Yandex

Kisah Viral

Kisah Guru Militer Wanita yang Mampu Kuasai Meriam 76 mm Gunung, Serda Kowad Maria Jacoba Samuel

Jumat, 26 Maret 2021 15:48 WIB
Tribunnews.com

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Gita Irawan

TRIBUN-VIDEO.COM, JAKARTA - Serda Maria Jacoba Samuel tampak mencolok saat demonstrasi pembongkaran meriam 76 mm Gunung oleh siswa dan unsur organik Pusat Pendidikan Peralatan (Pudikpal) Kodiklat Angkatan Darat Cimahi Jawa Barat sore itu.

Mengenakan topi bertuliskan instruktur dan membawa tongkat kayu berwarna cerah, Maria tampak memperhatikan dengan seksama kerja mereka.

Satu per satu delapan bagian besar meriam buatan Yugoslavia itu dilepaskan dengan pengawasannya.

Baca: KSAD Sematkan Nametag Baru di Dada Kanan Serda Aprilio Perkasa Manganang seusai Putusan Pengadilan

Sambil memberikan arahan dengan tegas kepada mereka, Maria terus memperhatikan mereka membongkar tameng hingga penahan kejut meriam.

Bungsu dari tiga bersaudara anak Kolonel (Mar) Purn (Alm) Christian Samuel dan PNS TNI AL Cherley Pattinama itu mengaku tertarik dengan senjata karena ayahnya yang terakhir berdinas di Kodam Trikora (sekarang Kodam XVII Cenderawasih).

"Jadi melihat orang tua dengan senjata sebagai seorang penembak saya mulai sangat tertarik dengan senjata," kata Maria di Pusdikpal Kodiklatad Cimahi Jawa Barat pada Kamis (25/3/2021).

Maria yang sehari-hari kerap ditugaskan sebagai guru militer (gumil) itu mengaku sudah mendalami meriam itu kurang lebih selama empat tahun sejak ia berdinas di Pusdikpal Kodiklatad Cimahi pada 2016 lalu.

Perempuan kelahiran Jayapura 9 Januari 1996 itu juga tampak fasih ketika ditanya wartawan soal keunggulan meriam tersebut.

"Jarak tembaknya cukup jauh. Kalau 76 gunung ini jarak tembaknya kurang lebih kalau menggunakan empat butir munisi itu dengan elevasi 45 derajat itu kurang lebih bisa mencapai jarak kurang lebih 8.750 meter," kata Maria.

Menjadi seorang gumil bidang senjata di Pusdikpal bagi Akmil angkatan 2015 itu tidaklah mudah.

Baca: Tangis Serda Aprilia Manganang di Sidang Perubahan Nama dan Jenis Kelamin: Momen Terindah Saya

Awalnya perempuan yang sejak lahir hingga sebelum masuk TNI AD itu harus rajin bolak-balik untuk belajar di Departemen Senjata Pusdikpal Kodiklatad.

Setelah dianggap menguasai senjata tertentu, ia kemudian harus menyiapkan paket instruksi dan materi lain untuk mengajar.

Belum selesai di situ, perempuan berdarah Sanger-Ambon itu harus berlatih micro teaching untuk memaparkan materi tersebut.

"Setelah dirasa cukup mantap kita dilanjutkan untuk menjadi seorang guru militer," kata Maria.

Meski masih terus mendalami meriam 76 mm Gunung milik Satuan Artileri Medan, saat ini ia mengaku ingin mendalami meriam lainnya yakni meriam 23 mm Zur.

Meriam tersebut, kata Maria, milik Satuan Artlieri Pertahanan Udara.

"Kalau untuk senjata berat sendiri saya agak tertarik kepada meriam Zur. Itu meriam milik Artileri Pertahanan Udara," kata Maria.

Baca: Pengadilan Mengesahkan, Serda Aprilia Ganti Nama jadi Aprilio Perkasa Manganang dan Resmi Lelaki

Maria juga berharap, mereka yang hendak masuk tentara Angkatan Darat banyak yang tertarik dan antusias untuk masuk satuan kecabangan peralatan yang kini digelutinya.

Hal itu karena menurutnya satuan Angkatan Darat itu baik untuk kendaraan, senjata, munisi berpatokan pada Pusdikpal.

"Jadi saya harapkan semua yang mau masuk tentara itu antusiasnya tinggi. Bangga menjadi prajurit peralatan," kata Maria. (*)

Baca juga kisah TNI yang lain di sini

# Serda Maria Jacoba Samuel # demonstrasi # meriam # Kodiklat Angkatan Darat # TNI

Editor: Panji Anggoro Putro
Reporter: Gita Irawan
Video Editor: Panji Yudantama
Sumber: Tribunnews.com
VIDEO TERKAIT
KOMENTAR

Video TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved