Selasa, 7 April 2026

Terkini Nasional

Pimpinan Aliran Sesat Hakekok Ditangkap, Minta Dibina dan Ingin Tobat

Jumat, 12 Maret 2021 22:32 WIB
Tribunnews.com

TRIBUN-VIDEO.COM - Polres Pandeglang mengamankan 16 orang yang terdiri dari pria dan wanita dewasa serta anak-anak saat melakukan ritual aliran yang diduga sesat.

Enam belas orang tersebut terdiri dari delapan pria, lima wanita, dan tiga anak-anak mandi bersama.

Kegiatan tersebut dilakukan di penampungan air PT GAL yang berada di tengah perkebunan kelapa sawit di Desa Karangbolong, Kecamatan Cigeulis, Pandeglang, Kamis (11/3/2021) pukul 10.00 WIB.

Pimpinan Hakekok berinisial A (52) dan 15 pengikutnya dijemput polisi di rumah masing-masing setelah adanya laporan keresahan warga tentang ritual mandi bersama antara laki-laki dan perempuan hingga anak-anak tanpa busana dari kelompok tersebut.

Menurut Wakapolres Pandeglang, Kompol Riky Crima Wardana, A melaksanakan ritual mandi bersama yang bagian dari ajaran Balatasuta.

Ajaran tersebut mengadopsi ajaran Hakekok yang dibawa oleh almarhum E alias S.

"Ajaran ini mengadopsi dari ajaran Hakekok, ajaran Hakekok itu dibawa oleh almarhum E kemudian diteruskan oleh A dengan ajaran Balatasuta" ujar Ricky, dikutip dari tayangan YouTube Kompas TV, Jumat (12/3/2021).

Sementara Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pandeglang, Hamdi Ma'ani, menyebut kelompok pengikut Hakekok sudah terdeteksi beberapa tahun lalu di Desa Karangbolong, Cigeulis.

"Sudah pernah dibina, sudah kondusif, muncul lagi sekarang di luar sepengetahuan kami," kata Hamdi, Jumat.

Menurut Hamdi, ajaran tersebut menyimpang dan sudah pernah dilakukan pembinaan oleh tokoh masyarakat dan MUI Cigeulis.

Dikutip dari Kompas.com, Hamdi mengatakan, pihaknya sudah menemui pimpinan Hakekok yang bernama Arya di Polres Pandeglang.

Hamdi menuturkan, A mengakui telah melakukan kesalahan.

"Sudah ketemu, minta dibina dan ingin tobat," ujar Hamdi.

Baca: 16 Orang Diantaranya Pria, Wanita, dan Anak-Anak Mandi Bersama Lakukan Aliran Sesat Hakekok

Baca: Viral Video Dugaan Praktik Aliran Sesat Hakekok, 16 Orang Mandi Bersama Tanpa Busana di Pandeglang

Pimpinan Hakekok dikenal tertutup

Dikutip dari Tribun Banten, seorang tetangga pimpinan Hakekok, Imah (40), mengaku terkejut dengan penangkapan A dan belasan pengikutnya pada Kamis (11/3/2021).

Menurutnya, kejadian tersebut dilakukan pada siang hari menjelang sore.

"Kaget, karena saya juga tidak tahu ada apa sebenarnya. Posisinya disitu lagi ngejemur pakaian, tiba-tiba polisi datang dan menangkap," ujar Imah.

Menurutnya, A terbilang sosok yang tertutup.

A terbilang sangat jarang keluar rumah dan tidak pernah mengikuti acara pengajian rutin yang dilakukan oleh warga sekitar.

Selain itu berdasarkan pengungkapan Imah, A juga hampir tidak pernah bertegur sapa dengan warga.

"Sangat tertutup dan jarang bicara dengan kita. Untuk acara keagamaan saja bahkan tidak pernah," ucap Imah.

Lokasi kelompok Hakekok berada di wilayah sepi penduduk

Diketahui, butuh waktu sekitar empat jam menggunakan sepeda motor untuk mencapai lokasi kampung tempat kelompok Hakekok tinggal.

Karena akses jalan yang terjal dan sempit, lokasi desa tempat aliran Hakekok tersebut hanya dapat dilalui sepeda motor atau berjalan kaki selama empat jam.

Sepanjang jalan menuju lokasi, hanya tampak perkebunan dan semak belukar.

Setiba di lokasi, terdapat sebuah perkampungan warga di Desa Karangbolong.

Perkampungan tersebut terbilang sepi. Jarak antar rumah sekitar 300 meter.

Warga kampung tersebut menyatakan masih sangat takut untuk keluar lantaran pengamanan yang dilakukan oleh pihak kepolisian pada Kamis sore.

(Tribunnews.com/Ranum Kumala Dewi) (Tribunbanten.com/Marteen Ronaldo Pakpahan) (Kompas.com/Acep Nazmudin)

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Pimpinan Aliran Sesat Hakekok Ditangkap, Minta Dibina dan Ingin Tobat

Editor: fajri digit sholikhawan
Video Production: Dimas HayyuAsa
Sumber: Tribunnews.com

Video TERKINI

© 2026 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved