Yandex

Terkini Daerah

FAKTA Prostitusi Online di Apartemen Bogor Terungkap, Muncikari Masih Berusia 17 Tahun

Senin, 12 April 2021 17:48 WIB
Tribunnews.com

Laporan Wartawan TribunnewsBogor.com, Lingga Arvian Nugroho

TRIBUN-VIDEO.COM - Bisnis terlarang praktik prostitusi online di unit apartemen di Jalan Sholeh Iskandar, Kecamatan Tanah Sareal, Kota Bogor berhasil dibongkar oleh Satreskrim Polresta Bogor Kota.

Melalui operasi pekat, Satreskrim Polresta Bogor Kota berhasil menghentikan aksi kejahatan DAP (17) yang diduga sebagai muncikari dan FY sebagai penyedia unit di apartemen untuk praktik prostitusi.

Bersamaan dengan diamankannya DAP dan FY polisi juga mengamankan tiga orang pekerja seks komersil yang akan ditawarkan kepada pria hidung belang

Ketiganya adalah MRM (17), SGA (16), FM yang diamankan diunit 1206 lantai 12 apartemen.

Kapolresta Bogor Kota Kombes Pol Susatyo Condro mengatakan kasus prostitusi online ini diungkap oleh Satreskrim Polresta Bogor Kota melalui operasi pekat yang dilakukan menjelang bulan Ramadhan.

"Kita jaga kesucian ramadhan ini untuk mengurangi penyakit-penyakit masyarakat secara intens 24 jam kami melakukan pengawasan kegiatan kegiatan yang ilegal," katanya usa apel gelas pasukan di Pusdikzi, Jalan Sudirman Kota Bogor, Senin (12/4/2021).

Dari hasil penyelidikan sementara, polisi mendapati adanya kerjasama yang dilakukan DAP (17) sebagai muncikari penyedia pekerja seks komersil dengan FY (20) seorang penyedia unit di apartemen.

Sebelum menjalankan praktik terlaranganya itu DAP sebagai muncikari sudah lebih dulu menyiapkan wanita-wanita yang akan ditawarkan kepada pria hidung belang.

Baca: Kendalikan Prostitusi Online, Gadis 17 Tahun jadi Muncikari Jual ABG di Apartemen Bogor

Baca: Terlibat Prostitusi Online, Bocah SD Kelas 5 Diamankan Polisi, Diiming-iming Mucikari Uang Banyak

Biasanya DAP yang berperan sebagai muncikari biasanya mengajak wanita di bawah umur dengan diiming-imingi duit tambahan.

Tak hanya itu DAP juga menggandeng wanita-wanita yang memang sudah berprofesi sebagai PSK.

"Ada sebagian yang memang sudah tau akan dijanjikan untuk mendapatkan uang tambahan, ada yang memang pekerjaannya psk," kata Kasat Reskrim Polresta Bogor Kota Kompol Dhonye Erwanto.

Seementara itu FY yang berperan sebagai penyedia kamar menyewa kamar tersebut dari pemilik unit.

Selanjutnya FY pun menyewakan unit yang sudah disewakannya itu untuk praktik prostitusi.

"Iya kalau ini dia ini bukan yang punya unit, tapi dia menyewa lagi dari yang punya kemudian dia sewakan lagi, nah dia dapat keuntungan dari situ," ujarnya.

Dalam menjalankan aksinya itu FY dan DAP menggunakan media sosial.

Dari bisnis terlarang itu keuntungan yang didapat oleh FY dan DAP berbeda-beda.

Kasat Reskrim Polresta Bogor Kota Kompol Erwanto mengatakan harga yang ditawarkan muncikari dalam sekali kencan adalah Rp700ribu.

Harga tersebut belum masuk ke dalam harga sewa kamar kepada FY sebesar Rp 150ribu.

"Untuk sekali kencan itu Rp700ribu tidak semua masuk ke korban (wanita yang dijadikan PSK) tapi Rp700ribu itu dibagi dua Rp500ribu untuk korban dan Rp.200ribu untuk muncikarinya," katanya.

praktik prostitusi tersebut terbongkar dari adanya laporan penghuni apartemen yang curiga dengan aktivitas para anak remaja dan anak anak di bawah umur yang sering keluar masuk unit apartemen  membawa orang-orang yang tidak dikenal.

Mendapati laporan itu polisi langsung melakukan penyelidikan pada Kamis (8/4/2021).

"Loran dari warga diapartemen itu sering terjadi kegiatan prostitusi online  karena disitu ada wanita-wanita yang sering keluar masuk ke situ, penghuni disana merasa tidak nyaman makanya kita melakukan penyelidikan disana, Saat ditangakap itu awalnya dari kamar 1206 lantai 12," katanya saat pres rilis usai apel gelar pasukan di Lapangan Pusdikzi Jalan Sudirman, Kota Bogor, Senin (12/4/2021).

Dari pengungkapan kasus tersebut polisi mengamankan barang bukti uang tunai hasil transasksi prostitusi online, handphone yang berisi percakapan transaksi serta satu bungkus plastik minuman keras jenis anggur merah.

Atas perbuatannya para tersangka terancam pasal tindak pidana perdangangan orang sebagaimana dimaksud dalam Pasal Pasal 2 jo Pasal 10 UU RI Nomor 21 tahun 2007 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Perdagangan Orang.

"Ancaman hukuman dipidana paling singkat 3 tahun dan paling lama 15  tahun dan denda paling sedikit Rp120.000.000,00 juta," katanya.

Saat ini para tersangka dan korban yang berada di bawah umur ditangani oleh Unit Perlindungan Perempuan dan Anak  (Unit PPA) Satrekrim Polresta Bogor Kota.

"Saat ini pelaku dan korban masih terus dimintai keterangan, dan kita juga melakukan pemeriksaan psikologisnya," kata Kanit PPA Polresta Bogor Kota Iptu Ni Komang Amini.

Sementara itu mengenai latar belakang anak di bawah umur terlibat prostitusi online itu masih terus dalam psnyelidikan dan pendalaman lebih jauh dari pihak kepolisian.(*)

# prostitusi online # apartemen # Bogor

Editor: Sigit Ariyanto
Video Editor: Sekar Manik Pranita
Sumber: Tribunnews.com
Tags
   #prostitusi online   #apartemen   #Bogor
VIDEO TERKAIT
KOMENTAR

Video TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved