Yandex

HOT TOPIC

Oknum Polisi DIY Unggah Komentar Makian soal KRI Nanggala 402, Dugaan Depresi hingga Berujung Bui

Selasa, 27 April 2021 15:05 WIB
Tribunnews.com

TRIBUN-VIDEO.COM - Setelah dilakukan pencarian selama tiga hari, kapal selam KRI Nanggala-402 dinyatakan tenggelam di perairan utara Bali.

KRI Nanggala-402 ditemukan terbelah menjadi tiga bagian dan seluruh awak kapal yang berjumlah 53 orang dipastikan gugur.

Kepastian tersebut menghempaskan harapan dan optimisme seluruh bangsa Indonesia terutama keluarga korban yang terus disemai sejak kabar hilangnya Nanggala-402.

Harapan agar para awak KRI Nanggala-402 dapat ditemukan dan dievakuasi dengan selamat.

Apa daya, para prajurit itu, meninggal dalam tugas mulia mengamankan dan mengawal keutuhan NKRI.

Sangat disayangkan pada masa duka seperti saat ini masih saja muncul berita miring, bahkan komentar negatif tentang tenggelamnya KRI Nanggala-402.

Sejauh ini polisi setidaknya telah mengusut tujuh akun yang memberikan komentar tak layak tentang para awak kapal.

Pengusutan ini berdasarkan laporan dari masyarakat.

Polisi telah melakukan pemeriksaan mendalam dan menemukan dua akun adalah akun anonim yang ditindaklanjuti dengan pengajuan pemblokiran kepada Kemenkominfo.

Sedangkan lima sisanya masih dilakukan pengusutan oleh pihak kepolisian.

“Dua akun tersebut akun anonymous sebanyak 2 yang ditindaklanjuti dengan pengajuan pemblokiran kepada Kemenkominfo. Lima sisanya dilakukan pengusutan,” ujar Dirsiber Bareskrim Brigjen Slamet Uliandi pada awak media, Senin (26/4/2021).

Belakangan diketahui pemilik satu di antaranya akun yang berkomentar negatif itu adalah seorang oknum anggota polisi Polsek Kalasan, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Aipda Fajar Indriawan.

Unggah Komentar Hinaan

Aipda Fajar Indriawan kini diciduk seusai berkomentar negatif soal tragedi tenggelamnya kapal selam KRI Nanggala-402.

Pernyataannya viral di media sosial karena menganggap masyarakat terlalu berlebihan menyoroti insiden tenggelamnya kapal buatan Jerman tersebut.

Unggahan Aipda Fajar di Facebook itu bernada kurang simpati terhadap para korban tenggelam kapal KRI Nanggala-402 di perairan utara Bali.

Tak hanya itu, Aipda Fajar pun mengaku heran mengapa masyarakat menangisi insiden yang menewaskan 53 awak kapal.

"Matioo c****k, saya hidup di Indonesia sampe saat ini susah kekurangan kesukaran.

Ngopo kru kapal kyoo ngono di tangisi. Urus sendiri urusanmu," tulis Aipda Fajar.

Baca: Purnawirawan Polisi di Lubuk Pakam Ditikam Pakai Sangkur Orang, Pelakunya Diduga Oknum TNI

Puluhan TNI AL Datangi Polsek Kalasan

Akibat unggahan Aipda Fajar itu, puluhan anggota TNI AL sempat mendatangi Polsek Kalasan.

Dalam sebuah unggahan yang viral dinarasikan bahwa sejumlah prajurit TNI AL menggeruduk Mapolsek Kalasan.

Namun, menurut Wakapolda DIY, Brigjen Pol Raden Slamet Santoso, maksud kedatangan para jajaran TNI AL adalah untuk sebatas meminta klarifikasi.

"Dari rekan-rekan Danlanal tadi mereka mau klarifikasi. Jadi memang kita panggil, kita klarifikasi, kita kasih tahu duduk perkaranya seperti apa," paparnya.

Slamet pun memastikan bahwa hubungan antara Polri dan TNI AL masih tergolong baik.

Pihaknya pun juga terus berkoordinasi dengan Danlanal, Denpom AL, dan Danrem terkait kasus ini.

"Jadi alhamdulillah mudah-mudahan tetap kondusif lah wilayah kita ya," tandasnya.

Lebih jauh, Slamet juga memberikan imbauan kepada masyarakat termasuk jajarannya untuk selalu bijak dalam bermdia sosial.

"Antisipasilah jempol-jempolnya itu. Teknologi memang sudah maju dan tinggi tapi kita harus bijak dalam menggunakan teknologi itu," tegasnya.

Ditangkap Propam Polda DIY

Aipda Fajar Indriawan telah ditangkap Polda DIY pada Minggu (25/4/2021) malam.

Yang bersangutan tengah diperiksa oleh Divisi Profesi dan Pengamanan (Propam) Polda DIY terkait komentar tidak pantas terkait peristiwa tenggelamnya KRI Nanggala-402 di media sosial.

"Minggu (25/3/2021) malam, ada yang datang mempertanyakan tentang unggahan FI, kemudian kami komunikasikan," kata Kapolsek Kalasan, Kompol Sumantri, saat dimintai konfirmasi Tribunjogja.com, Senin (26/4/2021)

Sumantri enggan menjelaskan lebih jauh terkait kronologi kejadian di Mapolsek Kalasan pada Minggu malam.

Sebab, menurutnya, persoalan tersebut sudah ditangani oleh Propam Polda DI Yogyakarta.

"Yang bersangkutan sudah diserahkan ke Polda DI Yogyakarta pada Minggu malam," imbuh Kompol Sumantri.

Dihubungi terpisah, Kabid Humas Polda DI Yogyakarta, Kombes Pol Yulianto, membenarkan bahwa oknum anggota Polsek Kalasan yang mengunggah komentar negatif tentang kapal KRI Nanggala 402 sudah diamankan sejak Minggu malam.

Saat ini, yang bersangkutan sedang menjalani pemeriksaan di Polda DI Yogyakarta.

"Masih dalam pemeriksaan oleh Propam Polda DI Yogyakarta," tegasnya.

Atas perbuatan yang dilakukan itu, Fajar Indriawan terancam mendapatkan sanksi kode etik dan pidana.

Sebab, tindakan yang dilakukan berpotensi merusak hubungan baik instansi Polri dan TNI.

"Pasti ada tindakannya, bukan hanya kode etik, tetapi juga tindak pidana karena merusak hubungan instansi. Karena saat ini baru berduka," kata Wakil Kepala Polda DIY Brigjen (Pol) R Slamet Santoso, Senin (26/4/2021).

Diduga Alami Depresi

Lebih lanjut, Slamet mengatakan, dari hasil pemeriksaan sementara yang dilakukan petugas, Aipda F diduga mengalami depresi karena belum menikah.

Namun demikian, untuk memastikan kondisi kejiwaan dari yang bersangkutan akan dilakukan pemeriksaan lanjutan.

"Iya (ada indikasi depresi), karena sampai umur sekian belum menikah, kelahiran 1980. Kasus ini Polda tindak cepat dulu, periksa kejiwaannya, lalu Bareskrim dan Propam akan turun juga," kata dia.

Senada juga disampaikan Kabid Humas Polda DIY, Kombes Pol Yuliyanto.

Menurutnya, yang bersangkutan memiliki riwayat gangguan kejiwaan beberapa tahun lalu.

"Ada laporan tidak resmi dari tetangganya, dari kawan-kawanya bahwa yang bersangkutan pernah depresi beberapa tahun yang lalu," tandasnya.

Oleh karena, untuk memastikannya akan dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.

"Itu nanti harus dibuktikan dengan hasil pemeriksaan kejiwaan apakah depresi betul atau tidak," ucapnya.

Baca: Kabareskrim Pastikan Oknum Polisi yang Komentar Negatif Tragedi Nanggala-402 Diproses Pidana

Polda DIY Minta Maaf

Terkait dengan perbuatan tidak pantas yang dilakukan anggotanya itu, Polda DIY secara institusi menyampaikan permohonan maaf terhadap TNI, keluarga korban dan masyarakat Indonesia.

"Kami juga meminta maaf kepada keluarga besar TNI AL, kepada seluruh masyarakat Indonesia bahwasanya ada anggota Polsek Kalasan yang telah posting komentar yang membuat perasaan tidak enak membuat kegaduhan di media sosial. Untuk itu Kami mohon maaf yang sebesar-besarnya, kepada TNI AL khususnya, kepada keluarganya, kepada TNI, kepada masyarakat Indonesia," ujar Kabid Humas Polda DIY, Kombes Pol Yuliyanto.

Menyikapi hal itu, pihaknya juga memastikan jika yang bersangkutan akan diproses dengan prosedur hukum yang berlaku.

"Kami yakinkan yang bersangkutan akan menerima konsekuensinya akan dilakukan tindakan yang proporsional untuk yang bersangkutan. Sekali lagi kami berduka atas peristiwa yang dialami oleh KRI Nanggala-402," ucapnya.

Di tengah duka atas kehilangan 53 prajurit terbaik bangsa, ada oknum polisi yang berkomentar tak pantas di sosial media.

Aipda Fajar Indriawan kini telah diciduk karena komentarnya soal tragedi tenggelamnya KRI Nanggala.

Yang bersangkutan pun telah diperiksa Propam dan terancam hukuman pidana. (*)

Baca berita terkait lainnya

Editor: Dita Dwi Puspitasari
Reporter: Fina RakhmatulMaula
Video Editor: Fitriana SekarAyu
Sumber: Tribunnews.com
VIDEO TERKAIT
KOMENTAR

Video TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved