Yandex

Terkini Daerah

PSI Anggap Pemprov DKI Jakarta Gagal Antisipasi Kerumunan Orang di Tanah Abang

Selasa, 4 Mei 2021 12:40 WIB
Tribunnews.com

Laporan Wartawan Tribunnews, Lendy Ramadhan

TRIBUN-VIDEO.COM - Fraksi Partai Solidaritas Indonesia (PSI) DPRD DKI Jakarta anggap Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI gagal mengantisipasi kerumunan orang jelang hari lebaran.

Pemprov DKI dinilai terlambat, karena baru bertindak setelah ramai pemberitaan media massa dan unggahan di media sosial soal kepadatan masyarakat di Pasar Tanah Abang.

Menurut Anggota Komisi A dari Fraksi PSI, Wiliam Aditya Sarana jika kerumunan itu tidak viral di medsos, dia yakin Gubernur DKI Anies Baswedan tak akan bertindak apa - apa.

Baca: Anies Baswedan Tinjau Prokes di Pasar Tanah Abang, Sempat Dikerubuti Ibu-Ibu yang Meminta Foto

"Kerumunan Tanah Abang itu tidak tiba-tiba terjadi dalam satu hari, hanya saja Gubernur Anies baru bertindak saat sudah viral di media. Kalau tidak viral, saya kira tidak akan ada tindakan apa - apa," kata Wiliam Aditya Sarana dalam keterangannya yang diterima di Jakarta, Senin (3/5/2021).

Kata William, aturan pembatasan jumlah pengunjung pusat perbelanjaan maksimal 50 persen dari kapasitas normal hanya sekedar aturan tertulis dari Pemprov DKI.

Baca: Pasca-viral Video Kerumunan, Begini Pantauan Arus Lalu Lintas di Kawasan Pasar Tanah Abang

Sebab penerapan aturan tersebut tidak berjalan di tengah masyarakat. Padahal penagakan aturan yang lemah dianggap sama seperti mempertaruhkan kesehatan warga.

"Hampir tidak ada pembatasan, apalagi penegakan aturan. Jatuhnya hanya sekedar aturan tertulis saja," tambah Wiliam Aditya Sarana.(*)

# Partai Solidaritas Indonesia (PSI) # Pemprov DKI Jakarta # DKI Jakarta # kerumunan di Pasar Tanah Abang # Pasar Tanah Abang

Baca berita lainnya terkait kerumunan di Pasar Tanah Abang

Editor: Purwariyantoro
Reporter: Lendy Ramadhan
Video Production: Sekar Manik Pranita
Sumber: Tribunnews.com
VIDEO TERKAIT
KOMENTAR

Video TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved