Yandex

Terkini Daerah

Pengedar Sabu asal Batam Ditangkap di Bandara Lombok, Pelaku Sudah Diincar sejak Seminggu Lalu

Selasa, 4 Mei 2021 14:33 WIB
Tribun Lombok

Laporan Wartawan TribunLombok.com, Sirtupillaili

TRIBUN-VIDEO.COM -  Pria asal Batam berinisial MR alias Panjang ditangkap anggota Ditresnarkoba Polda NTB karena diduga membawa sabu.

MR diciduk polisi saat tiba di Bandara Internasional Lombok , Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), Minggu (2/5/2021). pukul 16.45 Wita.

Tim Operasional Narkoba Polda NTB dibantu Satres Narkoba Polres Lombok Tengah menangkap dan menggeledah terduga pelaku, beberapa saat setelah turun dari pesawat.

Baca: Oknum Perwira dan Bintara di Surabaya Pesta Narkoba Bareng 3 Warga, Sabu dan Sekoper Senpi Disita

Terkait penangkapan itu, Direktur Reserse Narkoba (Ditresnarkoba) Polda NTB Kombes Pol Hemi Kwarta Kusuma Putra Rauf mengatakan, MR alias Panjang memang telah menjadi incarannya sejak seminggu lalu.

"Seminggu yang lalu kami menerima informasi dari masyarakat akan ada orang dari Batam membawa narkoba melalui jalur udara," jelas Kombes Helmi di kantornya, Selasa (4/5/2021).

Sejak itu Kombes Helmi memerintahkan timnya terus memantau dan mengintai setiap orang yang turun dari pesawat di Bandara Internasional Lombok.

Hasilnya Minggu (2/5/2021) timnya di backup Polres Loteng berhasil menangkap Panjang, beserta barang buktinya.

Barang Bukti yang berhasil diamankan berupa, 1 tas ransel warna abu berisi 2 bungkus plastik besar transparan berbentuk bulat lonjong dengan berat kurang lebih 2 Ons / 200 gram.

Dua lembar manifest, 1 berkas genose C-19 report An terduga pelaku, 1 unit Hp Android dan 1 KTP milik Panjang.

Baca: 2 Oknum Perwira Satnarkoba dan 3 Bintara Polisi Digerebek Pesta Sabu di Hotel, Diintai Sejak 2 Hari

Atas dasar itu, Panjang dibawa petugas beserta barang buktinya ke Mapolda NTB untuk proses selanjutnya.

Pasal yang disangkakan polisi terhadap Panjang adalah Pasal 114 ayat (2) UU RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika.

Menawarkan untuk dijual, menjual, membeli, menerima, menjadi perantara narkotika Golongan I diancam pidana paling singkat 5 tahun dan paling lama 20 tahun.

Berikutnya Pasal 112 ayat (2) UU RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika.

Memiliki, menyimpan, menguasai, atau menyediakan Narkotika Golongan I bukan tanaman melebihi, diancam pidana penjara paling singkat 4 tahun. (*)

Baca juga berita terkait di sini

# Bandar Sabu # Batam # Polda NTB # Bandara Internasional Lombok # narkoba

Editor: Panji Anggoro Putro
Video Editor: Dimas HayyuAsa
Sumber: Tribun Lombok
VIDEO TERKAIT
KOMENTAR

Video TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved