Selasa, 5 Mei 2026

TribunnewsWiki

Kue Kering, Hidangan saat Perayaan Agama yang Biasa Hadir dengan Berbagai Macam Bentuk dan Cita Rasa

Rabu, 31 Maret 2021 21:28 WIB
TribunnewsWiki

TRIBUN-VIDEO.COM - Siapa yang tak mengenal kue kering yang memiliki beranekaragam jenis.

Terlebih menjelang bulan puasa ini, beberapa macam kue kering mulai ditawarkan ke konsumen.

Kue kering biasanya hadir dengan berbagai macam bentuk serta cita rasa, seperti nastar, kaastengels, putri salju, kue semprit, dan banyak yang lainnya.

Baca: Kue Ku, Bahan Pangan Penting Selama Festival Tionghoa di Banyak Negara

Kue kering selalu menjadi hidangan di perayaan agama, seperti saat lebaran.

Para tamu yang datang saat lebaran akan disuguhi berbagai macam kue kering.

Sejarah

Kue kering memiliki berbagai sejarah atas kemunculannya.

Sebelum dinikmati dalam kebudayaan makan di Eropa, menurut sejarah, kue kering lebih dulu ditemukan di Persia.

Wilayah Persia sendiri saat ini kita kenal sebagai Iran di wilayah Timur Tengah.

Penemuan awal kue kering bisa ditelusuri sampai pada abad ke-7.

Menariknya, kue kering sebenarnya tercipta secara tidak sengaja.

Kala itu, tukang roti sedang memuat kue biasa.

Namun, saat itu proses memanggang kue masih sulit, salah satunya dalam hal pengaturan suhu oven.

Untuk mengukur suhu yang tepat, biasanya para tukang roti menjatuhkan sedikit adonan ke dalam oven.

Nah, adonan kue yang dijatuhkan itu jadi asal mula kue kering.

Kue kering juga termasuk menu makanan bagi para bangsawan.

Pada zaman dulu, kue kering hanya disajikan bagi kaum bangsawan saja.

Lama-kelamaan, kue kering dari Persia menyebar ke berbagai tempat di dunia melalui pedagang Muslim.

Salah satunya wilayah yang mempopulerkan kue kering adalah Eropa.

Di Eropa, kue kering mulai dikenal di Spanyol, saat negara itu ditakhlukan oleh penguasa Muslim.

Pada abad ke-14, barulah kue kering dinikmati segala kalangan di Eropa, mulai dari anggota kerajaan hingga rakyat biasa.

Tahun 1956, kue kering jadi makanan yang disajikan untuk kelas menengah di Inggris.

Kue kering yang populer saat itu bentuknya persegi yang mengandung kuning telur dan rempah-rempah.

Kue kering semakin populer karena bisa disimpan dalam waktu yang lama, sehingga bisa dibawa bepergian.

Dari Eropa, kue kering dibawa ke Amerika Serikat pada abad ke-17.

Baca: Kue Lumpur, Kue Khas Betawi yang Dikenal Memiliki Tekstur yang Lembut Serta Cita Rasa Manis Gurih

Tak hanya menjadi menu makanan bangsawan, kue kering juga jadi kudapan perayaan Eropa.

Pada abad ke-19, teknologi pembuatan kue di Eropa semakin maju, nih. Sehingga semakin banyak macam kue kering diciptakan.

Saat itu, kue kering jadi salah satu kudapan wajib dalam perayaan-perayaan di Eropa dan Amerika Serikat.

Sedangkan, kue kering mulai dikenal di Indonesia pada zaman kolonial.

Di Indonesia, kue kering dikenal saat masa penjajahan Belanda.

Salah satu kue kering dari Belanda yang terkenal di Indonesia adalah nastar.

Nama nastar sendiri asalnya dari bahsa Belanda “ananas” yang berarti nanas, dan “taart” yang atinya pai atau tart, sehingga nastar adalah tart nanas.

Sebeneranya isian kue ini bukanlah nanas, melainkan bluberi.

Namun, karena bluberi sulit ditemukan di Indonesia, maka isiannya diganti dengan nanas.

Sekarang, kue nastar jadi salah satu kue kering yang populer disajikan saat Lebaran di Indonesia.

Baca: Kue Talam, Kue Tradisional Khas Betawi yang Bercita Rasa Manis dan Gurih

Aneka Ragam

Terdapat beragam kue kering yang hadir di masyarakat, khususnya saat merayakan hari lebaran.

- Kue Sagu

Kue sagu memiliki tekstur yang padat dengan rasa yang manis dan gurih.

Variasi rasa dari kue kering khas lebaran favorit ini yang populer antara lain sagu keju, sagu cokelat kacang, dan kue kering khas lebaran sagu cokelat Oreo yang tampak kekinian.

- Kue Nastar

Kue kering khas Lebaran nastar sangat populer di Indonesia.

Selain nanas, ada pula yang menggunakan selai stroberi, coklat, dan blueberry sebagai isian. Olesan keju pada permukaan atas menjadikan kue kering nastar terasa lebih gurih di lidah.

- Kaasstengels

Kue yang satu ini memiliki cita rasa gurih dan asin lantaran bahan dasarnya menggunakan keju.

- Kue Putri Salju

Bentuknya seperti Bulan sabit yang sedang dilanda ‘badai salju’.

Kue kering lebaran yang satu ini punya tekstur padat namun ketika sampai di mulut, adonan meluruh bercampur dengan gula halus.

- Kue Kacang Tanah

Sesuai namanya kue kering satu ini menggunakan kacang tanah sebagai bahan utamanya.

Kue kacang tanah bercita rasa manis dan gurih.

- Kue Semprit

Kue semprit berbentuk seperti mawar juga Matahari, sehingga banyak yang menyebutnya kue mawar.

Tekstur dan cita rasanya mirip kue kering sagu, namun terasa lebih kering saat digigit dan tidak mudah hancur di dalam mulut.

- Lidah Kucing

Lidah kucing merupakan kue wajib ada saat lebaran sejak dahulu.

Bentuknya yang panjang dan pipih mirip lidah kucing maka kue kering ini disebut lidah kucing.

Proses pembuatan kue khas lebaran ini bisa dilakukan cukup unik.

Yakni dengan cara memanggang dengan bentuk pipih membuatnya menjadi renyah, namun saat digigit ada rasa manis susu yang lumer di mulut. (Tribunnewswiki.com/Puan)

Baca juga artikel lain tentang Kue di sini

Artikel ini telah tayang di TribunnewsWiki dengan judul Kue Kering

# Kue # Kue Kering # makanan # Hidangan Lebaran # nastar

Editor: Panji Anggoro Putro
Video Production: Panji Yudantama
Sumber: TribunnewsWiki

Tags
   #kue kering   #nastar   #kue   #makanan   #Hidangan lebaran

Video TERKINI

© 2026 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved