Yandex

Tribunnews WIKI

Gagal Jantung, Kondisi Jantung Tidak Mampu Memompa Darah dan Oksigen secara Efektif ke Seluruh Tubuh

Sabtu, 6 Maret 2021 22:04 WIB
TribunnewsWiki

TRIBUN-VIDEO.COM - Gagal jantung adalah kondisi ketika jantung tidak mampu memompa darah dan oksigen secara efektif ke seluruh organ tubuh yang membutuhkan.

Akibatnya, banyak fungsi organ tubuh akan terganggu.

Kondisi ini dapat dikenali dengan munculnya beberapa gejala gagal jantung, seperti:

• Sesak napas, terutama saat melakukan aktivitas fisik atau saat berbaring.

• Bengkak-bengkak di tubuh, misalnya di pergelangan kaki.

• Jantung berdebar cepat.

• Cepat lelah, terutama setelah berolahraga atau melakukan aktivitas fisik tertentu.

• Nafsu makan berkurang.

• Lebih sering pipis di malam hari.

• Batuk-batuk yang tidak kunjung membaik dan dirasakan memberat di malam hari.

• Sulit fokus dan konsentrasi.

Apabila Anda merasakan gejala-gejala tersebut, segeralah temui dokter.

Karena gejala tersebut juga bisa terjadi akibat penyakit lain, diperlukan pemeriksaan dari dokter untuk memastikan penyebabnya.

Penyebab

Gagal jantung adalah kondisi yang terjadi akibat adanya suatu penyakit kronis yang membuat jantung kaku, lemah, bekerja terlalu keras dalam jangka panjang, atau mengalami kerusakan struktural, misalnya pada otot atau katup jantung.

Penyakit yang menyebabkan gagal jantung ini bisa berasal dari jantung maupun organ lain.

Berikut ini adalah sejumlah kondisi yang dapat menyebabkan gagal jantung:

1. Penyakit jantung koroner

Penyakit jantung koroner adalah penyakit yang paling sering menjadi penyebab seseorang mengalami gagal jantung.

Penyakit jantung ini muncul akibat adanya sumbatan (plak) yang menghambat pembuluh darah jantung, sehingga aliran darah pada jantung menjadi tidak lancar.

Akibatnya, otot jantung akan rusak akibat kekurangan pasokan oksigen, sehingga jantung tidak bisa memompa darah dengan baik.

Hal inilah yang membuat penderita penyakit jantung koroner berisiko mengalami gagal jantung.

2. Hipertensi

Saat tekanan dalam pembuluh darah terlalu tinggi, jantung perlu bekerja lebih keras untuk memompa darah agar pasokannya ke seluruh organ tubuh terpenuhi.

Apabila tekanan darah tinggi ini tidak diobati, otot jantung akan bekerja lebih berat untuk memompa darah.

Jika beban kerja jantung berlebihan akibat harus memompa darah lebih kuat, lama kelamaan otot jantung bisa menjadi lebih kaku, sehingga kemampuan jantung dalam memompa darah akan terganggu.

3. Katup jantung rusak

Sistem peredaran darah di dalam tubuh bisa diibaratkan dengan jalan satu arah.

Bagian jantung yang bertugas untuk memastikan agar aliran darah dari dan menuju jantung tidak berbalik adalah katup-katup jantung.

Oleh karena itu, ketika terjadi kerusakan pada katup jantung, aliran darah bisa terbendung dan menyebabkan gangguan pada jantung.

Aliran darah yang terhambat akibat kelainan katup jantung tersebut akan membuat jantung bekerja ekstra.

Seiring waktu, jantung yang dipaksa untuk kerja berat akan melemah dan menyebabkan jantung tidak mampu lagi memompa darah secara normal, sehingga terjadilah gagal jantung.

4. Diabetes

Penderita diabetes memiliki risiko lebih tinggi untuk mengalami gagal jantung.

Risiko ini akan semakin besar apabila kadar gula darah penderita diabetes tidak terkontrol atau cenderung tinggi.

Ada beberapa alasan mengapa diabetes turut berperan dalam menimbulkan gagal jantung.

Salah satunya adalah karena diabetes dapat menyebabkan kerusakan pada pembuluh darah jantung dan ginjal, sehingga fungsi jantung lama-kelamaan terganggu.

Alasan lainnya adalah karena gula darah yang tinggi membuat darah pekat dan kental, sehingga jantung harus bekerja ekstra untuk memompa darah ke seluruh tubuh.

Hal-hal tersebutlah yang menyebabkan penderita diabetes berisiko mengalami gagal jantung.

5. Aritmia

Aritmia adalah kondisi ketika irama jantung tidak normal, baik terlalu cepat, terlalu lambat, atau tidak teratur.

Saat irama jantung tidak normal, kondisi tersebut akan mengganggu fungsi jantung secara keseluruhan, tak terkecuali kemampuan jantung dalam memompa darah.

6. Kelainan atau kerusakan otot jantung (kardiomiopati)

Otot jantung memiliki peran besar dalam memompa darah.

Jika otot jantung mengalami kerusakan, maka jantung akan sulit memompa darah dengan baik.

Akibatnya, pasokan darah ke organ-organ tubuh akan terganggu.

Rusaknya otot jantung bisa disebabkan oleh banyak hal, di antaranya faktor bawaan lahir, peradangan otot jantung, kelainan jaringan ikat, hingga hipertensi kronis.

7. Miokarditis

Miokarditis merupakan peradangan pada otot jantung yang umumnya disebabkan oleh infeksi virus.

Selain infeksi virus, miokarditis juga bisa disebabkan oleh infeksi parasit dan jamur, serta penyakit autoimun.

Peradangan yang terjadi dapat mengganggu fungsi jantung, termasuk membuat jantung tidak bisa lagi memompa darah secara efektif.

8. Hipertiroidisme

Hipertiroidisme merupakan kondisi ketika kadar hormon tiroid dalam darah tinggi.

Tingginya kadar tiroid ini dapat menyebabkan berbagai masalah kesehatan.

Salah satunya adalah memicu jantung berdetak lebih cepat.

Jika tidak diobati, lama-kelamaan jantung yang berdetak cepat bisa melemah dan menyebabkan gagal jantung.

9. Penyakit jantung bawaan

Jika terdapat kelainan pada katup atau otot jantung akibat cacat jantung bawaan, bagian jantung yang sehat perlu bekerja lebih keras untuk mengedarkan darah ke berbagai organ tubuh.

Beban jantung yang meningkat ini pada akhirnya dapat menyebabkan jantung gagal berfungsi dengan baik.

Selain kondisi-kondisi di atas, ketidakmampuan jantung memompa darah juga bisa disebabkan oleh hipertensi pulmonal, anemia, obesitas, penyakit ginjal, efek samping obat-obatan, alergi, infeksi, dan pembekuan darah di paru-paru.

Anda juga lebih berisiko mengalami gagal jantung jika memiliki beberapa kondisi berikut:

• Berusia 65 tahun atau lebih.

• Memiliki riwayat penyakit jantung atau serangan jantung.

• Merokok.

• Mengonsumsi minuman beralkohol secara berlebihan.

• Memiliki berat badan berlebih.

• Jarang berolahraga.

• Jarang mengonsumsi makanan bergizi seimbang.

Cukup banyak orang tidak menyadari bahwa dirinya berisiko tinggi mengalami gagal jantung.

Untuk mencegah gagal jantung, Anda perlu rutin memeriksakan kondisi kesehatan ke dokter jantung, terlebih jika memiliki kondisi atau penyakit di atas.

Selain melakukan pemeriksaan, dokter juga akan menjelaskan upaya apa saja yang bisa Anda lakukan untuk menjaga kesehatan jantung dan organ tubuh Anda yang lain.

Gagal jantung sebaiknya dicegah sedini mungkin, karena penyakit ini tidak bisa disembuhkan secara total.

Jika sudah mengalami gagal jantung, upaya penanganan yang bisa dilakukan hanyalah untuk mengurangi beban kerja jantung dan membantu penderitanya untuk dapat melakukan aktivitas sehari-hari.

Gejala

Gejala gagal jantung terbagi menjadi dua, yaitu gejala gagal jantung kronis yang berkembang secara bertahap dan lama, serta gejala gagal jantung akut yang berkembang secara cepat.

Seseorang yang mengalami gagal jantung akut wajib menerima perawatan di rumah sakit.

Gejala utama gagal jantung adalah:

• Sesak napas.

• Tubuh terasa lelah.

• Pembengkakan pergelangan kaki.

Faktanya, terdapat beberapa jenis gagal jantung, antara lain:

• Gagal jantung sebelah kiri

Kondisi ini terjadi saat ventrikel sebelah kiri jantung tidak mampu memompa darah dengan baik ke seluruh tubuh, sehingga menyebabkan tubuh kekurangan darah yang mengandung oksigen.

• Gagal jantung sebelah kanan

Kondisi ini terjadi saat adanya kerusakan pada ventrikel sebelah kanan jantung yang menyebabkan proses pengambilan oksigen di dalam paru-paru oleh darah tidak bisa berjalan semestinya.

• Gagal jantung sistolik

Kondisi ini terjadi saat otot jantung tidak mampu berkontraksi dengan baik, akibatnya proses penyaluran darah yang mengandung oksigen ke seluruh tubuh terganggu.

• Gagal jantung diastolik

Kondisi ini terjadi saat jantung sulit untuk terisi darah, sehingga terjadi akibat otot jantung mengalami kekakuan.

Diagnosis

Terdapat beberapa langkah diagnosis yang akan dilakukan dokter, misalnya dengan melakukan pemeriksaan untuk melihat tanda-tanda gagal jantung.

Pemeriksaan fisik menggunakan stetoskop juga bisa dilakukan untuk memeriksa detak jantung.

Pemeriksaan tambahan yang bisa dilakukan, antara lain:

• Foto rontgen dada

Pemeriksaan ini berfungsi untuk mendeteksi pembesaran ukuran jantung atau penumpukan cairan di dalam paru-paru yang kerap dialami pengidap gagal jantung.

• Elektrokardiografi

Pemeriksaan ini akan merekam perubahan aktivitas listrik jantung saat terjadi gagal jantung, atau mendeteksi gangguan irama jantung yang bisa menjadi indikasi gagal jantung.

• Ekokardiografi

Pemeriksaan ini bertujuan untuk melihat struktur organ jantung agar lebih jelas dengan bantuan gelombang suara berfrekuensi tinggi.

Tes darah, pemeriksaan ini bertujuan mendeteksi suatu jenis protein yang kadarnya akan meningkat jika gagal jantung terjadi. Pemeriksaan ini juga berguna untuk mendeteksi penyakit yang dapat menjadi penyebab gagal jantung.

• CT scan atau MRI jantung

Pemeriksaan ini bertujuan untuk memdapatkan gambaran yang lebih akurat dan detail mengenai kondisi organ dalam.

• Kateterisasi jantung

Pemeriksaan bertujuan untuk mendeteksi penyumbatan pada pembuluh darah jantung.

Pengobatan

Sayangnya, gagal jantung masuk dalam kategori penyakit seumur hidup yang tidak dapat diobati dengan tuntas.

Oleh karena itu, penanganan yang dilakukan adalah kombinasi obat-obatan, peralatan penopang jantung, operasi perlu dilakukan.

Gaya hidup yang sehat juga penting untuk dijalani oleh pengidapnya.

Pencegahan

• Mengonsumsi makanan sehat yang cukup mengandung zat besi, serta menghindari asupan garam yang berlebihan. Selain dari makanan seperti bayam, zat besi juga bisa didapatkan dari suplemen.

• Menjaga berat badan.

• Berhenti merokok.

• Membatasi konsumsi minuman keras.

• Berolahraga secara teratur.

• Menjaga kadar kolesterol dan tekanan darah pada batas sehat.

(Tribunnewswiki/Septiarani)

Artikel ini telah tayang di TribunnewsWiki dengan judul: Gagal Jantung

Editor: Sigit Ariyanto
Video Production: Panji Yudantama
Sumber: TribunnewsWiki
VIDEO TERKAIT
KOMENTAR

Video TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved