Yandex

TRIBUNNEWS UPDATE

Buntut Petugas Damkar Depok Bongkar Dugaan Korupsi, Kejari Panggil Sejumlah Pejabat

Rabu, 14 April 2021 10:21 WIB
TribunJakarta

TRIBUN-VIDEO.COM - Seorang petugas pemadam kebakaran di Depok, Jawa Barat viral di media sosial karena aksinya membongkar praktik dugaan korupsi di kantornya.

Bahkan muncul kabar bahwa petugas damkar tersebut mendapat ancaman terkait aksinya.

Terkait hal ini, pihak Kejaksaan Negeri Depok telah turun tangan untuk menangani persoalan ini.

Dikutip dari TribunJakarta.com, Kasi Intel Kejari Kota Depok, Herlangga Wisnu Murdianto menuturkan, dugaan korupsi di Dinas Damkar Kota Depok terkait pengadaan sepatu.

Dikabarkan ada ketidaksesuaian antara harga dengan kualitasnya.

Pihak Kejari Depok pun sudah melakukan pengumpulan data dan informasi setelah munculnya pemberitaan pada bulan Maret.

"Terkait pengadaan sepatu di Damkar Kota Depok, Kejaksaan Negeri Depok telah melakukan pengumpulan data dan informasi sekitar akhir bulan Maret setelah adanya pemberitaan di media online lokal Kota Depok," kata Herlangga lewat pesan singkatnya, Selasa (13/4/2021).

Terkait dengan kasus ini, sejumlah pejabat di Dinas Damkar Kota Depok juga telah dipanggil untuk dimintai keterangan.

Herlangga menuturkan, laporan dugaan korupsi itu baru dilakukan secara resmi pada awal bulan April.

"Beberapa pejabat di Damkar telah dimintai klarifikasi untuk memperoleh informasi dan keterangan terkait pengadaan sepatu tersebut," tuturnya.

"Kemudian masyarakat melaporkan dugaan korupsi tersebut secara resmi pada Kejari Depok awal bulan April dan telah ditindaklanjuti. Hingga saat ini masih dalam proses pengumpulan data dan informasi," ungkapnya.

Baca: Kebakaran Pasar Inpres Hanguskan 401 Kios, Ratusan Personel Damkar Dikerahkan ke Lokasi

Untuk diketahui, sebuah unggahan foto yaang menampilkan seorang petugas damkar memegang poster berisi tulisan dugaan tindakan korupsi viral di media sosial.

Dalam poster tersebut bertuliskan mengenai permintaan pada Kementerian Dalam Negeri untuk menindak tegas pejabat di Dinas Pemadam Kebakaran Depok.

Hal ini lantaran adanya ketidaksesuaian tugas dan tanggung jawab dengan peralatan di lapangan.

Tak hanya pada Kemendagri, petugas Damkar bernama Sandi itu juga menyampaikan permintaan yang sama pada Presiden Joko Widodo (Jokowi).

“Bapak Kemendagri tolong, untuk tindak tegas pejabat di dinas pemadam kebakaran Depok. Kita dituntut kerja 100 persen, tapi peralatan di lapangan pembeliannya tidak 10 persen, banyak digelapkan," tulis Sandi.

Kepada wartawan, Sandi menjelaskan bahwa dirinya hanya memperjuangkan haknya, sesuai dengan kenyataan yang ada di lapangan.

“Kalau untuk motif saya hanya memperjuangkan hak dan memang apa adanya kenyataan fakta di lapangan untuk pengadaan barang Damkar itu hampir semua tidak sesuai spek yang kita terima, tapi kita dituntut bekerja 100 persen, tapi barang-barang yang kita terima itu tidak 100 persen,” katanya melalui sambungan telepon, Jumat (9/4/2021) beberapa hari lalu.

“Kita tahulah anggota lapangan kita tahu kualitas, seperti harga selang dia bilang harganya jutaan rupiah, akan tetapi selang sekali pakai hanya beberapa tekanan saja sudah jebol,” timpalnya mengeluh.

Tak hanya itu, Sandi juga berujar bahwa hak-hak upah yang diterimanya tidak pernah utuh, lantaran mendapat potongan.

Sandi mengungkapkan, personel damkar sempat menandatangani pengambilan uang sebesar Rp1,8 juta.

Namun yang diterima hanya setengahnya saja.

“Hak-hak kita, pernah merasakan anggota disuruh tanda tangan Rp1,8 juta, menerima uangnya setengahnya Rp850 ribu. Waktu itu dana untuk nyemprot waktu zaman awal Covid-19 kemarin kita disuruh nyemprot segala macam,” pungkasnya.(TribunVideo.com)

Artikel ini telah tayang di Tribunjakarta.com dengan judul Dugaan Korupsi di Damkar, Kejari Depok Dalami Pengadaan Sepatu dan Panggil Sejumlah Pejabat

 # TRIBUNNEWS UPDATE # Damkar # Depok # Dugaan Korupsi # viral di media sosial

Editor: fajri digit sholikhawan
Reporter: Fransisca Krisdianutami Mawaski
Video Production: Aditya Wisnu Wardana
Sumber: TribunJakarta
VIDEO TERKAIT
KOMENTAR

Video TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved