Yandex

TribunnewsWiki

Kue Bugis, Kue Tradisional dari Betawi yang Memiliki Tekstur yang Kenyal dan Lembut

Minggu, 21 Maret 2021 07:26 WIB
TribunnewsWiki

TRIBUN-VIDEO.COM - Kue bugis adalah kudapan tradisional yang berasal dari betawi.

Banyak orang mengira kue yang satu ini berasal dari Bugis, Sulawesi Selatan karena namanya menyerupai daerah tersebut.

Kue yang satu ini juga memiliki nama lain di daerah Jawa, yakni mendut.

Pada dasarnya kue bugis dan mendut memiliki tekstur serta rasa yang sama, hanya namanya saja yang berbeda.

Kue basah satu ini bercerita rasa manis dan gurih.

Terbuat dari tepung ketan yang diberi warna hijau alama dari daun suji atau pandan.

Kue ini memiliki isian yang disebut enten.

Enten merupakan kelapa muda yang diparut dan dimasak dengan gula merah.

Enten juga bisa dicampur dengan buah nangka yang dipotong kecil-kecil untuk menambah aroma serta rasa pada kue bugis.

Tidak hanya berwarna hijau, kulit kue bugis juga bisa diberi warna lain, seperti hitam dari tepung ketan hitam atau dibiarkan polos, alias warna putih.

Kue bugis dalam penyajiannya dibungkus menggunakan daun pisang.

Sehingga beraroma khas dan menambah cita rasa.

Sejarah

Kue bugis yang berasal dari Betawi merupakan pengaruh etnis nusantara di Batavia saat perbudakan yang terjadi di masa pemerintahan Hindia Belanda, serta urbanisasi setelahnya.

Ketan, santan, dan gula merah adalah tiga bahan dasar pembuatan kudapan yang sudah ada sebelum orang-orang Tionghoa masuk ke Nusantara untuk berniaga.

Meski tak bisa dipungkiri jika kedatangan orang Tionghoa memang banyak mempengaruhi variasi kue basah yang dimasak dengan cara kukus, dan penggunaan daun (pisang atau pandan) sebagai pembungkus.

Baca: Resep Bandros Greentea, Resep Kue Tradisional Kekinian yang Untuk Hidangan Takjil

Baca: TRIBUN TRAVEL UPDATE: Kuliner Tradisional di Kota Padang

Filosofi

Kue bugis sangat lekat dengan kehidupan dan tradisi masyarakat Betawi.

Pada saat acara pertemuan untuk berkenalan antar anggota keluarga masing-masing (negesin), biasanya pihak keluarga laki-laki menyertakan kue bugis sebagai salah satu makanan bawaan.

Tekstur kue bugis yang kenyal dan lengket menggambarkan hubungan kedua keluarga yang semakin dekat.

Saat acara pertunangan untuk menentukan akad nikah dan perayaannya, pihak calom pengantin laki-laki membawa barang hantaran (ngenjot) yang salah satunya adalah bahan-bahan untuk membuat kue bugis, atau kue bugis yang sudah matang.

Di bulan puasa, untuk menghormati calon mertua dan sebagai tanda kasih, biasanya calon menantu perempuan akan mengirimkan kue bugis sebagai makanan berbuka.

Usai akad nikah, kue bugis selain disajikan kepada para tetamu, juga menjadi salah satu kue manis hantaran balikan dari pihak perempuan.

Rasa manis kue menjadi perlambang harapan dan cita-cita bahwa setiap tahapan kehidupan akan semanis kue tersebut.

Filosofi itulah yang menjadikan kue bugis tak pernah absen dalam upacara-upacara adat tradisional Betawi dan hari raya Idul Fitri.

Kue bugis dahulu juga sering disajikan dalam acara nyahi yaitu minum teh bersama di sore hari.

Bahan

500 gram tepung ketan

250 santan hangat

2 sdm gula pasir

1/4 sdt garam

Pewarna hijau dari daun suji atau pandang secukupnya atau bisa diganti pewarna hijau yang siap pakai sebanyak 5 tetes

3 sdm minyak goreng

Daun pisang, potong ukutan 10x10 cm - 3 lembar

Bahan Isian (Enten)

1/2 butir kelapa parut

250 gram gula merah, serut kasar

2 sdm gula pasir

1/4 sdt garam

Cara Membuat

1. Enten kelapa: Masak semua bahan isian sambil terus diaduk hingga matang. Matikan api, lalu biarkan dingin. Bentuk menjadi bulat-bulat kecil.

2. Siapkan wadah, campur tepung ketan, gula pasir, dan garam. Aduk rata.

3. Tuang santan, minyak goreng, dan pewarna hijau sedikit demi sedikit, sambil terus diuleni hingga kalis dan adonan siap dibentuk.

4. Ambil selembar daun pisang, lalu beri adonan ketan di tengahnya dan bulatkan. Kerucutkan daun pisang, lalu beri satu bulatan unti kelapa.

5. Lipat ujung daun yang tidak kerucut ke arah depan, lalu tarik ke depan daun yang kerucut. Lakukan hal yang sama untuk sisi kanan dan kiri daun, hingga mengunci rapi berbentuk kerucut. Lakukan hingga semua adonan habis.

6. Panaskan panci kukusan/dandang. Kukus kue hingga matang dan daun pisang berubah layu kecoklatan. Angkat.

7. Kue bugis siap disajikan.

(Tribunnewswiki.com/Puan)

Artikel ini telah tayang di TribunnewsWiki dengan judul: Kue Bugis

Baca berita terkait lainnya di sini

# Betawi # Kue bugis # Sulawesi Selatan

Editor: Aprilia Saraswati
Video Editor: Panji Yudantama
Sumber: TribunnewsWiki
Tags
   #Betawi   #Kue bugis   #Sulawesi Selatan
VIDEO TERKAIT
KOMENTAR

Video TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved