TRIBUNNEWS UPDATE
Suster Berlutut dan Menangis di Depan Militer Myanmar, Siap Mati demi Lindungi Demonstran
TRIBUN-VIDEO.COM - Aksi seorang biarawati yang berlutut dan menangis di depan militer Myanmar mengundang atensi.
Biarawati tersebut mengatakan, ia bahkan siap mati demi melindungi para demonstran.
Dilansir oleh Kompas.com, dalam aksi dramatis di Mytkyina, Negara Bagian Kachin, Suster Ann Roza Nu Tawng memohon pada polisi dan tentara agar tak menembak.
Kepada sky news, Suster Ann Roza mengatakan, ia tahu dirinya akan meninggal. Namun ia siap berkorban demi menyelamatkan nyawa pengunjuk rasa.
Suster Ann menceritakan pada saat kejadian, dirinya tengah berada di klinik dan melakukan tugasnya untuk merawat pasien.
Saat itu, ia melihat ada rombongan orang berada di jalan, yang ia ketahui orang-orang tersebut merupakan demonstran.
Secara tiba-tiba, penegak hukum dari arah berlawanan dipersenjatai meriam air datang untuk membubarkan unjuk rasa.
Kericuhan pun pecah. Militer mulai menembaki, mengejar, dan menghajar pengunjuk rasa dan membuatnya terkejut.
Baca: Semakin Memanas, Tentara Myanmar Ancam Tembak Muka Para Demonstran Lewat Tiktok
"Saya langsung berpikir bahwa hari ini (28 Februari) adalah hari saya mati. Jadi, saya siap melakukannya," kata dia.
Biarawati itu kemudian keluar, dan memohon kepada aparat untuk tak menembaki massa karena mereka tak berbuat jahat.
Ia mengungkapkan, saat itu ia menangis seperti induk ayam yang berusaha melindungi anak-anaknya.
Ann bercerita, suasana saat itu seperti perang, aparat memukuli demonstran.
Saat itu, yang ada dalam benak Ann Roza adalah menyelamatkan massa dan menghentikan kekejaman aparat.
Ia mengaku tidak takut karena memikirkan korban dua orang gadis di Naypyidaw dan Mandalay yang ditembak mati.
Baca: Beredar Video Kebrutalan Aparat Myanmar, Memukul dan Menebaki Demonstran hingga Menganiaya Tim Medis
Saat pihak berwenang mencapai pohon banyan, Ann Roza menerangkan, dia langsung memohon mereka untuk berhenti.
Dengan menangis keras, ia meminta kepada tentara dan polisi untuk membunuhnya. Aparat sempat berhenti beberapa lama.
Ia kemudian membawa para demonstran itu ke klinik dan mengobati mereka.
Terdapat salah satu yang hampir ditangkap karena terjatuh. Dengan sigap, Ann Roza segera mencegahnya karena diyakini orang itu bakal diseret dan dibawa entah ke mana.
"Saya mereka (militer) bukanlah penjaga masyarakat. Kami tidak nyaman dan terjadi penangkapan brutal," jelasnya.
Suster Ann Roza dengan lantang mengkritik aparat yang tak segan-segan membunuh demonstran yang tak mereka sukai.
(Tribun-Video.com/Kompas.com)
Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul Suster yang Berlutut di Depan Militer Myanmar Siap Mati demi Lindungi Demonstran
Sumber: Kompas.com
Mancanegara
RESPONS DONALD TRUMP SOAL DEMO 'NO KINGS', Balik Tuduh Para Demonstran
Kamis, 2 April 2026
Mancanegara
Protes "No Kings" Direspons Trump! Balik Tuduh Masyarakat Ingin Penjahat Masuk Amerika Serikat
Kamis, 2 April 2026
Tribunnews Update
Demi Penghematan Energi di Tengah Krisis, Myanmar Terapkan WFH Seminggu Sekali untuk ASN
Kamis, 26 Maret 2026
LIVE UPDATE
Skema Penyelundupan WNA Terbongkar! 18 Warga Myanmar Gagal Diseberangkan dari Perairan Dumai
Sabtu, 14 Februari 2026
LIVE UPDATE
Fahril, Demonstran Aksi Agustus 2025 Divonis 4 Bulan 24 Hari di PN Jember, 4 Hari Lagi Bebas
Selasa, 10 Februari 2026
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.