Yandex

INDONESIA UPDATE

Kronologi Hilang Kontaknya hingga Tenggelamnya KRI Nanggala 402, Tak Terdeteksi di Sonar

Minggu, 25 April 2021 15:11 WIB
Tribunnews.com

TRIBUN-VIDEO.COM - Kapal selam KRI Nanggala-402 sendiri dinyatakan hilang kontak pada Rabu (21/4/2021) sekira pukul 03.00 WIB di perairan utara Bali.

Kapal selam hilang seusai meminta izin untuk menyelam ke Komandan Gugus Tempur Laut II guna melaksanakan penembakan Torpedo SUT.

TNI kemudian langsung melakukan pencarian seusai kapal tak bisa dihubungi.

Dalam keterangan tertulis Dinas Penerangan Angkatan Laut (Dispen AL) mengungkapkan, kapal buatan jerman tersebut dinyatakan hilang kontak pada Rabu malam.

02.30 WITA: Latihan dimulai.

03.00 WITA: KRI Nanggala-402 izin menyelam pada kedalaman 13 meter dan persiapan penembakan torpedo, sambil didampingi sea rider.

03.00-03.30 WITA: Geladak haluan KRI Nanggala-402 masih terlihat oleh tim penjejak sea rider dalam jarak 50 meter.

Dalam kurun waktu ini, KRI lainnya menempati posisi untuk mengecek torpedo, dalam hal ini adalah unsur-unsur lain yang saat itu juga sedang persiapan peluncuran torpedo.

03.46 WITA: Sea rider memonitor lampu pengenal dari KRI Nanggala-402 perlahan-lahan mulai menyelam dan tidak terlihat untuk penembakan torpedo.

03.46-04.46 WITA: Personel di permukaan terus-menerus memanggil KRI Nanggala-402, tapi tak ada respons.

Baca: Dinyatakan Mulai Submiss hingga Subsunk, Berikut Data Awak Kapal Selam KRI Nanggala 402

Baca: Panglima TNI Tak Bisa Pastikan Kondisi Awak KRI Nanggala 402, Ada Dua Cara Evakuasi yang Disiapkan

Mengetahui KRI Nanggala-402 tak merespons, helikopter diterbangkan dari KRI Gusti Ngurah Rai untuk melakukan deteksi visual.

Namun, hasilnya nihil.

06.46 WITA: Dilakukan isyarat sub-miss atau kapal selam hilang.

TNI AL langsung melakukan pencarian dengan mengerahkan KRI Raden Eddy Martadinata-313, KI I Gusti Ngurah Rai-332, dan KRI Diponegoro-365.

Ketiga KRI tersebut melakukan pencarian dengan sonar aktif namun hasilnya nihil.

Sekira pukul 07.00 WIB, pihak TNI melakukan pengamatan udara dari helikopter.

Ditemukan tumpahan minyak di sekitar posisi menyelam.

Kemudian, pada pukul 14.00 WIB, KRI Rigel dari Jakarta dan KRI Rengat dari Satuan Ranjau turut membantu pencarian menggunakan side scan sonar.

Selain itu, petugas mengirimkan dua mobil chamber ke Banyuwangi dan mengirim distres International Submarine Escape and Rescue Leaison Office (ISMERLO).

Berdasarkan hasil analisa, KRI Nanggala-402 kemungkinan mengalami black out sehingga kapal tidak terkendali.

Awak kapal pun juga tidak dapat melakukan prosedur kedaruratan.

Seharusnya ada tombol darurat untuk mengembus supaya kapal bisa timbul ke permukaan.

Namun, diduga kapal tenggelam pada kedalaman 600 sampai 700 meter di laut. (*)

Baca berita terkait KRI Nanggala-402 di sini

# KRI Nanggala-402 # kapal selam # subsunk # perairan utara Bali

Editor: Aprilia Saraswati
Reporter: Firdausi Rohmah Rizki Ananda
Video Editor: bagus gema praditiya sukirman
Sumber: Tribunnews.com
VIDEO TERKAIT
KOMENTAR

Video TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved