Yandex

Terkini Daerah

Niat Nani Buat Mencret Pria Pujaan Hati Lewat Sate Beracun Berujung Kematian Bocah di Bantul

Selasa, 4 Mei 2021 10:35 WIB
Tribunnews.com

TRIBUN-VIDEO.COM - Nani Apriliani Nurjaman (25), tersangka kasus sate beracun yang menewaskan anak seorang tukang ojek online di Bantul, Yogyakarta, disebut tak berniat menghabisi nyawa Tomi maupun Naba Faiz (10).

Menurut Kasat Reskrim Polres Bantul, AKP Ngadi, NA hanya berniat memberi pelajaran terhadap Tomi yang disebut sudah menyakiti hatinya.

”Pengakuan sementara hanya untuk memberi pelajaran, dampaknya hanya mules, mencret saja. Tapi masih perlu kita pastikan lagi (kebenarannya),” kata Kanit Reskrim Polres Bantul, AKP Ngadi, Senin (3/5/2021).

AKP Ngadi mengatakan tersangka Nani mendapat ide memberikan racun sianida dari temannya berinisial R.

Sosok berinisial R tersebut adalah pelanggan salon tempat Nani bekerja.

Tersangka Nani dan R berteman baik.

Nani pun sering bercerita tentang berbagai masalah pada R, termasuk sakit hati R kepada Tomy yang sama-sama pelanggan salon tersebut.

Pria berinisial R tersebut sebenarnya menaruh hati kepada Nani.

Namun cintanya bertepuk sebelah tangan.

Baca: Ngaku Disarankan Teman Dekat, Tujuan Nani Hanya Ingin Buat Pujaan Hatinya Diare dengan Sate Beracun

Karena Nani mencintai pria lain, yaitu Tomy yang merupakan anggota Satreskrim Polresta Yogyakarta.

R tersebut kemudian memberikan saran agar Nani mengirimkan makanan yang sudah diracun pada Tomy melalui ojek online.

Dengan niat ingin memberikan pelajaran.

Baca juga: Bungkus Sate dan Jaket Jadi Kunci Polisi Tangkap Wanita Pengirim Sate Beracun di Bantul

”Pengakuan sementara untuk memberi pelajaran tujuannya hanya untuk diare. Menurut teman tersangka obat hanya berdampak mules sama mencret saja. Tapi kan kita masih memastikan," katanya.

Ia melanjutkan racun sianida tersebut dibeli melalui e-commerce sekitar Maret lalu.

Nani memesan sodium sianida, namun barang yang diterima adalah kalium sianida (KCn).

KCn merupakan racun yang berbahaya.

Kapolres Bantul AKBP Wachyu Tri Budi menjelaskan, kalium sianida itu dipesan Nani sekitar akhir Maret 2021 sebanyak 250 gram.

”Harganya Rp 200 ribu,” kata Wachyu pada kesempatan yang sama.

Baca: Kasus Sate Beracun, Motif Sakit Hati hingga Nani Menyesal Paket Sate Maut Merenggut Nyawa Orang Lain

Pada Minggu (25/4) Nani membeli sate ayam dan menaburi bumbunya dengan KCn untuk dikirimkan kepada Tomy.

"Untuk berapa takarannya baru kami dalami, kalau menurut pengakuan hanya satu sendok. Bentuknya semacam bubuk kristal kemudian dihaluskan," lanjutnya.

Polisi saat ini tengah mencari sosok R, teman yang memberi saran kepada Nani untuk meracuni Tomy.

Ia menyebut pria berinisial R tersebut belum ditemukan lantaran ponselnya mati.

Ia pun menyebut ada kemungkinan tersangka baru. Namun, pihaknya masih harus melakukan penyelidikan dan mencari alat bukti.

"Pengakuan mbak NA seperti itu, tapi harus dibuktikan lagi. Saat ini hpnya mati. Ya kemungkinan bisa (tambahan tersangka), kami belum bisa pastikan," ujarnya.

Sementara itu Direskrimum Polda DIY Kombes Pol Burkan Rudy Satria mengatakan, Nani sempat mengaku menyesal karena ada korban lain yang meninggal.

"Dia pernah bilang kalau menyesal, karena ada korban lain yang meninggal (salah sasaran)," sambungnya.

Rudy mengatakan, Nani dikenakan Pasal 340 tentang pembunuhan berencana dengan ancaman pidana mati atau penjara seumur hidup atau penjara paling lama 20 tahun.

Pasalnya, racun jenis padat dipesan Nani jauh sebelum peristiwa ini terjadi.

"Dapat kita simpulkan peristiwa ini sudah dirancang beberapa hari atau minggu sebelumnya, karena waktu pemesanan KCN ini," kata Burkan.

"Saat ini tersangka kami tahan di Polres Bantul," ujarnya. (tribun jogja/hda/maw)

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Niat Nani Buat Mencret Pria Pujaan Hati Lewat Sate Beracun Berujung Kematian Bocah di Bantul

Baca juga berita terkait di sini

# Polres Bantul # Bantul # Nani Apriliani Nurjaman # Sate Beracun # Polda DIY

Editor: Aprilia Saraswati
Video Production: Dimas HayyuAsa
Sumber: Tribunnews.com
VIDEO TERKAIT
KOMENTAR

Video TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved