Gak Ruwet Gak Ribet

Apa Itu Awan Alto Cumulus? Ini Pengertian dan Proses Terbentuknya

Rabu, 7 April 2021 23:56 WIB
Kompas.com

TRIBUN-VIDEO.COM - Belakangan ini masyarakat dihebohkan dengan munculnya awan payudara atau awan mammatus di langit Sinjai , Sulawesi Selatan.

Nah, kali ini kita akan membahas awan Alto Cumulus.

Apa itu awan Alto Cumulus?

Dikutip dari Kompas.com, menurut Sue Nicholson dalam buku Intisari Ilmu Cuaca (2005), awan Alto Cumulus terdiri atas dua kata, yakni alto dan cumulus. Alto berasal dari Bahasa Latin, yakni altus yang berarti tinggi. Sedangkan cumulus berarti kumpulan.

Baca: Viral Video Penampakan Awan Payudara di Sinjai, Apakah Bahaya? Simak Penjelasan Ini!

Walaupun alto berarti tinggi, tetapi kelompok awan alto dikategorikan dalam jenis awan ketinggian sedang. Contohnya Alto Cumulus.

Dilansir dari laman resmi Metoffice.gov.uk, awan Alto Cumulus adalah petak awan pada tingkat menengah yang berbentuk gumpalan bulat.

Alto Cumulus tidak selalu berbentuk bulat, lantaran bergantung pada bentuk kemunculannya yang dipengaruhi kondisi atmosfer.

Biasanya awan ini berwarna putih agak sedikit kelabu.

Alto Cumulus terdiri dari campuran es dan air, sehingga memiliki bentuk yang halus dibandingkan dengan awan cumulus lainnya.

Ciri-ciri awan Alto Cumulus yakni:
1. Ukurannya kecil-kecil dan terkadang terlihat menggembung.
2. Warnanya ada yang putih dan campuran warna kelabu.
3. Bentuknya mengelompok dan jumlahnya banyak.
4. Tampilan awannya terlihat tipis dan memiliki bayangan.
5. Bentuk awannya seperti bola atau gumpalan yang agak tebal.
6. Awan ini sering muncul pada pagi hari.

Proses terbentuknya awan Alto Cumulus terdiri dari tiga hal:
- Terbentuk dari pecahnya awan alto stratus
- Adanya kantong udara lembab yang dingin akibat turbulensi yang lembut
- Daerah pegunungan yang dapat meghasilkan gelombang atmosfer

Baca: Viral Video Penampakan Awan Payudara di Sinjai, Apakah Bahaya? Simak Penjelasan Ini!

Proses terbentuknya awan Alto Cumulus secara ilmiah yakni diawali dengan naiknya air di ketinggian sedang, yang diikuti dengan kondesasi (perubahan uap air) yang tidak stabil, seperti dikutip dari University of Illinois Urbana-Champaign.

Kondesasi yang tidak stabil diakibatkan oleh udara yang terangkat secara bertahap. Kemudian, awan akan terbentuk dengan susunan lapisan yang beragam dan awannya berwarna putih keabuan.

Awan Alto Cumulus ini mempunyai beberapa jenis, di antaranya adalah:

1. Alto Cumulus stratiformis

Awan ini merupakan jenis awan alto cumulus yang paling umum. Bentuk awan ini seperti menggembung dengan bagian dasar yang datar dan rapat. Seringkali awan ini terlihat mengelompok dan jumlahnya sedikit, tetapi bisa meluas ke seluruh area langit.

2. Alto Cumulus lenticularis

Alto cumulus lenticularis dikenal juga sebagai awan lentikular. Sekilas, awan ini menyerupai bentuk UFO sehingga tak jarang disebut sebagai awan pesawat ruang angkasa.

Awan alto cumulus lenticularis berbentuk seperti lensa dengan massa awan tipis yang terpisah. Awan ini biasanya terbentuk di atas daerah perbukitan.

3. Alto Cumulus castellanus

Awan ini menjulang tinggi ke atas, terlihat seperti tembok atau kastil. Ukuran tingginya lebih dominan dibanding lebarnya, sehingga terlihat membengkak. Awan Alto Cumulus castellanus dapat menjadi penyebab pembentukan badai petir cumulonimbus.

4. Alto Cumulus floccus

Alto Cumulus floccus sering terlihat di samping Alto Cumulus castellanus. Ukuran awannya lebih kecil dan tidak beraturan. Awan ini sering ditemukan bergantung di bagian bawah awan virga (jalur prespitasi curah hujan). (Tribun-Video.com/Kompas.com)

Baca juga berita lain tentang awan payudara di sini

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul Awan Alto Cumulus: Pengertian, Jenis, Ciri dan Proses Terbentuknya

# Gak Ruwet Gak Ribet # awan payudara # alto cumulus # Sinjai

Editor: Radifan Setiawan
Sumber: Kompas.com

KOMENTAR

Video TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved