Nyepi 2021
PHDI Kaltara Sebut Nyepi sebagai Instrospeksi Diri di Tengah Pandemi
TRIBUN-VIDEO.COM, TANJUNG SELOR – Perayaan Nyepi Tahun Saka 1943, jatuh pada hari ini, Minggu (14/4/2021).
Dirayakan di tengah suasana pandemi Covid-19, Nyepi tahun ini disebut sebagai upaya untuk mengalah dan ajang untuk instrokpeksi diri.
Hal tersebut diungkapkan oleh Ketua Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Kaltara, saat ditemui usai Upacara Mecaru di Pura Agung Jagat Benuanta, Tanjung Selor, Sabtu lalu.
“Ini perayaan nyepi yang kedua di masa pandemi, keyakinan kita kita harus mengalah dengan suasana pandemi, kita anggap pandemi lagi merajalela, jadi kita yang mengalah dengan menyepi,” ujar Ketua PHDI Kaltara, Ida Bagus Sidha Raharja.
“Jadi tepat sekali Nyepi di tengah pandemi, agar kita introspeksi diri untuk mengurangi kegiatan,” tambahnya.
Ida Bagus menjelaskan, saat menjalankan Nyepi, umat Hindu memiliki empat hal yang menjadi pantangan untuk dilakukan, atau disebut sebagai Catur Brata Penyepian.
Empat hal tersebut ialah, Amati Geni atau tidak menyalakan api, selain bermakna tidak menyalakan api di luar tubuh, Amati Geni juga bermakna api yang ada di dalam diri kita, yakni untuk menahan segala nafsu.
Berikutnya ialah Amati Karya, atau tidak bekerja, dengan tujuan untuk mengistirahatkan pikiran.
Lalu Amati Lelungan, tidak bepergian, bertujuan untuk mengistirahatkan fisik, untuk memberi waktu bagi tubuh untuk istirahat.
Serta Amati Lelanguan, atau tidak menikmati hiburan, sehingga dapat berkosentrasi melakukan semedi, bersembahyang dan melakukan instrospeksi diri.
Perayaan Nyepi kali ini, lanjut Ida Bagus sebagai upaya untuk menyeimbangkan konsep Tri Hita Karana, dalam ajaran Hindu.
“Ini juga upaya kita menyeimbangkan Tri Hita Karana, yaitu hubungan manusia dengan Tuhan, hubungan manusia dengan sesama, dan hubungan manusia dengan lingkungan alam,” terangnya.
Tak lupa dirinya berharap, dalam menjalankan Nyepi tahun ini, umat Hindu selalu diberikan kesehatan, sehingga tidak tertular Covid-19, serta pandemi dapat segera berakhir.
“Tentunya kita berharap agar selalu sehat, tidak tertular Covid-19, dan pandemi dapat segera berlalu,” harapnya.(Tribunkaltara.com/Maulana Ilhami Fawdi)
Sumber: Tribun Kaltara
Tribunnews Update
Meriahnya Pawai Ogoh-ogoh Jelang Nyepi Tahun Baru Saka 1948 di Denpasar, Diikuti 9 Banjar
Rabu, 18 Maret 2026
LIVE UPDATE
Penutupan Penyeberangan Jelang Nyepi, Antrean Kendaraan di Pelabuhan Gilimanuk Masih Mengular
Rabu, 18 Maret 2026
Live Update
LIVE UPDATE SIANG: Situasi Pelabuhan Gilimanuk Jelang Nyepi, Pelepasan Rombongan Mudik Gratis 2026
Rabu, 18 Maret 2026
Live Update
LIVE UPDATE SIANG: Nyepi dan Malam Takbiran Bersamaan di NTB, Pantauan Mudik di Berbagai Daerah
Selasa, 17 Maret 2026
Regional
Arus Pelabuhan Gilimanuk Normal Selama Arus Balik, Sempat Meningkat Menjelang Hari Raya Nyepi
Kamis, 3 April 2025
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.