Terkini Daerah
Perempuan Pengirim Sate Beracun yang Tewaskan Bocah di Bantul Ditangkap, Targetnya Polisi Senior
TRIBUN-VIDEO.COM, BANTUL - Kepolisian akhirnya mengamankan wanita misterius yang diduga menjadi pelaku di balik sate beracun yang menewaskan bocah 8 tahun bernisial NFP di Bantul, Yogyakarta.
Penangkapan terduga pelaku tersebut dilakukan aparat kepolisian setelah melakukan penyelidikan dengan memeriksa sejumlah saksi
"Tunggu besok ya. Iya sesuai dengan yang disampaikan oleh Bandiman," kata Kasat Reskrim Polres Bantul, AKP Ngadi dalam pesan singkatnya, Minggu (02/05/2021).
Kepolisian belum mengungkap identitas pelaku, termasuk tempat penangkapannya.
"Ya tunggu besok," lanjut dia.
Pihaknya akan segera menyelenggarakan konferensi pers terkait kasus sate beracun tersebut.
"Akan kami sampaikan besok (konferensi pers), sekitar jam 09.00 atau 10.00," ujarnya.
Baca: Fakta Baru Kasus Sate Maut di Bantul, Targetnya Ternyata Polisi Penyidik Senior, Pelakunya Wanita
Kronologi kejadian
Peristiwa bermula saat Bandiman yang bekerja sebagai pengemudi ojek online sedang beristirahat di sekitar Masjid daerah Gayam, Yogyakarta, Minggu (25/4/2021) .
Ketika sedang beristirahat, tiba-tiba datang seorang perempuan muda datang menghampiri Bandiman bermaksud meminta tolong mengantarkan paket takjil.
Dari pengakuan Bandiman, perempuan itu berciri-ciri masih muda, berkulit putih, dengan tinggi sekitar 160 cm dan mengenakan hijab dan baju berwarana krem.
"Dia mengatakan bahwa tidak punya aplikasi, dan meminta mengirimkan paket takil ke seseorang bernama Tomi di Villa Bukit Asri, Sembungan, Kasihan, Bantul," ujarnya saat ditemui, Selasa (27/4/2021) dilansir dari Tribunjogja.com.
Bandiman pun menyanggupi permintaan tersebut.
Perempuan itu pun menanyakan berapa tarif untuk mengantarkan paket berisi sate dan snack tersebut.
"Saya minta Rp 25 ribu, lalu saya dikasih Rp30 ribu. Saya juga minta nomor HP orang yang dituju. Dan minta nama si pengirim, dia mengatakan bahwa pengirim atas nama Hamid dari Pakualaman," ujarnya.
Bandiman pun mengantarkan paket tersebut.
Namun, sesampai di alamat yang dituju, rumah orang yang bernama Tomi tersebut terlihat sepi.
Bandiman pun berusaha menghubungi Tomi.
"Setelah saya hubungi, benar yang mengangkat bernama Tomi dan alamatnya juga benar. Tapi dia mengatakan bahwa tidak merasa memiliki teman yang bernama Hamid di Pakualaman. Lalu Tomi mengatakan bahwa paket tersebut untuk saya saja untuk berbuka puasa," katanya.
Lantas Bandiman pun membawa pulang paket makanan tersebut ke rumahnya.
Sesampainya di rumah, ia bertemu dengan anaknya, NFP yang baru pulang dari masjid.
Baca: Teka-Teki Mulai Terungkap, Wanita Pengirim Sate Beracun yang Tewaskan Anak Driver Ojol Ditangkap
NFP membawa bungkusan nasi gudeg untuk berbuka puasa.
"Kebetulan anak saya tidak begitu suka gudeg, anak saya memberikan gudeg ke saya itu dan memilih sate yang saya bawa. Tapi saya sempat makan dua tusuk sate, anak saya yang besar juga, tapi tidak merasakan apa-apa."
"Anak saya kemudian disuapin istri saya, pakai lontong dengan bumbu sate. Tiba-tiba anak saya mengeluh pahit dan panas. Lalu lari ke kulkas untuk minum, tapi sampai dapur dia terjatuh, istri saya mutah-mutah," katanya.
Melihat anaknya tak sadarkan diri, Bandiman pun langsung melarikan anaknya ke RS Wirosaban.
Sayangnya, NFP sudah tak tertolong lagi.
"Sudah meninggal pas perjalanan ke rumah sakit. Tapi hasil pemeriksaan di laboratorium itu," katanya.
Menurut dia, di perjalanan NFP sempat mengeluarkan buih dari mulutnya.
"Ditangani sekitar seperempat jam, mengatakan sudah tidak tertolong lagi. Kalau kata dokter itu positif kena racun, tapi racunnya apa masih menunggu hasil lab," ujar dia.
Istri Bandiman yang bernama Titik Rini (43) juga mengeluhkan hal yang sama, ia sempat memutahkan sate tersebut.
Titik juga sempat mendapat perawatan dokter dan keadaannya berangsur membaik dan diperbolehkan pulang pada Minggu malam.
Atas kasus tersebut, Bandiman melapor ke kepolisian.
"Kami berharap kasus ini benar-benar sampai tuntas karena ini sudah merenggut nyawa anak saya. Jangan sampai ini terulang pada driver-driver yang lain," katanya.
Akhirnya NFP pun dinyatakan meninggal dunia sekitar pukul 18.15 WIB.
Kepolisian pun menindaklanjuti peristiwa tersebut dengan mengumpulkan keterangan saksi dan barang bukti, termasuk mencari rekaman CCTV untuk melacak orang yang mengirim sate beracun tersebut.(*)
Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Pengirim Sate Beracun yang Tewaskan Bocah 8 Tahun di Bantul Diamankan, Ini Kilas Balik Kasusnya
# Paket Sate Misterius # Sate Beracun # Bantul # wanita misterius pengirim sate beracun
Video Production: Panji Yudantama
Sumber: Tribunnews.com
Live Update
Tak Kalah Populer dari Parangtritis, Pantai Goa Cemara Bantul Kini Jadi Destinasi Pilihan Wisatawan
Selasa, 24 Maret 2026
tribunnews update
2 Tersangka Pembunuhan di Sedayu Bantul Terancam Pidana Mati, Sindiran "Sok Alim" Jadi Pemicu
Rabu, 11 Maret 2026
Tribunnews Update
Pelaku Pembunuhan di Sedayu Bantul Sempat Melayat ke Rumah Korban, Bersikap Seolah Tak Bersalah
Rabu, 11 Maret 2026
Tribunnews Update
Kronologi Pembunuhan Pria di Sedayu Bantul, Korban Dihabisi seusai Pesta Miras Bersama Pelaku
Rabu, 11 Maret 2026
LIVE UPDATE
Geger Warga Bantul Tewas Dibacok OTK yang Tiba-tiba Masuk ke Rumah, Dilakukan di Depan Anak Istri
Jumat, 27 Februari 2026
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.