Yandex

Terkini Daerah

Sakit Hati Sering Dihina hingga Ditunjuk Pakai Kaki, Kuli Bangunan Bunuh Pasutri di BSD Serpong

Senin, 15 Maret 2021 17:31 WIB
TribunJakarta

Laporan Wartawan TribunJakarta.com Jaisy Rahman Tohir

TRIBUN-VIDEO.COM - Aparat kepolisian mengungkap motif pembunuhan pasangan suami istri di Perumahan Giri Loka 2 BSD, Serpong, Tangerang Selatan (Tangsel), sekira pukul 22.30 WIB Jumat (12/3/2021) lalu.

korban adalah KEN (84) pria berkewarganegaraan Jerman, dan istrinya NS (53) warga negara Indonesia.

Sedangkan pelaku adalah Wahyu Apriansyah (22), pekerja atau kuli bangunan di rumah korban.

KEN dan NS dibunuh dengan cara dibacok menggunakan kapak yang oleh Wahyu.

KEN menderita luka sabetan kapak di leher dan tewas di lokasi.

Baca: WNA Jerman di Serpong & Istri Ditemukan Tewas, Polisi Kantongi Identitas Pelaku Pembunuhan

Sedangkan luka sabetan kapak lebih banyak diderita NS, dan dinyatakan meninggal di rumah sakit setelah sempat mendapat penanganan medis.

Kapolres Tangsel, AKBP Iman Imanuddin, mengatakan, motif Wahyu membunuh dua majikannya itu lantaran sering dihina menggunakan kata-kata yang tidak pantas.

Bahkan Wahyu juga pernah ditunjuk-tunjuk menggunakan kaki.

Rasa sakit hati karena perlakuan yang menghina itu, membuat Wahyu nekat membunuh majikannya.

Baca: Pengakuan Sekuriti soal Pembunuhan Pasutri WNA Jerman di Serpong: Ada Tamu Sebelum Kejadian

"Motif pelaku, pelaku sakit hati karena sering dikata-katai dengan kata-kata kotor dengan perbuatan-perbuatan yang menurut pelaku itu sangat menghina dirinya," ujar Iman saat rilis kasus tersebut di Mapolres Tangsel, Jalan Raya Promoter, Serpong, Minggu(14/3/2021).

Sementara, Kasat Reskrim Polres Tangsel, AKP Angga Surya Saputra, mengatakan, alasan KEN dan NS menghardik Wahyu karena kinerjanya yang tidak maksimal.

"Atas dasar menurut keterangan tersangka pekerjaannya kurang bagus, atas dasar itu kemudian sepanjang tersangka bekerja sering diperlakukan tidak baik dan dihina dengan kata-kata yang tidak sopan," kata Angga pasa kesempatan yang sama.

Wahyu ditangkap pada sekira pukul 15.00 WIB, Sabtu (13/3/2021).

Wahyu dijerat pasal 340 KUHPidana tentang pembunuhan berencana dan pasal 365 KUHPidana tentang pencurian dengan kekerasan hingga terancam hukuman penjara seumur hidup.(*)

Editor: Purwariyantoro
Video Editor: Muhammad Ulung Dzikrillah
Sumber: TribunJakarta
VIDEO TERKAIT
KOMENTAR

Video TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved