Yandex

Terkini Nasional

Wisata Religi ke Samarinda, Melihat Alquran Berumur 3 Abad yang Ada di Masjid Shiratal Mustaqiem

Selasa, 27 April 2021 08:59 WIB
TribunTravel.com

TRIBUN-VIDEO.COM - Wisata religi bisa menjadi pilihan bagi umat Muslim yang ingin beraktivitas selama bulan Ramadan.

Ada banyak sekali tempat wisata religi yang bisa kalian kunjungi, mulai dari makam pemuka agama hingga tempat ibadah.

Nah, jika kalian berada di Samarinda, salah satu tempat wisata religi yang wajib dikunjungi adalah Masjid Shiratal Mustaqiem.

Lokasinya berada di Jalan Panglima Bendahara, Kecamatan Samarinda Seberang, Samarinda, Kalimantan Timur (Kaltim).

Sudah berdiri lebih dari satu abad, masjid ini tetap bertahan dengan ciri khas bangunan fisiknya.

Melansir laman Tribun Kaltim, Masjid Shiratal Mustaqiem dibangun dalam kurun waktu empat tahun, dari 1881 Masehi atau 27 Rajab sampai 1884 Masehi.

Masjid bersejarah tersebut diresmikan oleh Sultan Kutai Kertanegara Aji Muhammad Sulaiman pada 27 Rajab 1311 H.

Menurut informasi sekretaris Pengurus Masjid Shiratal Mustaqiem Ishak Ismail, Masjid Shiratal Mustaqiem dibangun Habib Abdulrahman bin Muhammad Assegaf.

Dia adalah seorang ulama dari Pontianak Kalimantan Barat keturunan Habib Zuriyat dari Rasul.

Dipercaya sebagai bendara di Kasultanan Kutai, Habib Abdulrahman bin Muhammad Assegaf mulai menghimpun pajak.

Kapasitas Masjid Shiratal Mustaqiem kurang lebih mampu menampung 1.000 orang jemaah sampai untuk salat berjemaah.

Sudah berdiri lebih dari 1 abad, masjid ini masih kokoh dengan bahan bangunan yang terbuat dari kayu ulin, pondasi, dan lantai dinding.

Bangunan masjid didominasi dengan warna hijau kuning, putih.

Hijau merupakan warna alam warna kesenangan Rasulullah, kuning warna kejayaan atau keemasan dan putih sendiri diartikan warna kesucian.

Baca: Pengakuan Penjual Nasi Kuning di Samarinda yang Disebut Mirip Lee Min Ho: Saya Tak Tahu Artis Itu

Masjid Shiratal Mustaqiem berdiri di atas lahan seluas 1,5 hektare dengan luas bangunan 20 x 20 meter di tambah teras 4 meter sisi kanan kiri, total sekira 28x28 meter.

Masjid Shiratal Mustaqiem pernah dipugar tahun 2003, dengan tingkat kerusakan kurang lebih 30 sampai 50 persen, termasuk pemugaran menara.

Masjid Shiratal Mustaqiem termasuk masjid cagar budaya, sehingga untuk membangun atau mengganti materialnya harus sesuai rekomendasi balai cagar budaya.

Hal ini dilakukan agar bentuk masjid tetap sama.

Sejarah berdirinya Masjid Shiratal Mustaqiem juga ada campur tangan warga negara Belanda sebagai bukti hubungan baik dengan Sultan Kutai Kertanegara pada saat tahun 1901 silam.

Dia adalah saudagar kaya asal Belanda, Hendri Dahsen yang merupakan seorang mualaf.

Menara masjid menjulang setinggi 21 meter dengan bentuk segi delapan.

Pada setiap lantai terdapat 20 lampu yang menerangi saat malam hari.

Bila memasuki ruang ibadah utama masjid, kamu akan melihat kaligrafi tertua yang dibuat sejak masjid selesai dibangun.

Kaligrafi tersebut berada tepat di atas mihrab imam.

Ada juga kitab suci Alquran bersejarah yang dibuat dengan tulisan tangan pada tahun 1700-1800.

Ditemukan sebuah gambar di dalamnya, dan itu dapat menjadi indikasi tahun dibuatnya Alquran tersbeut.

Balai Perpustakaan Pusat Jamaeta mengungkapkan gambar itu dibuat sekira tahun 1800 dan Alquran dibuat tahun 1700.

Masjid Shiratal Mustaqiem merupakan tempat wisata religi yang cukup populer.

Sejumlah tokoh hingga pejabat nasional maupun mancanegara pernah mengunjungi masjid ini.

Pada 2008, Menteri Agama Brunei Darussalam didampingi duta besar Brunei Darussalam untuk Indonesia, serta mantan presiden Susilo Bambang Yudhoyono pernah shalat di sini.

Selain itu, Sultan Pontianak juga sempat mengunjungi masjid pada Oktober 2020 lalu.(*)

Artikel ini telah tayang di TribunTravel.com dengan judul Wisata Religi ke Samarinda, Melihat Alquran Berumur 3 Abad yang Ada di Masjid Shiratal Mustaqiem

# Samarinda # Wisata Religi # masjid shiratal Mustaqiem # Bulan Ramadan # Kalimantan Timur

Editor: fajri digit sholikhawan
Video Editor: Ignatius Agustha Kurniawan
Sumber: TribunTravel.com
VIDEO TERKAIT
KOMENTAR

Video TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved