Yandex

Terkini Daerah

Aktivitas Menulis Alquran di Ponpes Mumtaza Banjarnegara

Rabu, 14 April 2021 13:28 WIB
Tribun Jateng

TRIBUN-VIDEO.COM, BANJARNEGARA - Ada yang menarik di Pondok Pesantren (Ponpes) Mumtaza, Desa Gumiwang, Kabupaten Banjarnegara.

Para santri bukan sekadar dituntut membaca dan menghafal Alquran. 

Mereka juga wajib menulis ayat Alquran yang telah mereka hafalkan. 

Pengelola pesantren menyediakan mushaf tulis bagi setiap santri.

Di dalamnya sudah terdapat cetakan tulisan ayat Alquran, namun masih lamat-lamat.

Tugas santri menebalkan tulisan itu hingga sempurna dan mudah dibaca. 

Jelang Ramadan atau pada Minggu (11/4/2021), kegiatan ini bahkan bukan hanya dilakukan santri, namun diikuti 604 orang dari sejumlah TPQ dan majlis taklim di Banjarnegara.  

Peserta gerakan menulis mushaf Alquran itu lintas usia, dari anak belia hingga lansia.

Semangat mereka menulis Alquran seantusias menyambut datangnya bulan suci Ramadan. 

"Bahkan ada yang usia 80 tahun," kata pengasuh Ponpes Mumtaza, KH Afit Juliet Nurcholis kepada Tribunbanyumas.com, Selasa (13/4/2021). 

Meski hanya menebalkan, pekerjaan itu tetap butuh ketelitian ekstra.

Mereka harus telaten.

Jika tidak cermat, goresan pena mereka bisa keluar garis hingga hasilnya kurang maksimal. 

Wajar, hasil pekerjaan masing-masing peserta pun bisa berbeda-beda satu sama lain. 

Afit mengatakan, pada kegiatan itu, dalam satu jam, peserta harus menulis satu halaman.

Alhasil, dalam satu jam, 30 juz Alquran berhasil ditulis oleh 604 peserta dalam kegiatan itu.

Gerakan menulis Alquran diyakini memberikan dampak positif bagi penulisnya. 

"Dengan menulis, orang akan belajar dengan ketekunan, ketelitian, dan kesabaran," katanya.

Afit meyakini, menulis Alquran bisa membentuk kepribadian seorang menjadi lebih baik.

Di antara sifat yang terbentuk dari aktivitas menulis itu adalah tekun, teliti, dan sabar yang memang dibutuhkan untuk pekerjaan tersebut. 

Aktivitas ini juga akan memotivasi umat Islam untuk semakin mencintai Alquran. 

Afit mencontohkan, para pengrajin batik yang punya kepribadian sabar, teliti, dan tekun.

Ini lantaran kebiasaan mereka membatik yang dituntut dengan sifat-sifat itu agar hasil pekerjaannya sempurna. 

"Para pembatik itu rata-rata sabar, tekun."

"Apalagi ini, yang ditulis adalah wahyu Tuhan," katanya.

Di Ponpes Mumtaza, kata dia, kegiatan menulis Alquran sudah menjadi menu harian santri.

Pihaknya menarget sampai 1,5 tahun atau 2 tahun, santri telah menyelesaikan menulis Alquran 30 juz. 

Ia pun telah melihat perubahan perilaku santri yang telah mentradisikan menulis Alquran selama ini di pesantren.

Ia melihat mereka cenderung sabar, tekun, dan teliti dalam kehidupan sehari-hari. 

"Makanya kami ingin jadikan menulis Alquran sebagai rutinitas untuk mengisi Ramadan," katanya. (Khoirul Muzakki)

Artikel ini telah tayang di Tribunbanyumas.com dengan judul Mengintip Aktivitas Menulis Alquran di Ponpes Mumtaza Banjarnegara, Cara Tepat Ubah Perilaku Santri

Editor: Radifan Setiawan
Sumber: Tribun Jateng
VIDEO TERKAIT
KOMENTAR

Video TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved