yang cukup melelahkan.

Video kehidupannya di Antartika tersebut telah disukai lebih dari 3 juta pengguna sejak pertama kali diunggah pada bulan lalu.

Melansir laman Insider, Jumat (7/5/2021), Horneman adalah satu di antara 40 anggota kru yang tinggal di Stasiun Kutub Selatan Amundsen-Scott Antartika.

Horneman mengatakan kepada Insider bahwa dia bekerja sebagai asisten dokter di sana, membantu menjalankan klinik stasiun dengan dokter di kediamannya.

Terletak di dekat titik paling selatan di Bumi, stasiun ini benar-benar terisolasi antara pertengahan Februari hingga akhir Oktober karena kondisi ekstrem yang membuat perjalanan udara dan darat tidak mungkin dilakukan.

"Bahkan hal-hal duniawi membutuhkan lebih banyak usaha di sini," tulis Horneman dalam keterangan videonya.

Dibandingkan dengan rutinitasnya di rumah, membuang sampah adalah proses yang jauh lebih rumit di stasiun, katanya kepada Insider.

Dalam videonya, Horneman memulai dengan menunjukkan pengukur suhu: "Woo minus 70 fahrenheit (sekira 21 derajat celcius), lumayan dingin kan?" katanya.

Mengenakan topi berlapis bulu, sarung tangan kuning tebal, dan jaket merah tebal, Horneman membuka gerbang dan membawa bak yang penuh sampah ke dalam lift khusus kargo.

Dia menekan tombol lift, lalu menuruni tujuh tingkat tangga ke tingkat yang lebih rendah di bawah salju yang disebut "lengkungan logistik".

Kemudian, ia membuang sampah dari lift untuk memisahkannya menjadi daur ulang, tempat pembuangan sampah, dan limbah sanitasi.

Tapi membuang sampah di Antartika tidak hanya sampai di situ.

Horneman mengatakan bahwa timnya harus memadatkan sampah menjadi palet, yang disimpan di sana hingga musim panas ketika suhu cukup tinggi untuk membuang sampah dari stasiun.

Begitu suhu naik, hanya ada dua cara untuk mengeluarkan sampah dari sana, yakni dengan menerbangkan atau letakkan di kereta luncur khusus dan angkut melalui traktor sejauh 1.030 mil di atas salju dan es ke Stasiun McMurdo, puast operasi Amerika Serikat untuk proyek Antartika.

Menurut Perjanjian Antartika, semua limbah yang dihasilkan di benua itu harus dibuang, dan sampah akhirnya masuk ke sistem pengelolaan limbah di Selandia Baru, kata Horneman kepada Insider.

"Kami secara resmi adalah kelompok manusia paling terisolasi di tata surya," kata Horneman dalam video TikTok-nya.

"Jauh lebih mudah untuk pulang dari Stasiun Luar Angkasa Internasional daripada dari sini pada saat ini," ungkapnya.

Meski sampah menumpuk selama berbulan-bulan, namun tidak menimbulkan bau yang begitu menyengat berkat suhu dingin yang ada di kawasan tersebut.

Terlebih lagi, semua sampah dikemas secara berlapis untuk mencegah tumpahan.

Bahkan untuk sampah sisa makanan, bisa dikemas tiga kali lipat daripada sampah biasa, pungkas Horneman.

(*)

Artikel ini telah tayang di TribunTravel.com dengan judul Viral di TikTok, Pria Ini Ungkap Susahnya Membuang Sampah di Kutub Selatan

# TikTok # Antartika # Kutub Selatan

Editor: Alfin Wahyu Yulianto
Video Production: Ignatius Agustha Kurniawan
Sumber: TribunTravel.com

Tags
   #TikTok   #Antartika   #Kutub Selatan

Video TERKINI

© 2026 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved