Yandex

Tribunnews Update

Terungkap Fakta Baru, Tangan Anak Penganiaya Perawat RS Siloam Berdarah karena Ibu Nekat Menggendong

Minggu, 18 April 2021 13:18 WIB
Kompas.com

TRIBUN-VIDEO.COM - Kasus penganiayaan terhadap perawat RS Siloam Palembang berinisial CRS (27) oleh JT masih disorot.

JT menuduh CRS telah membuat tangan anaknya yang selesai dirawat berdarah seusai selang infusnya dicabut.

Belakangan, polisi mengungkap fakta bahwa CRS sempat memeperingatkan istri JT agar tidak menggendong anaknya setelah infus dilepas karena bisa berdarah, namun tidak dihiraukan.

Hal itu disampaikan Kapolrestabes Palembang Kombes Pol Irvan Prawira dalam keterangannnya, Sabtu (17/4/2021).

Baca: Pengakuan Istri Penganiaya Perawat RS Siloam, Melisa: Bermula Ketidakprofesionalan Seorang Suster

Ia mengatakan, awalnya selang infus pasien balita anak dari JT dicabut setelah empat hari perawatan di RS Siloam.

Sebelumnya, CRS mengingatkan istri pelaku atau ibu pasien supaya jangan menggendong anaknya terlebih dulu.

"'Jangan digendong Bu, nanti berdarah'. Namun setelah infus itu dilepas korban, istri pelaku menggedong anaknya, saat itulah tangan anak pelaku berdarah," kata Irvan, dikutip dari Kompas.com, Sabtu (17/4/2021).

Namun ibu pasien tetap menggendongnya, sehingga saat itu juga tangan anaknya mengeluarkan darah.

Melihat tangan anaknya berdarah, ibu pasien panik dan langsung menghubungi JT.

"Istri pelaku menelepon suaminya yang ada di luar mengabarkan tangan anaknya berdarah. pelaku panik langsung datang dan menganiaya korban, ponsel milik teman korban yang merekam juga dibanting pelaku," ujar Kapolres.

JT kemudian datang dan langsung emosi melihat kejadian itu hingga melakukan penganiayaan terhadap CRS bahkan sampai tak menghiraukan permintaan maaf korban.

Menurut Irvan, pelaku kooperatif saat pemeriksaan dengan memberikan keterangan secara jelas kepada polisi dan mengakui perbuatannya.

Baca: Sosok Perawat RS Siloam yang Dianiaya JT dan Alami Trauma, Masih Lajang & akan Menikah Oktober 2021

"Pelaku mengaku panik mendengar tangan anaknya berdarah setelah infus dilepas," ujarnya.

Sementara, dalam keterangannya JT meminta maaf dan mengaku perbuatannya itu dilatarbelakangi emosi sesaat karena panik dengan keadaan anaknya.

"Saya emosi hingga nekat mendatangi perawat tersebut di RS tersebut," ujarnya JT.

Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, JT dijerat Pasal 351 KUHP tengan penganiayaan. (Tribun-video.com/Kompas.com)

Baca juga berita terkait di sini

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul Usai Cabut Infus, Perawat yang Dianiaya Keluarga Pasien Sempat Bilang "Jangan Digendong Bu, Nanti Berdarah"

# perawat # RS Siloam # Palembang # penganiayaan # infus # Kapolrestabes Palembang

Editor: Panji Anggoro Putro
Reporter: Dea Mita
Video Production: Gianta Firmandimas Adya Mahendra
Sumber: Kompas.com
VIDEO TERKAIT
KOMENTAR

Video TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved