TribunnewsWiki
Paratifus, Penyakit yang Terjadi akibat Infeksi Bakteri Salmonella Paratyphi, Mirip dengan Tifus
TRIBUN-VIDEO.COM - Paratifus (alias: paratifoid) merupakan penyakit yang terjadi akibat infeksi bakteri Salmonella paratyphi dan mirip dengan penyakit tifoid yang banyak disebut sebagai tifus.
Bedanya, tingkat keparahannya cenderung lebih rendah dan durasi penyakit yang lebih pendek daripada penyakit tifus. Penyakit ini dapat menyerang semua usia.
Penyakit paratifus seringkali ditemukan pada daerah-daerah dengan tingkat kebersihan atau sanitasi yang buruk.
Baca: Demam Tifoid (Tifus/Tipes), Penyakit yang Terjadi akibat Infeksi Bakteri Salmonella Typhi
Hal tersebut karena penyebab penyakit paratifus adalah bakteri, yaitu S. paratyphi (paratifus A), S. schottmuller (paratifus B), serta S. hirschfeld ii (paratifus C).
Proses penyebaran bakteri-bakteri tersebut melalui faecal-oral route (rute penularan penyakit dari feses ke mulut).
Bakteri-bakteri tersebut biasanya menyebar melalui makanan atau minuman yang terkontaminasi oleh kotoran (feses) dan urin penderita ataupun orang-orang yang berpotensi (pembawa) paratifus.
Kontaminasi bakteri penyebab penyakit paratifus ini biasanya menyebar melalui makanan dan air, akibat tingkat kebersihan yang buruk, terutama pada negara sedang berkembang.
Gejala
Gejala penyakit tifus dan paratifus mirip.
Umumnya, bakteri-bakteri penyebab paratifus memiliki masa inkubasi selama 1-3 minggu sebelum menimbulkan gejala.
Masa inkubasi ini terjadi lebih cepat apabila penyakit paratifus menyerang anak-anak.
Gejala-gejala penyakit paratifus akan muncul secara bertahap pada penderita dewasa, akan tetapi gejala-gejala tersebut dapat muncul secara tiba-tiba pada anak-anak.
Gejala-gejala yang dapat ditemukan pada penderita paratifus adalah sebagai berikut.
• Demam tinggi yang berkelanjutan. Hal ini biasanya disebabkan akibat tubuh tidak merespon pemberian obat-obatan penurun panas.
• Penurunan nafsu makan.
• Rasa tidak enak badan (malaise).
• Lidah berubah warna menjadi kekuningan atau keabuan dengan bagian ujung berwarna merah, hal ini dikenal dengan istilah typhoid tongue.
• Sakit kepala.
• Pembengkakan limpa yang dapat menyebabkan ketidaknyamanan pada area perut.
• Munculnya ruam berwarna kemerahan pada area tubuh (rose-colored spots). Ruam ini biasanya ditemukan pada area dada pada minggu pertama saat terkena penyakit paratifus.
• Sulit buang air besar (konstipasi) ataupun diare. Akan tetapi, pada penderita dewasa, konstipasi lebih sering ditemukan.
• Batuk kering pada masa awal terkena penyakit paratifus.
• Rasa nyeri pada area perut.
• Berat badan yang berkurang.
• Rasa lelah.
Apabila tidak ditangani dengan baik, penyakit paratifus dapat menyebabkan luka maupun pendarahan pada area pencernaan.
Baca: Awalnya Disebut Sakit Tifus, Kalina Oktarani Dinyatakan Positif Covid-19
Pengobatan
Penyakit paratifus dapat mengancam nyawa apabila tidak tertangani dengan baik. Oleh karena itu, terdapat beberapa cara yang dapat dilakukan untuk mengobati penyakit ini, antara lain:
• Mengonsumsi banyak cairan seperti air mineral (air putih) untuk mencegah dehidrasi yang berbahaya bagi tubuh, terutama pada bayi maupun penderita usia lanjut.
• Mengonsumsi obat-obatan seperti antibiotik yang diresepkan oleh dokter sesuai anjuran untuk membunuh bakteri dan mengurangi gejala-gejala.
Dengan pengobatan antibiotik yang tepat, penyakit paratifus dapat sembuh dalam jangka waktu 10-14 hari.
Obat-obatan yang biasanya digunakan untuk mengobati penyakit paratifus antara lain seperti antibiotik golongan fluoroquinolone (misalnya ciprofloxacin), azithromycin, dan antibiotik golongan sefalosporin (misalnya ceftriaxone).
Pencegahan
Tidak seperti penyakit tifus, belum ditemukan imunisasi tertentu yang dapat mencegah terjadinya penyakit paratifus.
Oleh karena itu, terdapat beberapa cara yang dapat dilakukan guna mencegah terkena penyakit paratifus, antara lain:
• Selalu cuci tangan setelah menggunakan toilet ataupun saat sebelum dan sesudah makan.
• Menjaga kebersihan diri sendiri (higiene pribadi) dengan cara menjaga tangan tetap bersih, menggunting dan menjaga kebersihan kuku secara rutin.
• Berhati-hati dalam mengonsumsi makanan atau minuman, pastikan kebersihannya. Oleh karena itu, sebaiknya hanya konsumsi makanan yang dimasak, direbus, maupun yang telah dikupas.
• Hindari mengonsumsi makanan-makanan mentah; misalnya seperti daging maupun seafood mentah dan produk susu yang tidak dipasteurisasi.
• Hindari membeli makanan di tempat dengan kebersihan lingkungan kurang baik.
• Mencuci buah dan sayur sebelum dikonsumsi dengan menggunakan air mengalir yang bersih, serta hindari mengonsumsi buah-buahan yang kulitnya rusak. (Tribunnewswiki.com/Septiarani)
Baca juga berita terkait di sini
Artikel ini telah tayang di TribunnewsWiki dengan judul Paratifus (Paratifoid)
# Paratifus # Infeksi Bakteri # Salmonella Paratyphi # Gejala Demam Tifoid # Tifus
Video Production: Panji Yudantama
Sumber: TribunnewsWiki
kabar selebriti
Terungkap Fakta Lesti Kejora Masuk Rumah Sakit karena Tifus, Kuasa Hukum Bantah Hamil Anak Kedua
Rabu, 5 April 2023
Kabar Selebriti
Lesti Kejora Absen Tampil Fashion Show, Ivan Gunawan Sebut Istri Rizky Billar Alami Hal Ini
Sabtu, 1 April 2023
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.