Jumat, 17 April 2026

TRIBUNNEWS UPDATE

Suster Berlutut dan Menangis di Depan Militer Myanmar, Siap Mati demi Lindungi Demonstran

Sabtu, 6 Maret 2021 16:23 WIB
Kompas.com

TRIBUN-VIDEO.COM - Aksi seorang biarawati yang berlutut dan menangis di depan militer Myanmar mengundang atensi.

Biarawati tersebut mengatakan, ia bahkan siap mati demi melindungi para demonstran.

Dilansir oleh Kompas.com, dalam aksi dramatis di Mytkyina, Negara Bagian Kachin, Suster Ann Roza Nu Tawng memohon pada polisi dan tentara agar tak menembak.

Kepada sky news, Suster Ann Roza mengatakan, ia tahu dirinya akan meninggal. Namun ia siap berkorban demi menyelamatkan nyawa pengunjuk rasa.

Suster Ann menceritakan pada saat kejadian, dirinya tengah berada di klinik dan melakukan tugasnya untuk merawat pasien.

Saat itu, ia melihat ada rombongan orang berada di jalan, yang ia ketahui orang-orang tersebut merupakan demonstran.

Secara tiba-tiba, penegak hukum dari arah berlawanan dipersenjatai meriam air datang untuk membubarkan unjuk rasa.

Kericuhan pun pecah. Militer mulai menembaki, mengejar, dan menghajar pengunjuk rasa dan membuatnya terkejut.

Baca: Semakin Memanas, Tentara Myanmar Ancam Tembak Muka Para Demonstran Lewat Tiktok

"Saya langsung berpikir bahwa hari ini (28 Februari) adalah hari saya mati. Jadi, saya siap melakukannya," kata dia.

Biarawati itu kemudian keluar, dan memohon kepada aparat untuk tak menembaki massa karena mereka tak berbuat jahat.

Ia mengungkapkan, saat itu ia menangis seperti induk ayam yang berusaha melindungi anak-anaknya.

Ann bercerita, suasana saat itu seperti perang, aparat memukuli demonstran.

Saat itu, yang ada dalam benak Ann Roza adalah menyelamatkan massa dan menghentikan kekejaman aparat.

Ia mengaku tidak takut karena memikirkan korban dua orang gadis di Naypyidaw dan Mandalay yang ditembak mati.

Baca: Beredar Video Kebrutalan Aparat Myanmar, Memukul dan Menebaki Demonstran hingga Menganiaya Tim Medis

Saat pihak berwenang mencapai pohon banyan, Ann Roza menerangkan, dia langsung memohon mereka untuk berhenti.

Dengan menangis keras, ia meminta kepada tentara dan polisi untuk membunuhnya. Aparat sempat berhenti beberapa lama.

Ia kemudian membawa para demonstran itu ke klinik dan mengobati mereka.

Terdapat salah satu yang hampir ditangkap karena terjatuh. Dengan sigap, Ann Roza segera mencegahnya karena diyakini orang itu bakal diseret dan dibawa entah ke mana.

"Saya mereka (militer) bukanlah penjaga masyarakat. Kami tidak nyaman dan terjadi penangkapan brutal," jelasnya.

Suster Ann Roza dengan lantang mengkritik aparat yang tak segan-segan membunuh demonstran yang tak mereka sukai.

(Tribun-Video.com/Kompas.com)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul Suster yang Berlutut di Depan Militer Myanmar Siap Mati demi Lindungi Demonstran

Video Production: Bintang Nur Rahman
Sumber: Kompas.com

Video TERKINI

© 2026 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved