Yandex

Tribunnews Update

Kisah Remaja 16 Tahun Hidup Mandiri di Gubuk Reyot, Ibu Meninggal saat Balita, Ayah Pergi Nikah Lagi

Kamis, 8 April 2021 12:15 WIB
Tribun Banten

TRIBUN-VIDEO.COM - Remaja berusia 16 tahun, bernama Siti Nuraida, siswi kelas 10 harus menanggung hidup sendiri di rumah yang reyot.

Pasalnya, ibu Siti sudah meninggal dunia saat ia masih kecil.

Sementara sang ayah, menikah lagi dan tak ada kabar, meninggalkan Siti.

Dilansir oleh TribunBanten.com, Aida, sapaan akrab Siti Nuraida, sudah bertahun-tahun hidup sendiri di sebuah rumah reyot.

Baca: Kisah Pilu Wanita di NTT, Makan Sehari Sekali, 2 Anaknya Alami Gizi Buruk, hingga Tinggal di Gubuk

Rumah itu terletak di Desa Cimanggu, Kecamatan Sumur , Kabupaten Padenglang , Banten.

Rumah berukuran 6 x 8 meter persegi yang terbuat dari kayu dan bilik bambu yang berlumut nan lapuk itu, menjadi rumah bagi Aida.

Tampak rumah peninggalan nenek dari Aida itu pun miring dan hampir ambruk lantaran sejumlah pondasi rumah berbahan kayu tersebut sudah lapuk.

Saat TribunBanten.com mendatangi kediamannya, kebetulan hujan turun.

Hingga sebagian genting rumah yang sudah berlumut itu pun bocor.

Rumah tersebut berbentuk panggung rendah dengan lantai kayu dan bambu.

Saat menelisik ke bagian dalam rumah, tak tampak perabotan rumah tangga seperti lemari es mau pun tempat piring dan gelas.

Lemari pakaian pun hanya berbahan dasar plastik.

Baca: Tubuh Tepu Kaku Seperti Kayu Selama 25 Tahun, Tinggal di Gubuk dan Hanya Sekali Dapat Bansos

Saat memasak, Aida mengandalkan tungku dengan bahan bakar kayu di pekarangan rumah.

Kisah pilu Aida berawal saat ibunya meninggal karena sakit yang diderita saat 2005 silam, saat Aida berusia tiga tahun.

Tak lama berselrang, ayahnya pergi meninggalkan rumah seusai menikah dengan wanita lain, dan tak kunjung kembali.

Sejak saat itu, ia hanya mendapat perawatan dan kasih sayang dari kakak perempuannya yang belum beranjak dewasa serta saudara yang juga tinggal bertetangga.

Saat Aida beranjak 13 tahun, kakak perempuannya menikah dan tinggal bersama suami di wilayah lain.

Sejak saat itu, Aida mulai hidup mandiri.

Pada awal 2021, Aida mendapat tanggung jawab baru.

Sang kakak perempuannya bercerai dan memutuskan merantau bekerja di Jakarta.

Sang kakak menitipkan anaknya bernama Aisyah yang masih berusia 8 tahun kepadanya.

Aida kini duduk di kelas 10 di SMK Cimanggu, sedangkan keponakannya bersekolah di SDN 1 Cimanggu.

"Tinggal sejak kecil di sini sejak 2005. Ibu saya sudah tidak ada sejak saya berumur tiga tahun. Ayah saya sudah meninggalkan saya sejak masih kecil, kawin lagi," kenang Aisyah saat ditemui TribunBanten.com di rumahnya.

Setiap bulan, sang kakak mengirimkan uang Rp 800 ribu untuk Aida.

Baca: Keluarga Menghilang, Nenek Juminten Lumpuh Tinggal di Gubuk Reyot Pinggir Sungai

Aida selalu berusaha mengatur uang dengan jumlah tersebut agar dapat memenuhi kebutuhan hidup dan sekolah keduanya.

Tak jarang uang kiriman dari sang kakak datang terlambat dan memaksanya menahan lapar.

Aida tak mau mengeluh meski uang kiriman itu kurang mencukupi dan kadang datang terlambat.

Sebab, ia tidak ingin menyusahkan sang kakak yang tengah berjuang bekerja untuk mereka berdua.

Keluarga Aida pernah menawarkan Aida untuk tinggal di rumah mereka.

Namun, Aida memilih tinggal di rumahnya yang reyot itu karena merasa nyaman di rumah sendiri.

Kini, besar harapan Aida mendapat bantuan dari pemerintah daerah setempat untuk perbaikan rumahnya.

Sementara itu, Kepala Desa Cimanggu, Suwardi mengatakan pihaknya telah mengajukan proposal permintaan bantuan ke Pemerintah Kabupaten Pandeglang untuk perbaikan rumah Aida selama lima tahun berturut-turut.

Sebab, tempat tinggal yang ditempati Aida sudah sejak lama masuk kategori rumah tidak layak huni (RTLH).

Namun, hingga kini pengajuan tersebut tidak membuahkan hasil. (Tribun-video.com/TribunBanten.com)

Baca berita terkait di sini

Artikel ini telah tayang di TribunBanten.com dengan judul Kisah Nuraida Pelajar Pandeglang Tinggal Sendiri di Gubuk Reyot, Ditinggal Ayah Ibu Sejak Balita

# Hidup sendiri # Gubuk reyot # Pandeglang # Kecamatan Sumur

Editor: Panji Anggoro Putro
Reporter: Larasati Putri
Video Production: Muhammad Eka Putra
Sumber: Tribun Banten
VIDEO TERKAIT
KOMENTAR

Video TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved