Kamis, 23 April 2026

Terkini Nasional

Nilai Aksi Terorisme di Mabes Polri dan Makassar Memiliki Kesamaan, Ini Penjelasan Mantan Napiter

Kamis, 1 April 2021 22:22 WIB
Tribunnews.com

TRIBUN-VIDEO.COM - Mantan narapidana teroris, Nasir Abbas ikut menanggapi rangkaian aksi teror yang terjadi di Mabes Polri dan di Gereja Katedral, Makassar.

Menurut Nasir, rangkaian aksi teror itu memiliki kesamaan, yakni pelaku melakukan pengkafiran kepada muslim yang lain.

Mantan Ketua Mantiqi II kelompok Al Jamaah Al Islamiyah (JI) ini mengatakan, kesamaan tersebut terlihat dari surat wasiat yang ditulis para pelaku.

Baca: Fakta Sosok Terduga Teroris ZA yang Punya KTA Perbakin, Sekjen: Cuma Anggota Club, Sudah Bubar

"Akhirnya terungkaplah identitas dia (pelaku) dan kemudian ditemukan surat wasiat."

"Saya sempat membaca, dari situ bisa dilihat bagaimana kuatnya indoktrinasi yang tertanam dalam diri pelaku," kata Nasir, dikutip dari tayangan Youtube Kompas TV, Kamis (1/4/2021).

Nasir menemukan ada kesamaan atau satu pemahaman dari para pelaku untuk melakukan aksinya.

Para terduga teroris itu, lanjut Nasir, memiliki kesamaan mengkafirkan muslim lainnya.

Juga menganggap pemerintah adalah musuh mereka.

Nasir menegaskan, pemahaman tersebut sudah menyimpang dan bukan ajaran dalam agama Islam.

Baca: Teror Tidak Pengaruhi Jadwal Ibadah Gereja, Polda NTB Jamin Keamanan saat Jumat Agung

"Ada kesamaan atau paham dengan dua orang pelaku yang melakukan aksi di Mabes Polri dan Gereja Katedral Makassar, kesamaannya itu adalah pengkafiran."

"Mereka mengkafirkan muslim yang lain dan mereka menganggap pemerintah adalah pemrintah kafir yang menjadi musuh mereka," ungkap Nasir.

Nasir yang juga aktivis deradikalisasi ini memberikan alasan terduga teroris yang menyerang di Mabes Polri adalah aksi teror secara individu atau lone wolf.

Sebab, polisi tidak menemukan adanya seseorang yang memberi motivasi untuk melakukan aksi teror itu.

Baca: Tak Sangka Anaknya Melakukan Aksi Teror, Orangtua ZA Tanggapi Kasus Ini dengan Bibir Bergetar

Nasir pun menjelaskan, seorang lone wolf umumnya mendapatkan indoktrinasi dari media sosial.

"Seorang lone wolf itu mendapatkan indoktrinisasinya lewat apa yang dia baca dan dia nonton, baik dari Youtube atau medsos yang lain."

"Kita tidak menyalahkan media sosial, tetapi inilah informasi yang bisa didapatkan lewat medsos," kata Nasir. (*)

Baca juga berita lain tentang aksi terorisme di sini

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Mantan Napiter Menilai Rangkaian Aksi Teror di Mabes Polri dan Bom Makassar Memiliki Kesamaan

# teroris # terorisme # Mabes Polri # Makassar # Nasir Abbas

Editor: Panji Anggoro Putro
Video Production: Panji Yudantama
Sumber: Tribunnews.com

Tags
   #teroris   #terorisme   #Mabes Polri   #Makassar   #Nasir Abbas

Video TERKINI

© 2026 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved