Yandex

Tribunnews Update

Janda Polisi di Sumedang Pilih Tinggal di Rumah Reyot dan Jadi Pemulung, Tak Ingin Bebani Anak

Selasa, 13 April 2021 11:52 WIB
Kompas.com

TRIBUN-VIDEO.COM - Erni marliana (61) harus menjadi pemulung untuk mencukupi kebutuhan hidup sehari-hari.

Tak hanya itu, Erni yang merupakan janda pensiunan polisi juga harus hidup di rumah tak layak huni semenjak sang suami, Briptu Awang Suryadi meninggal dunia.

Erni mengaku tak keberatan menjalani hidupnya lantaran tak ingin membebani anaknya.

Semasa hidup, Briptu Awang bertugas di Polsek Jatinunggal dan meninggal pada 2007.

"Pangkat terakhir suami saya Briptu dan terakhir tugas di Polsek Jatinunggal. Suami meninggal tahun 2007," ujarnya.

Sang suami meninggal dunia akibat patah tulang di punggungnya.

Baca: Kisah Istri Pensiunan Polisi yang Kini Jadi Pemulung, Harus Keliling Sumedang untuk Cukupi Kebutuhan

Briptu Awang sempat menjalani perawatan dua kali di Rumah Sakit Umum Pakuwon, Sumedang.

Briptu Awang meninggal dunia di Rumah Sakit Kramat Jati, Jakarta.

Sejak saat itu, Erni harus menghidup tujuh anaknya menggunakan gaji pensiunan suami.

Erni menuturkan, sebelum bertugas di Polsek Jatinunggal, Polres Sumedang, sejak tahun 1979, Briptu Awang sempat bertugas di Polda Metro Jaya dan Polda Jawa Barat.

Erni mengatakan hidupnya selalu rukun, harmonis dan berkecukupan.

Ia dan sang suami dikaruniai tujuh anak dan sepuluh cucu.

Namun setelah sang suami meninggal, beban hidup dirasa semakin sulit karena gaji pensiunan polisi sang suami sebesar Rp2 juta.

Uang tersebut habis digunakan untuk membayar utang bank dan hanya tersisa Rp200 ribu.

"Sejak suami meninggal, sisa uang gaji pensiunan ini tidak mencukupi untuk memenuhi kebutuhan hidup saya bersama tujuh anak," kata Erni.

Oleh karenanya, ia harus mencukupi hidupnya dan tujuh orang anaknya, sehingga ia berupaya bekerja sebisanya.

Sebelum menjadi seorang pemulung, Erni sempat merintis usaha budidaya ayam.

Namun usaha itu tak berjalan lancar dan berakhir bangkrut.

Kini sang anak sudah berkeluarga masing-masing, meski begitu, ia tak mau menyusahkan anaknya lantaran hidup mereka juga pas-pasan.

"Saya tidak mau nyusahin anak, karena hidup mereka juga pas-pasan. Apalagi sekarang ini usaha mereka juga lagi sulit," tutur Erni.

Dikutip dari Kompas.com, Selasa (13/4/2021), Erni mengatakan, hasil memulung barang bekas sebesar Rp30.000 hingga Rp50.000.

Uang tersebut cukup makan, menurutnya yang paling penting uang yang ia dapat adalah uang halal.

Baca: Pensiunan Polisi di Sidoarjo Tewas Dibunuh Keponakan, Pelaku Akui Sakit Hati karena Tuduhan Korban

"Alhamdulillah, cukup buat makan karena anak juga sekarang sudah pada mandiri. Hidup seadanya seperti ini juga gak apa-apa, yang penting halal, gak nyusahin anak," sebut Erni.

Kabar mengenai janda polisi yang hidup pas-pasan dan tinggal di rumah reyot sampai ke Kepala Kepolisian Resor Sumedang, AKBP Eko Prasetyo Robbyanto.

Kini rumah Erni sedang dibangun berkat bantuan dari Kapolda Jabar.

Eko mengatakan, bantuan perbaikan rumah itu merupakan bentuk kepedulian Polri kepada istri pensiunan polisi.

Pihaknya berharap bantuan ini bisa membuat kehidupan Erni menjadi lebih baik dan tetap semangat.

"Ibu Erni jadi pemulung karena tidak memiliki pekerjaan tetap dan anaknya juga hidup pas-pasan. Semoga dengan bantuan ini, kehidupan Ibu Erni bisa lebih baik dan tetap semangat dalam menjalani hidup," kata Eko.

(Tribun-Video.com/Kompas.com)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Cerita Janda Polisi Jadi Pemulung, Tinggal di Rumah Reyot: Tak Mau Susahkan Anak, yang Penting Halal"

# Polda Metro Jaya # TRIBUNNEWS UPDATE # Sumedang # pemulung # Cerita viral tentang istri pensiunan polisi

Editor: Alfin Wahyu Yulianto
Reporter: Ratu Budhi Sejati
Video Production: Bintang Nur Rahman
Sumber: Kompas.com
VIDEO TERKAIT
KOMENTAR

Video TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved