Yandex

Puasa Ramadan 2021

Bacaan Niat Puasa 1 Ramadan 1442 H Lengkap dengan Tafsir dan Penjelasannya

Senin, 12 April 2021 10:51 WIB
Tribunnews.com

TRIBUN-VIDEO.COM - Sebentar lagi, umat Islam akan menjalankan ibadah puasa pada bulan Ramadhan 2021 atau 1442 H.

Selama bulan Ramadhan, umat Islam akan berpuasa dengan menahan lapar, haus, dan hawa nafsu dari terbitnya matahari hingga terbenamnya matahari.

Allah SWT menyampaikan keistimewaan bulan Ramadhan melalui Quran surat Al Baqarah ayat 185 yang berbunyi:

"Syahru ramanalla unzila fhil-qur`nu hudal lin-nsi wa bayyintim minal-hud wal-furqn, fa man syahida mingkumusy-syahra falyaum-h, wa mang kna maran au 'al safarin fa 'iddatum min ayymin ukhar, yurdullhu bikumul-yusra wa l yurdu bikumul-'usra wa litukmilul-'iddata wa litukabbirullha 'al m hadkum wa la'allakum tasykurn"

Artinya: Bulan Ramadan adalah (bulan) yang di dalamnya diturunkan Al-Qur'an, sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang benar dan yang batil).

Karena itu, barangsiapa di antara kamu ada di bulan itu, maka berpuasalah.

Dan barangsiapa sakit atau dalam perjalanan (dia tidak berpuasa), maka (wajib menggantinya), sebanyak hari yang ditinggalkannya itu, pada hari-hari yang lain.

Allah menghendaki kemudahan bagimu, dan tidak menghendaki kesukaran bagimu. Hendaklah kamu mencukupkan bilangannya dan mengagungkan Allah atas petunjuk-Nya yang diberikan kepadamu, agar kamu bersyukur.

Dilansir dari temanshalih.com, berikut 13 hadist tentang puasa ramadhan.

1. Hadits Ramadhan Pintu Surga Dibuka

Hadits puasa Ramadhan: Pintu surga dibuka, pintu neraka ditutup, dan syaithan dibelenggu.
Dari Abu Hurairah radhiyallaahu ‘anhu, Rasulullah shalallaahu ‘alayhi wa sallam bersabda,

إِذَا جَاءَ رَمَضَانُ فُتِّحَتْ أَبْوَابُ الْجَنَّةِ وَغُلِّقَتْ أَبْوَابُ النَّارِ وَصُفِدَتِ الشَّيَاطِيْنُ

Artinya: “Jika telah tiba bulan Ramadhan, maka pintu-pintu surga dibuka, pintu-pintu neraka ditutup, dan syaithan-syaithan dibelenggu.” – Sahih Muslim nomor 1079 (كتاب الصيام), Sunan an-Nasa’i nomor 2098 (كتاب الصيام).

2. Hadits Ramadhan Diberi Ampunan

Hadits puasa Ramadhan: Diberi ampunan atas doa yang telah diperbuat.

Hadits tentang Ramadhan selanjutnya masih dari Shahabat Abu Hurairah radhiyallaahu ‘anhu, Nabi shalallaahu ‘alayhi wa sallam bersabda,

مَنْ صَامَ رَمَضَانَ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ

Artinya: “Barangsiapa mengerjakan puasa Ramadhan atas dasar keimanan dan mengharap pahala, maka ia diberi ampunan atas dosa yang telah ia lakukan.” – Sahih al-Bukhari nomor 38 (كتاب الإيمان) dan Sahih Muslim nomor 760 (كتاب صلاة المسافرين وقصرها).

Yang dimaksud berpuasa atas dasar iman yakni berpuasa karena meyakini akan kewajiban puasa (beban taklif atas seorang mukallaf).

Sedangkan yang dimaksud (احْتِسَابًا) ihtisab adalah mengharap pahala dari Allah ‘Azza wa Jalla.

Artinya: pelaksanaan puasa yang didasari oleh keimanan kepada Allah dan kerelaan atas kewajiban puasa yang dibebankan atas dirinya (taklif) serta karena mengharap dan menghitung pahala yang akan diberikan oleh Allah, tidak benci terhadap kewajiban ini dan juga tidak ragu terhadap pahalanya. Jika hal-hal tersebut dilakukan, maka Allah akan memberikan ampunan kepadanya atas dosa yang terlanjur dilakukan.

3. Hadits Puasa Diampuni Antara Dua Ramadhan

Dalam Shahih Muslim disebutkan riwayat dari Abu Hurairah radhiy allaahu ‘anhu, bahwa Rasulullah shalallaahu ‘alayhi wa sallam bersabda,

الصَّلَوَاتُ الْخَمْسُ وَالْجُمْعَةُ إِلَى الْجُمْعَةِ وَرَمَضَانُ إِلَى رَمَضَانَ مُكَفِّرَاتٌ مَا بَيْنَهُنَّ إِذَا اجْتُنِبَتِ الْكَبَائِرُ

Artinya: “Shalat yang lima (waktu), Jumat ke Jumat berikutnya, Ramadhan ke Ramadhan berikutnya, menghapuskan (dosa-dosa) yang ada di antara keduanya, jika dosa-dosa besar dijauhi.” – Sahih Muslim nomor 233 (كتاب الطهارة).

4. Hadits Puasa untuk Allah Ta’ala

Dalam riwayat Muslim disebutkan,

كُلُّ عَمَلِ ابْنِ آدَمَ يُضَاعَفُ الْحَسَنَةُ عَشْرُ أَمْثَالِهَا إِلَى سَبْعِمِائَةِ ضِعْفٍ قَالَ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ إِلاَّ الصَّوْمَ فَإِنَّهُ لِي وَأَنَا أَجْزِي بِهِ يَدَعُ شَهْوَتَهُ وَطَعَامَهُ مِنْ أَجْلِي لِلصَّائِمِ فَرْحَتَانِ فَرْحَةٌ عِنْدَ فِطْرِهِ وَفَرْحَةٌ عِنْدَ لِقَاءِ رَبِّهِ . وَلَخُلُوفُ فِيهِ أَطْيَبُ عِنْدَ اللَّهِ مِنْ رِيحِ الْمِسْكِ

Artinya: “Setiap amal perbuatan anak Adam menjadi miliknya yang dilipatgandakan kebaikannya (pahalanya) sepuluh hingga tujuh ratus kali lipat. Allah berfirman, ‘Kecuali puasa, karena sesungguhnya ia milik-Ku dan Aku akan membalasnya sendiri.

Orang yang berpuasa itu meninggalkan nafsu dan makanannya demi Aku’.

Bagi orang yang berpuasa akan meperoleh dua kebahagiaan yakni kebahagiaan saat dia ifthar (berbuka) dan kebahagiaan tatkala berjumpa dengan Rabb-nya.

Sungguh khuluf (bau mulut orang yang berpuasa) lebih harum di sisi Allah daripada bau minyak kasturi.” – Sahih Muslim nomor 1151 (كتاب الصيام) dari Shahabat Abu Hurairah radhiy allaahu ‘anhu.

5. Hadits Puasa adalah Perisai (Tameng)

Imam Ahmad dengan isnad hasan meriwayatkan dari Jabir radhiy allaahu ‘anhu, bahwa Nabi shalallaahu ‘alayhi wa sallam bersabda,

الصِّيَامُ جُنَّةٌ يَسْتَجِنُّ بِهَا الْعَبْدُ مِنَ النَّارِ

Artinya: “Puasa adalah perisai yang dapat digunakan oleh hamba untuk melindungi diri dari neraka.”

Maksudnya adalah pelindung yang akan menjaga dan melindungi orang yang berpuasa dari perbuatan kesia-siaan dan perbuatan kotor, atau kebiasaan-kebiasaan buruk selama ramadhan.

Oleh karena itu Nabi bersabda, “Jika salah seorang di antara kalian sedang melaksanakan puasa, maka janganlah berkata kotor dan jangan berteriak-teriak.“

Artinya kalau di luar bulan Ramadhan saja harus menjaga lisan dengan berkata baik, terlebih lagi ketika bulan Ramadhan.

Dari Abu Hurairah radhiyallaahu’anhu, Rasulullah shalallaahu ‘alayhi wa sallam bersabda,

الصِّيَامُ جُنَّةٌ

Transliterasi: ash-Shiyaamu junnah!

Artinya: “Berpuasa adalah tameng!” – H.R. Muslim nomor 1151.

6. Hadits Puasa dan Al-Qur’an adalah Syafa’at

Rasulullah shalallaahu ‘alayhi wa sallam bersabda,

ﻟﺼِّﻴَ مُ وَ ﻟْﻘُﺮْآنُ ﻳَﺸْﻔَﻌَ نِ ﻟِﻠْﻌَﺒْﺪِ ﻳَﻮْمَ ﻟْﻘِﻴَ ﻣَﺔِ، ﻳَﻘُﻮلُ ﻟﺼِّﻴَ مُ : أَيْ رَبِّ، ﻣَﻨَﻌْﺘُﻪُ ﻟﻄَّﻌَ مَ وَ ﻟﺸَّﻬَﻮَ تِ ﺑِ ﻟﻨَّﻬَ رِ، ﻓَﺸَﻔِّﻌْﻨِﻲ ﻓِﻴﻪِ، وَﻳَﻘُﻮلُ ﻟْﻘُﺮْآنُ : ﻣَﻨَﻌْﺘُﻪُ ﻟﻨَّﻮْمَ ﺑِ ﻟﻠَّﻴْﻞِ، ﻓَﺸَﻔِّﻌْﻨِﻲ ﻓِﻴﻪِ، ﻗَ لَ : ﻓَﻴُﺸَﻔَّﻌَ نِ

Artinya: “Amalan puasa dan membaca Al-Qur’an akan memberi syafa’at bagi seorang hamba di hari kiamat.

Puasa berkata: Wahai Rabb, aku telah menahannya dari makan dan syahwat di siang hari, maka izinkanlah aku memberi syafa’at kepadanya.

Dan Al-Qur’an berkata: Aku menahannya dari tidur di waktu malam, maka izinkanlah aku memberi syafa’at kepadanya, maka keduanya pun diizinkan memberi syafa’at.” – HR. Ahmad, Shahih At-Targhib nomor 1429.

7. Hadits Menjaga Puasa dari Perkataan Dusta

Untuk dusta sebagai pembagian jenis-jenisnya, lihat Tiga Macam Dusta.

Dari Abu Hurairah radhiyallaahu-‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

مَنْ لَمْ يَدَعْ قَوْلَ الزُّورِ وَالْعَمَلَ بِهِ فَلَيْسَ لِلَّهِ حَاجَةٌ فِى أَنْ يَدَعَ طَعَامَهُ وَشَرَابَهُ

Artinya hadits: “Barangsiapa yang tidak meninggalkan perkataan dusta malah mengamalkannya, maka Allah tidak butuh dari rasa lapar dan haus yang dia tahan.” Hadits Shahih: H.R. Bukhari nomor 1903, 6057, Sunan Abi Dawud nomor 2362 (كتاب الصوم), Jami at-Tirmidzi nomor 707 (كتاب الصوم عن رسول الله صلى الله عليه وسلم), Sunan Ibnu Majah nomor 1689, ini lafazh Bukhari.

8. Dijauhkan dari Neraka Sepanjang Perjalanan 70 Tahun

Rasulullah shalallaahu ‘alayhi wa sallam bersabda,

مَا مِنْ عبدٍ يصومُ يوْماً في سبِيلِ اللَّهِ إلاَّ بَاعَدَ اللَّه بِذلكَ اليَوْمِ وَجْهَهُ عَنِ النَّارِ سبْعِين خَرِيفاً

Artinya: “Tidaklah seorang hamba berpuasa satu hari di jalan Allah Ta’ala kecuali Allah akan menjauhkan dia dari neraka sepanjang perjalanan 70 tahun.” – H.R. Bukhari nomor 2840, Muslim nomor 1153 (كتاب الصيام), Sunan an-Nasa’i nomor 2251 (كتاب الصيام) lafazh ini milik Muslim, dari shahabat Abu Said al-Khudri radhiyallaahu ‘amhuma.

9. Puasa Sebagai Tameng dari Perbuatan Haram

Rasulullah shalallahu ‘alayhi wa sallam pernah memberi pengarahan kepada para syabab (pemuda), beliau bersabda,

يَا مَعْشَرَ الشَّبَابِ، مَنِ اسْتَطَاعَ مِنْكُمُ الْبَاءَةَ فَلْيَتَزَوَّجْ، فَإِنَّهُ أَغَضُّ لِلْبَصَرِ، وَأَحْصَنُ لِلْفَرْجِ، وَمَنْ لَمْ يَسْتَطِعْ فَعَلَيْهِ بِالصَّوْمِ؛ فَإِنَّهُ لَهُ وِجَاءٌ

Artinya: “Wahai sekalian pemuda, barangsiapa di antara kalian mampu untuk berhubungan badan dan mampu untuk menafkahi istrinya maka hendaklah dia segera menikah, karena hal itu lebih menundukkan pandangannya dan lebih menjaga kemaluannya, dan barangsiapa yang belum mampu maka hendaklah dia berpuasa, karena puasa adalah penghalang baginya dari melakukan perbuatan-perbuatan yang diharamkan.” – Hadits Shahih: H.R. Bukhari nomor 5066 (كتاب النكاح), Muslim nomor 1400 (كتاب النكاح), Sunan Ibnu Majah nomor 1845, Sunan Abi Dawud nomor 2046 (كتاب النكاح).

10. Masuk Surga melalui Ar-Rayyan

Dari shahabat Sahl bin Sa’di radhiyallaahu’anhu, Rasulullah shalallaahu ‘alayhi wa sallam bersabda,

إِنَّ فِي الْجَنَّةِ بَابًا يُقَالُ لَهُ الرَّيَّانُ يَدْخُلُ مِنْهُ الصَّائِمُونَ يَوْمَ الْقِيَامَةِ لاَ يَدْخُلُ مَعَهُمْ أَحَدٌ غَيْرُهُمْ يُقَالُ أَيْنَ الصَّائِمُونَ فَيَدْخُلُونَ مِنْهُ فَإِذَا دَخَلَ آخِرُهُمْ أُغْلِقَ فَلَمْ يَدْخُلْ مِنْهُ أَحَدٌ

Artinya: “Sesungguhnya di al-Jannah (nama surga) ada pintu yang disebut ar-Rayyan hanya orang-orang yang berpuasa yang memasukinya pada hari Kiamat.

Selain mereka, tidak ada lagi yang memasukinya.

Nanti akan diseru: Mana orang-orang yang berpuasa? Dan ketika orang tereakhir dari mereka masuk, maka akan ditutup dan tidak seorang pun akan memasukinya.” – H.R. Muslim nomor 1152.

11. Pahala Dilipatgandakan Hingga 700 Kali

Dari Abu Hurairah radhiyallaahu’anhu, bahwasanya Rasulullah shalallaahu ‘alayhi wa sallam bersabda,

كُلُّ عَمَلِ ابْنِ آدَمَ يُضَاعَفُ الْحَسَنَةُ عَشْرُ أَمْثَالِهَا إِلَى سَبْعِمِائَةِ ضِعْفٍ قَالَ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ إِلاَّ الصَّوْمَ فَإِنَّهُ لِي وَأَنَا أَجْزِي بِهِ يَدَعُ شَهْوَتَهُ وَطَعَامَهُ مِنْ أَجْلِ

Artinya: “Setiap amal perbuatan anak Adam menjadi miliknya yang dilipat gandakan kebaikannya (pahalanya) sepuluh hingga tujuh ratus kali lipat. Allah berfirman, ‘Kecuali puasa, karena sesungguhnya ia milik-Ku dan Aku akan membalasnya sendiri. Orang yang berpuasa meninggalkan nafsu dan makannya demi Aku.'” H.R. Muslim nomor 1151 (باب فَضْلِ الصِّيَامِ).

12. Dalam Sahur ada Berkah

Dari Anas bin Malik radhiyallaahu’anhu, Rasulullah shalallaahu ‘alayhi wa sallam bersabda,

تَسَحَّرُوا فَإِنَّ فِي السَّحُورِبَرَكَةً

Translierasi: Tasahhar, fainna fis sahur barakah.

Artinya: “Sahur-lah, sesungguhnya pada sahur itu ada berkah.” – H.R. Bukhari nomor 1923.

13. Menyegerakan Ifthar apabila Sudah Waktunya

Dari Sahl bin Sa’di radhiyallaahu’anhu, bahwa Rasulullah shalallaahu ‘alayhi wa sallam bersabda,

لاَ يَزَالُ النَّاسُ بِخَيْرٍ مَا عَجَّلُوا الْفِطْرَ

Artinya: “Orang-orang akan tetap berada di jalan yang benar selama mereka mempercepat ifthar (berbuka puasa).” – H.R. Bukhari nomor 1957. 

Niat Puasa dan Buka Puasa Ramadhan

Bulan puasa segera tiba, mari kita ingat niat puasa dan doa buka puasa.

Bacaan Niat Puasa Ramadhan

نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ اَدَاءِ فَرْضِ شَهْرِ رَمَضَانَ هذِهِ السَّنَةِ ِللهِ تَعَالَى

Nawaitu shauma ghodin 'an adaa'i fardhi syahri romadhoona hadihis-sanati lillahi ta'aalaa.

Artinya:

Saya niat berpuasa esok hari untuk menunaikan kewajiban di bulan Ramadhan tahun ini, karena Allah Ta'ala.

Doa Buka Puasa

اَللّهُمَّ لَكَ صُمْتُ وَبِكَ آمَنْتُ وَعَلَى رِزْقِكَ أَفْطَرْتُ بِرَحْمَتِكَ يَا اَرْحَمَ الرَّحِمِيْنَ

Allahumma lakasumtu wabika aamantu wa’alaa rizqika afthortu birohmatika yaa arhamar roohimiin

Artinya:

Ya Allah karena-Mu aku berpuasa, dengan-Mu aku beriman, kepada-Mu aku berserah dan dengan rezeki-Mu aku berbuka (puasa), dengan rahmat-Mu, wahai Allah Tuhan Maha Pengasih. (*)

Artikel ini telah tayang di tribunpontianak.co.id dengan judul Niat Puasa Ramadhan yang Benar, Serta Doa Buka Puasa dengan Artinya

# Puasa Ramadan 2021 # Niat puasa # puasa # Ramadhan

Editor: Tri Hantoro
Sumber: Tribunnews.com
VIDEO TERKAIT
KOMENTAR

Video TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved