Minggu, 26 April 2026

Terkini Daerah

98 Jiwa Korban Kebakaran, Bantuan Terus Berdatangan, Status Tanggap Darurat Tak Ditetapkan

Jumat, 26 Maret 2021 19:09 WIB
Tribun Kaltara

TRIBUN-VIDEO.COM, NUNUKAN - Hingga kini bantuan logistik terus berdatangan di posko bantuan yang didirikan oleh Badan Penangulangan Bencana Daerah (BPBD) Nunukan, Selasa (23/03/2021), kemarin pagi.

Tak hanya dari pemerintah daerah, sejumlah paket sembako, perlengkapan bayi, perlengkapan dapur, dan lainnya juga berdatangan dari Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara.

Kasubid Kedaruratan BPBD Nunukan, Hasan, mengatakan bantuan sembako dari pemerintah daerah sudah disalurkan kemarin siang kepada korban kebakaran rumah secara langsung.

Selain itu juga, dari BPBD Kaltara juga mengirim bantuan berupa paket sembako.

"Bantuan yang datang itu sesuai jumlah KK yang terdampak. Kemarin ada bantuan dari BPBD provinsi berupa paket sembako sudah kami salurkan kepada korban. Dari 28 KK yang terdampak, masih ada 10 KK yang belum ambil. Dari Dinas Sosial provinsi juga ada paket keperluan bayi. Hari ini rencana ada paket bayi  juga dari Dinas Sosial Provinsi. Kalau paket sembako agak mudah didapat ketimbang dana, karena ada mekanismenya. Sementara ini, bantuan dari warga juga ada berupa besar dan telor ayam,"  kata Hasan kepada TribunKaltara.com, Rabu (24/03/2021), pukul 14.00 Wita.

Menurutnya, data korban terdampak kebakaran dari dua kelurahan bersifat dinamis. Terakhir data yang masuk ada 28 KK dan sebanyak 98 jiwa ikut terdampak.

Baca: Soal Hak Milik Lahan Masyarakat Adat di Nunukan, Minta Pemda Lakukan Pemetaan Wilayah Ulayat

Baca: Diduga Overdosis Obat Batuk, Seorang Pria di Nunukan Tega Tikam Iparnya hingga 20 Kali Tusukan

Sementara itu, kata Hasan, pihaknya mendapat arahan dari Gubernur Kaltara saat meninjau ke lapangan, untuk segera menyalurkan bantuan logistik kepada korban setelah semua data diolah.

"Data yang masuk ke kami itu dinamis sifatnya. Sehingga harus direkap kembali dan ini juga menjadi kendala kami untuk menyalurkan bantuan langsung kepada korban. Apalagi kemarin sore, ada arahan dari Pak Gubernur saat meninjau ke sini. Kata beliau jangan terlalu lama menyimpan bantuan. Kalau data sudah diolah langsung didistribusikan," ucapnya.

Hasan mengaku, pihaknya tidak menetapkan status tanggap darurat bencana non alam, pasalnya dampak dari 19 bangunan yang terbakar itu tidak terlalu besar.

"Kami dirikan posko ini bukan untuk penanganan pengungsian. Posko ini untuk mengkoordinir bantuan yang masuk dan koordinasi data korban. Kami tidak menetapkan status tanggap daruratnya, karena pertimbangannya pada dampak yang ditimbulkan tidak terlalu besar. Kan ada beberapa kriteria, termasuk luasan area yang terbakar. Tidak bisa disamakan seperti kebakaran kawasan inhutani kemarin," ujarnya.

Ia menjelaskan, penanganan kebakaran kali ini oleh pihaknya lebih mudah dibanding peristiwa kebakaran kawasan Inhutani Nunukan pada Januari lalu.

"Alhamudillah kali ini agak sedikit berbeda dengan kejadian kebakaran sebelumnya. Kami lebih mudah penanganannya karena tidak ada pengungsian korban. Sehingga tidak ada buka dapur umum dan sebagainya. Kali ini kami langsung mendropping makanan ke tempat tinggal korban langsung. Hampir semua korban ngungsi di rumah keluarga dan beberapa memilih ngontrak," tuturnya.

Hingga kini, BPBD Nunukan belum mendapat keluhan dari korban terdampak langsung mengenai tempat tinggal sementara.

"Bilamana ada korban yang belum memiliki tempat tinggal, laporkan kepada kami di posko. Ibu bupati sudah meminjamkan Pujasera untuk korban kebakaran. Kami berharap bantuan logistik dan lainnya bisa mencukupi kebutuhan korban terdampak. Untuk santunan uang dari pemerintah daerah itu ada saja. Namun biasanya di akhir nanti baru diberikan, karena ada mekanisme administrasinya. Posko ini dibuka sampai 27 Maret nanti," ungkapnya.

Diberitakan sebelumnya, sebanyak 19 bangunan rumah habis dilahap api di kompleks perumahan dan toko yang beralamat di Jalan Bahari RT 01 Kelurahan Nunukan Utara dan RT 19 Kelurahan Nunukan Barat, Selasa (23/03/2021), pukul 01.30 Wita.

Belasan bangunan rumah semi permanen itu berada di dua kelurahan yang berbeda dan hanya dibatasi jalanan aspal sekira 3 meter dari pintu rumah yang satu dengan pintu rumah di depan jalan raya.

Diduga kuat api bersumber dari lantai dua sebuah bangunan rumah kosong yang sudah tak dihuni sejak tahun 2000 silam.

Hingga kini, penyebab kebakaran tersebut masih diselidiki oleh Polres Nunukan.

(TRIBUNKALTARA.COM/ Febrianus felis)

# kebakaran # tanggap darurat # Nunukan

Editor: Tri Hantoro
Sumber: Tribun Kaltara

Tags
   #kebakaran   #tanggap darurat   #Nunukan

Video TERKINI

© 2026 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved