Yandex

TRIBUNNEWS UPDATE

Cerita Sopir Truk Angkut Pohon Baobab Raksasa Seberat 80 Ton, 3 Ban Pecah hingga Alami Hal Mistis

Jumat, 2 April 2021 16:36 WIB
Tribun Jateng

TRIBUN-VIDEO.COM - Seorang sopir truk bernama Dadang (41) yang membawa pohon Baobab (Adansonia) menceritakan kisahnya saat mengangkut pohon raksasa dengan berat 80 ton itu, Jumat (2/4/2021).

Dadang mengugkapkan, butuh waktu tiga hari untuk mengantarkan pohon raksasa tersebut dari Sukamandi, Subang menuju Semarang, Jawa Tengah.

Dadang dan rekannya, Arga (28) sempat mengalami kendala mulai dari ban pecah hingga hal mistis.

Dikutip dari Tribun Jateng, pohon raksasa tersebut diketahui memiliki panjang 13 meter dengan diameter pohon mencapai 5,2 meter.

Sementara berat pohon mencapai 80 ton yang diangkut dalam posisi telentang.

Dadang mengungkapkan, dirinya mengangkut pohon Baobab tersebut menggunakan truk merek Scania seri P380.

Dadang dan rekannya, Arga mulai mengangkut dan mengantarkan pohon tersebut pada Senin (29/3/2021) malam dari Subang.

Butuh waktu selama kurang lebih 3 hari untuk menempuh perjalanan 400 kilometer menuju Semarang.

Arga menceritakan, ada beberapa kendala yang mereka alami saat mengantar pohon raksasa tersebut.

Dadang hanya bisa melajukan truknya dengan kecepatan rata-rata 20km/jam karena beban yang begitu berat.

Arga mengungkapkan, tidak terjebak kemacetan selama mengantarkan pohon tersebut.

Ia menyebut, justru pohon tersebut yang mengakibatkan kemacetan lalu lintas karena laju truk yang termasuk pelan.

Baca: Cerita Sopir Truk Angkut Pohon Baobab Raksasa Crazy Rich Semarang, Ada Pantangan dan Kendala

Selain itu, Arga menyebut pohon tersebut sempat beberapa kali mengalami kesulitan saat melewati jalan menanjak dan menurun.

Terutama saat melewati Alas Roban, Batang, dan Jalan S Parman di Kota Semarang.

Arga juga mengungkapkan, truk sempat mengalami pecah ban saat berada di Jalur Pantura.

Ada tiga ban truk trailer yang pecah, sehingga ia dan Dadang harus mengganti ban.

Selain itu, Arga mengaku sempat mendapat gangguan dari makhluk tak kasat mata.

Menurut Arga, ada beberapa pantangan yang tidak boleh dilakukannya dan Dadang selama mengantarkan pohon tersebut ke Semarang.

Baca: Fakta Unik Baobab, Pohon Tertua di Benua Afrika yang Terancam Punah Akibat Perubahan Iklim

Arga diberi mandat dari ahli agar tidak melakukan foto atau selfie di bagian tertentu.

Bahkan saat proses menaikkan pohon tersebut ke truk, ada prosesi untuk memohon izin ke penghuni pohon.

"Ya bagaimana, ya. Namanya juga pohon besar, terkadang kami juga tidak bisa sembarang membawanya. Beberapa kali mesin tidak bisa dinyalakan, itu artinya kami harus beristirahat dahulu atau tidak terburu-buru melanjutkan perjalanan.

Bahkan saat proses menaikkan pohon ke truk ini tidak mudah, istilahnya memohon izin kepada penghuni pohon.Lalu ada beberapa mandat dari ahlinya untuk tidak melakukan beberapa hal, misalnya berfoto atau selfie di bagian tertentu," ungkapnya.

Arga menuturkan, beberapa kali mesin tak bisa dinyalakan. Menurutnya, itu adalah sebuah pesan agar ia dan Dadang beristirahat dan tidak terburu-buru melanjutkan perjalanan.

"Tadi kami beristirahat dulu di rumah makan Jalan Lingkar Kaliwungu. Terus berangkat ke Semarang sekitar jam 10 malam," terang Dadang kepada Tribunjateng.com.

Pohon Baobab tersebut, akan ditanam oleh seorang Crazy Rich Semarang yang berprofesi sebagai pengusaha bernama David.(*)

# Pohon Baobab # Sopir Truk # Subang # Semarang # Alas Roban # pecah ban

Artikel ini telah tayang di Tribunjateng.com dengan judul Cerita Sopir Truk Pengangkut Pohon Baobab Raksasa Crazy Rich Semarang, Ada Pantangan dan Kendala

Baca berita terkait di sini

Editor: Sigit Ariyanto
Reporter: Firdausi Rohmah Rizki Ananda
Video Production: Enggar Tiasto
Sumber: Tribun Jateng
VIDEO TERKAIT
KOMENTAR

Video TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved