Minggu, 17 Mei 2026

TRIBUNNEWS UPDATE

Sosok Guru Tunanetra Ajarkan Ngaji Quran Braille, Pernah Raih Beasiswa di London

Selasa, 13 April 2021 20:22 WIB
Kompas.com

TRIBUN-VIDEO.COM - Memiliki keterbatasan fisik bukan halangan bagi seseorang terus berkarya hingga mengajar.

Seperti Zainul Muttaqin, menceritakan suka dukanya menjadi Guru Pendidikan Agama Islam (PAI) Sekolah Luar Biasa (SLB)-A Yayasan Pendidikan Anak Buta (YPAB) Surabaya.

Sebagai penyandang disabilitas (tunanetra), serta menjadi guru PAI merupakan capaian Zainul yang cukup menginsipirasi.

Seolah menjadi pelita di tengah kegelapan, sosok Zainul Muttaqin sebagai guru tunanetra patut diapresiasi.

Ayah dua orang anak ini ternyata dulunya peraih dua beasiswa terbaik.

Dikutip dari Kompas.com, ia merupakan peraih gelar Magister Pendidikan Kebutuhan Khusus Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Bandung dengan beasiswa dari Braillo Norway.

Ia juga memiliki gelar Master of Art di bidang pendidikan dari London Metropolitan University dengan beasiswa Ford Foundation.

Dirinya pernah pula menjadi Finalis Guru SDLB/SMPLB Berprestasi Tahun 2016 Kota Surabaya.

Dari prestasinya itu, terekam jelas oleh Kemenag dan karenanya, ia didapuk menjadi pemateri Peningkatan Kompetensi ICT Guru PAI SMALB di Kota Bandung, pada awal April 2021 lalu.

Zainul sempat bekerja di perusahaan jasa ekspedisi yang berlokasi di Jakarta.

Pekerjaan tersebut ia lakoni selama empat tahun.

Sampai akhirnya, ia dinyatakan lolos seleksi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) pada 2002 Kementerian Agama melalui formasi Guru PAI

Baca: Melihat Produksi Alquran Braille untuk Penyandang Tunanetra

Baca: Proses Pencetakan Alquran Braille dan Peningkatan Pesanan di Bulan Ramadan

Baginya, yang paling berkesan selama bertugas sebagai Guru PAI, ketika mengajarkan membaca Al Quran kepada peserta didik tunanetra hingga mereka mampu membacanya dengan baik dan benar serta mengamalkan isi kandungannya.

"Yang paling berkesan bagi saya pertama adalah mengajarkan Al Quran Braille kepada para murid dan kedua mengajarkan nilai-nilai akhlak, sehingga pada akhirnya murid-murid saya mampu membaca Al Quran dengan baik dan benar serta bersungguh-sungguh mengamalkan akhlak yang baik. Bagi saya ini merupakan kepuasan batin yang amat luar biasa," ujarnya, dilansir dari laman kemenag.go.id.

Zainulpun merasa bangga bahwa di antara murid-muridnya ada yang memiliki hafalan lebih dari 1 juz.

Namun demikian, seringkali kenyataan hidup tak selamanya ditaburi sesuatu yang menyenangkan.

Zainul pun menceritakan kondisi keluarga murid-muridnya.

Murid-murid Zainul, kebanyakan dari keluarga prasejahtera atau tidak mampu, dan umumnya kalangan tunanetra.

Ditambah yang menyandang tunanetra bukan hanya satu dua orang, ada yang hampir satu keluarga menyandang tunanetra semuanya

Persoalan lain yang memicu keprihatinannya adalah pemberantasan buta huruf Al Quran Braille yang belum tuntas.

Masih banyak penyandang tunanetra yang belum mampu membaca Al Quran Braille.

Zainul berharap pemerintah khususnya Kementerian Agama dapat lebih memberikan perhatian terhadap pemberantasan buta huruf Al Quran Braille. (Tribun-video.com/ Kompas)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Sosok Guru Tunanetra, Raih Beasiswa dan Jadi Guru Agama Berprestasi"

Editor: Aprilia Saraswati
Reporter: Rena Laila Wuri
Sumber: Kompas.com

Video TERKINI

© 2026 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved