Yandex

INDONESIA UPDATE

Diduga Olok-olok Umat Hindu, Desak Darmawati Minta Maaf, Kini Diproses Hukum karena Nistakan Agama

Selasa, 20 April 2021 13:50 WIB
Tribun Video

TRIBUN-VIDEO.COM - Seorang dosen di sebuah perguruan tinggi swasta di Jakarta Desak Made Darmawati meminta maaf atas pernyataannya yang menyinggung soal umat Hindu, Minggu (18/4/2021).

Meski sudah meminta maaf, Desak dapat diproses hukum terkait dugaan penistaan agama.

Sebelumnya, video berisi ceramah Desak Dharmawati dengan tema 'Kenapa Masuk Islam, Para Pencari Tuhan' viral di media sosial.

Atas video yang diduga mengandung penistaan agama, Menteri Koordinator PMK dan Menteri Agama RI, Ditjen Bimas Hindu bersama PHDI Pusat menggelar pertemuan dengan Desak Made Darmawati di gedung lapangan tembak Kesatrian Kopassus Cijantung, Jakarta Selatan.

Dalam kesempatan tersebut, Desa Made membacakan permohonan maafnya di depan publik.

Dalam forum tersebut, Desak meminta maaf atas video ceramahnya yang menyinggung perasaan umat Hindu.

Desak Made menyebut dirinya tak memiliki niatan untuk menistakan dan mengolok-olok agama Hindu.

Menurutnya, pernyataan tersebut keluar karena kelemahan dan kelalaiannya sebagai manusia.

Baca: Oknum Dosen di Jember Jadi Tersangka Pencabulan Keponakan yang Tinggal Bersamanya, Modus Pengobatan

Desak Made mengaku juga akan bertangungjawab atas semua akibat dari pernyataan yang diungkapkannya.

Meski demikian, Desak Made berharap masyarakat khususnya umat Hindu mau menerima permintaan maaf darinya.

Permohonan maaf yang tertulis di atas kertas tersebut kemudian diberikan kepada Ketua PHDI Pusat Mayjen TNI Purnawirawan Wisnu Bawa Tenaya, disaksikan Dirjen Bimas Hindu dan tamu undangan lainnya.

Dirjen Bimas Hindu dan Ketua PHDI Pusat, kompak menerima permintaan maaf yang disampaikan oleh Desak Made Darmawati.

Meski sudah meminta maaf di hadapan publik kepada umat Hindu, Desak Made masih tetap harus menjalani proses hukum.

Sementara itu, anggota Komisi III DPR RI Wayan Sudirta mengungkapkan, kalimat yang dilontarkan Desak Made Darmawati diduga mengandung unsur penistaan agama Hindu.

Kasus tersebut memenuhi unsur dugaan penistaan agama dan melanggar Pasal 156a KUHP.

Wayan mengungkapkan, Pasal 84 ayat (1) KUHAP yang sejalan dengan Perkap No 6 tahun 2019, bisa dijadikan landasan untuk memproses kasus tersebut ke Polda Bali.(*)

# INDONESIA UPDATE # penistaan agama # Umat Hindu # viral di media sosial # Kopassus # Cijantung

Editor: fajri digit sholikhawan
Reporter: Firdausi Rohmah Rizki Ananda
Videografer: fajri digit sholikhawan
Video Editor: Aditya Wisnu Wardana
Sumber: Tribun Video
VIDEO TERKAIT
KOMENTAR

Video TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved