Yandex

Terkini Daerah

Dapat Bantuan 1 Butir Telur dan Sebungkus Mi Instan, Warga NTT Mengeluh: Ini Lelucon, Kami Dihina

Rabu, 21 April 2021 12:57 WIB
Kompas.com

TRIBUN-VIDEO.COM - Korban badai seroja di Kelurahan Teunbaun, Kecamatan Amarasi Barat, Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur mendapatkan bantuan bencana dari pemerintah.

Bantuan yang diterima oleh seorang warga berupa berupa satu kilogram beras, satu butir telur da sebungkus mi instan.

Warga bernama Yuli Bureni itu mengaku merasa diolok-olok dengan bantuan tersebut.

Yuli merupakan warga Desa Merbaun, menerima bantuan itu pada Jumat (16/4/2021) dari rumah ketua RT.

Menurutnya bantuan tersebut sangatlah aneh.

“Ini bantuan aneh. Kami merasa seperti diolok-olok oleh pemerintah dengan bantuan beras satu kilo dan telur sebutir ditambah mie satu bungkus," katanya.

Yuli mengaku sempat menerima bantuan dari pihak lain beberapa waktu lalu dan jumlahnya lebih banyak dari bantuan pemerintah.

Ia mengatakan tetap bersyukur dengan bantuan yang diterimanya, hanya saja Yuli merasa hal ini lucu.

"Biar kami dapat bantuan sedikit pun kami bersyukur. Tapi ini bantuan satu butir telur kami rasa sangat lucu," kata Bureni sembari tertawa.

Sementara itu, warga lain bernama Meidel Amtiran juga mendapatkan bantuan yang sama.

Amtiran adalah korban bencana badai seroja, rumahnya rusak berat tertimpa pohon beringin pada Minggu (4/4/2021).

Amtiran telah memperbaiki rumahnya yang rusak itu dengan meminta bantuan kepada sejumlah saudara di Kota Kupang.

Sementara bantuan pemerintah itu baru diterima sekitar dua pekan setelah bencana.

Ia mengaku, hingga saat ini bantuan dari pemerintah itu masih disimpannya.

"Bantuannya masih saya simpan sampai sekarang," katanya.

Baca: Korban Bencana NTT Kesal Dapat Bantuan 1 Butir Telur dan Sebungkus Mi Instan: Kami Merasa Dihina

Baca: VIRAL Korban Bencana di NTT Dapat Sebutir Telur dan 1 Bungkus Mi Instan, Camat Beri Penjelasan

Dikutip dari Kompas.com, Selasa (20/4/2021), ia dan warga lain mengaku bingung dengan bantuan tersebut padahal bencana yang menimpa mereka tergolong besar.

"Kami masyarakat yang kena musibah langsung di sini bingung dengan pemberian bantuan model begini. Kami tidak habis pikir kok bisa ada bantuan yang model begini padahal bencana besar sekali," ungkap Amtiran.

Ia juga menganggap bantuan itu sebagai lelucon dan merasa dihina.

"Bantuan ini, kami anggap sebuah lelucon. Ini kata kasarnya sudah hina kami. Walau kami diterpa bencana seperti ini, tapi kami masih ada pisang, kelapa ubi yang nilainya masih lebih tinggi dari bantuan pemerintah," kata Amtiran.

Sementara ituCamat Amarasi Barat Kornelis Nenoharan mengatakan, pihaknya telah mendistribusikan bantuan kepada masyarakat dalam dua tahap.

Bantuan tahap pertama diberikan pada Rabu (14/4/2021), terdapat 2.500 kilogram beras, 50 kardus mi instan, 48 rak telur, 18 kantong minyak goreng ukuran dua liter, dan lima lembar tikar.

alu, bantuan tahap kedua diberikan pada Sabtu (17/4/2021).

Bantuan itu berupa 2.500 kilogram beras, satu unit genset, 30 buah matras, 16 kilogram gula pasir, 20 kaleng ikan kalengan, satu buat tandon berukuran 750 liter, 50 saset wilpet, 50 bungkus masker, 50 kardus mi instan, 10 kilogram gula pasir, lima kardus air mineral ukuran 1,5 liter.

Bantuan itu didistribusikan ke enam desa dan satu kelurahan.

"Kami distribusikan bantuan untuk warga korban bencana di enam desa dan satu kelurahan," kata Kornelis.

Ia mengatakan, kepala desa dan lurah tentunya akan membagi bantuan secara bijaksana sesuai dengan tingkat kerusakan rumah.

"Jadi kami bagikan bantuan itu secara merata. Kepala desa dan lurah tentu akan secara bijaksana membagi sesuai tingkat kerusakan rumah setiap warga," kata Kornelis.

Kornelis menilai, jika bantuan dibagi rata, tak mungkin warga hanya mendapat satu kilogram beras.

Setidaknya, setiap kepala keluarga mendapat hampir dua kilogram beras.(*)

# Bantuan # mi instan # telur # korban bencana NTT # NTT

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul Kesal Dapat Bantuan 1 Butir Telur dan Sebungkus Mi Instan, Korban Bencana NTT: Ini Lelucon, Kami Dihina

Editor: Sigit Ariyanto
Video Editor: Panji Yudantama
Sumber: Kompas.com
Tags
   #bantuan   #mi instan   #telur   #korban bencana NTT   #NTT
VIDEO TERKAIT
KOMENTAR

Video TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved