Selasa, 14 April 2026

Gak Ruwet Gak Ribet

Apa Itu Organisasi Teroris Jamaah Ansharut Daulah (JAD)?

Selasa, 30 Maret 2021 18:18 WIB
Tribunnews.com

TRIBUN-VIDEO.COM - Insiden ledakan bom bunuh diri terjadi di Gereja Katedral, Jalan Kajaolalido, Kecamatan Ujung Pandang, Kota Makassar, Minggu 28 Maret 2021 pukul 10.30 WITA.

Dikutip dari Tribunnews, Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo berujar jika dua pelaku bom bunuh diri itu berkaitan dengan 19 teroris Jamaah Ansharut Daulah (JAD) yang ditangkap di Sulawesi Selatan beberapa waktu lalu.

"Pelaku ini merupakan jaringan JAD (berkaitan) dengan 19 anggota JAD yang ditangkap kemarin," kata Kapolri saat meninjau lokasi bom bersama Panglima TNI Hadi Tjahjanto di Jalan Kajaolalido, Kecamatan Ujungpandang, Kota Makassar Minggu malam.

Jaringan kelompok JAD ini pernah terlibat kasus bom Thamrin di Jakarta pada 2016 dan bom bunuh diri yang terjadi di Surabaya pada 2019.

Pada tahun 2018, organisasi JAD telah sah dibekukan oleh Pengadilan.

Lantas, Apa Itu JAD?

Jamaah Ansharut Daulah (JAD) adalah organisasi teroris yang berafiliasi ke ISIS.

Di balik organisasi itu ada seorang yang menjadi otak atau dalangnya.

Baca: Polisi Sebut Pelaku Bom di Makassar dari Jaringan JAD Beri Kabar di Sosmed Sebelum Beraksi

Mabes Polri mengungkap masih mengejar seorang terduga teroris bernama Saefullah alias Daniel alias Chaniago.

Karopenmas Divisi Humas Polri saat itu, Brigjen Pol Dedi Prasetyo pada akhir 2019 lalu menyatakan Saefullah mengendalikan dan memberi perintah kepada sejumlah terduga teroris jaringan Jamaah Ansharut Daulah (JAD) di Indonesia.

Saefullah mengarahkan terduga teroris N atau Novendri untuk mengirim uang kepada Mujahidin Indonesia Timur (MIT).

Saefullah juga mengontrol beberapa pelaku teroris yang ada di Indonesia, yakni tersangka Yoga dari JAD Kalimantan Timur yang ditangkap Juni 2019.

Peran Yoga untuk menggantikan Andi Baso yang menjadi jembatan penghubung antara ISIS atau JAD di Indonesia dan Filipina.

Selain itu, Saefullah disebut sebagai pengatur perjalanan Muhammad Aulia beserta 11 orang Indonesia lain yang akan berangkat ke Khorasan Afghanistan.

Di tengah perjalanan, mereka dideportasi dari Bangkok lalu ditangkap Densus 88 di Bandara Kualanamu, Medan.

Mabes Polri menjelaskan Saefullah alias Daniel alias Chaniago mendapatkan aliran dana dari 12 oknum berbeda, yang ditransfer dari lima negara berbeda guna melakukan aksi terorisme.

Baca: Temuan Bom Aktif hingga Atribut FPI saat Gerebek Terduga Teroris, Polisi Dalami Keterlibatan FPI

Menurut hasil penyelidikan kepolisian, dana yang terkumpul $ 28.921.89 atau Rp 413.169.857 yang ditransfer melalui Western Union.

Organisasi teroris JAD ini lebih terstruktur di dunia maya daripada di lapangan menurut keterangan Mabes Polri.

Karopenmas Divisi Humas Polri Brigjen Pol Dedi Prasetyo mengatakan hal tersebut berbeda dengan kelompok teroris Jamaah Islamiyah (JI) yang lebih terstruktur di lapangan.

Dedi berujar, sebelum melakukan aksi amaliyah, kelompok JAD akan beri kabar terlebih dahulu melalui aplikasi Telegram.

Namun, mereka tidak akan menyebutkan secara detail target yang akan dituju beserta waktu dan tempatnya.

Selain itu, kata Dedi, aksi amaliyah yang dilakukan anggota kelompok tersebut sesuai dengan kemampuan yang dimiliki masing-masing.

Aksi pengeboman yang dilakukan tidak atas dasar balas dendam, namun juga dianggap sebagai "amaliyah (aksi) menjelang bulan Ramadan."

(Tribun-Video.com/Tribunnews.com)

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Apa Itu JAD? Organisasi Teroris Berafiliasi ke ISIS, Telah Sah Dibekukan Pengadilan

# Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo # Jamaah Ansharut Daulah (JAD) # ISIS # Mujahidin Indonesia Timur (MIT) # Teroris 

Editor: Aprilia Saraswati
Reporter: Falza Fuadina
Video Production: Dimas HayyuAsa
Sumber: Tribunnews.com

Video TERKINI

© 2026 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved